Headlines News :
Home » , » Film “Salisiah Adaik” Jadi Nominator Piala Maya 2014

Film “Salisiah Adaik” Jadi Nominator Piala Maya 2014

Written By zulfadli on Kamis, 11 Desember 2014 | 23.10

Padang - Perbedaan adat perkawinan di Sumbar diangkatkan ke layar kaca oleh mahasiswa Jurusan

Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Ferdinand Almi.  Tak terkira bangganya dia saat film karyanya menarik perhatian para juri menjadikannya sebagai nominator Piala Maya 2014.

Salisiah adat judul film hasil garapan bersama teman-temannya itu dinominasikan untuk kategori Film Daerah Terpilih 2014. Karya sineas muda Sumbar ini terpilih masuk nominasi dalam festival yang digagas media Film Indonesia. Ajang untuk ketiga kalinya ini bertema "Cinta Cita Cipta Film Indonesia".

Terpilihnya karya Ferdinand setelah melalui penjurian yang menggunakan 3 sistem Komite : Komite Seleksi (dari kalangan masyarakat dan pencinta film), Komite Kategorisasi (dari kalangan pelaku industri film dan sineas) dan Komite Umum (dari kalangan tokoh masyarakat, praktisi dan ilmuwan). Ferdinand Almi ketika dihubungi menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Film “Salisiah Adaik” masuk dalam nominasi penghargaan di tingkat nasional. Apalagi flim yang bercerita tentang perbedaan adat yang dimiliki oleh beberapa daerah di Minangkabau.

“Kita ingin mengangkat sesuatu perbedaan adat yang dimiliki oleh beberapa daerah di Sumatera Barat, terutama adat perkawinan yang ada di Pariaman dengan adat di Limapuluh Kota. Apalagi, perbedaan kedua adat tersebut sangat bertolak belakang satu sama lainnya,” kata Ferdinand Almi.

Disampaikannya, seperti kata pepatah 'Lain Lubuak Lain Ikannyo, Lain Padang Lain Ilalang'. Setiap daerah dimanapun memiliki adat dan tradisi yang berbeda. Hal inilah yang menjadi inspirasinya sebagai penulis sekaligus sutradara film “SalisiahAdaik” yang diproduksi oleh Brisickzz Production.

Dijelaskannya film bercerita tentang kisah dua sejoli yang memiliki tata cara pernikahan yang berbeda. Muslim dan Rosa, dua sejoli yang memutuskan hubungan cinta diantara mereka berlanjut ke pelaminan.
Muslim adalah bujang dari Pariaman,  sementara Rosa adalah gadis Payakumbuh. 

Pernikahan bagi keluarga Muslim dengan adat Pariaman mengatakan bahwa Muslim harus menerima uang jemputan dari calon istri. Sedangkan bagi Rosa adatnya tidak mengenal istilah uang jemputan. Rosa memakai adat Payakumbuh yang menyatakan bahwa Muslim harus  melaksanakan adat sasuduik. Sasuduik adalah kewajiban calon pengantin laki-laki dalam melengkapi perlengkapan kamar calon istri. Perlengkapan tersebut mulai dari tempat tidur, lemari, meja rias dan lain sebagainya. 

Inilah pangkal polemik diantara keduanya. Bagaimana mereka berhadapan dengan pusaran dilema itu diolah apik oleh Ferdinand. Dia pun memilih pemain yang terlibat dalam film ini adalah penduduk asli Pariaman dan Kabupaten Limapuluh Kota untuk memperkuat dialegtika masing-masing daerah. Nagari VII Koto Kecamatan Guguak, Kabupaten 50 kota pun menjadi pilihan untuk lokasi syuting, karena daerah tersebut memiliki alam yang masih asri, dengan rumah adat Minang yang masih terjaga keutuhannya, begitu pula dengan bangunan-bangunan lain yang mendukung settingan dan konsep keadaan minang tempo dulu.

Dikatakannya semua crew yqng terlibat adalah mahasiswa Institut Seni Indonesia Padangpanjang yang mayoritas angkatan 2011 dan 2012. Uniknya lagi, proses pembuatan film Salisiah Adaik tidak memakan waktu yang lama maupun biaya yang besar. "Film ini awalnya hanya untuk tugas semester PratikaTerpadu Penciptaan,” sebutnya.

Tidak mau berakhir hanya sebagai tugas, lanjutnya, seluruh crew “SalisiahAdaik” memutuskan untuk mengadakan pemutaran film perdana yang bertempat di gedung utama Taman Budaya Sumatra barat, pada 19 Februari lalu dan mengirimkannya ke panitia Piala Maya 2014.

“Malam penghargaan Piala Maya ini akan diselenggarakan pada tanggal 20 Desember  mendatang di Museum Gajah Jakarta. Kami juga memohon doa dan dukungannya dari civitas ISI Padangpanjang dan masyarakat Sumatera Barat, agar film kami ini juga bisa menjadi peraih penghargaan tersebut,” harapnya. (Zul)
Share this article :

2 komentar :

Unknown mengatakan...

film nya emng di perbolehkan di shere atau gimana ya
ada yg shere di youtube
saya lihat link resmi blom ada

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang