Tak terkira gembiranya kepala sekolah, guru beserta unsur pimpinan Yayasan Igasar Semen Padang. SMK yang tahun lalu harus puas hanya mampu mendapatkan penghargaan adiwiyata provinsi. Kini bisa melenggang ke tingkat nasional.Lebih menggembirakan lagi, SD Bustanul Ulum yang terletak pojok timur laut Padang itu bisa menyabet penghargaan tingkat provinsi.
Padahal beberapa bulan lalu mendapat adiwiyata Padang. Tak perlu menunggu terlalu lama, sekolah di Batu Busuk, Kelurahan Lambung Bukit, Pauh ini meraih lagi penghargaan yang sama di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami di Yayasan Igasar tentu saja berbahagia. Kerja ikhlas, kerja cerdas dan kerja tuntas yang diperlihatkan kepala sekolah, guru, murid dan orang tua serta yayasan, membuahkan hasil yang menggembirakan. Semua tak lepas dari dukungan penuh PT Semen Padang yang ingin investasi mereka di bidang pendidikan berguna bagi Padang khususnya dan Sumbar umumnya,” ujar Ketua Yayasan Semen Padang, Yuzri Boy didampingi Kadep Sarana dan Pemeliharaan, Lovandritos, Kamis (11/12).
Boy mengungkapkan, prestasi yang diraih SD Bustanul Ulum cukup fenomenal. Betapa dari sekolah yang nyaris seluruh muridnya berasal dari keluarga kurang mampu, tumbuh kepedulian yang kuat terhadap lingkungan.
Mereka paham arti kebersihan diri dan kesehatan lingkungan. Saling mengingatkan jkka ada teman yang tidak cuci tangan sebelum jajan di kantin sekolah.
Bahkan ada orang tua murid di sana, yang awalnya bermata pencaharian dari hutan bahkan ada yang kayu olahan, berangsur mencari sumber penghidupan lainnya. Mereka pun mulai bertanam sayuran, bunga bahkan pohon untuk kayu bakar mereka.
Sikap ramah lingkungan itu berawal dari pandanga penuh harap sang anak. Dia pun gigih mencari bibit dan menanamnya di sekitar rumah. Kata Boy, sikap dan perilaku warga sekolah ini yang mampu mencuri perhatian juri adiwiyata Kota Padang hingga mau mengikutsertakan sekolah ini ke tingkat provinsi setelah melihat capaiannya menembus nilai minimal untuk Adiwiyata Provinsi.
“Kami sangat menghargai upaya mereka dan para pihak yang telah mengorbankan waktu, tenaga dan pikirannya untuk kesuksesan program ini, baik di SD Bustanul Ulum maupun SMK Semen Padang,” ungkap Boy.
SMK Semen Padang pun kini kebagian mengolah limbah Semen Padang menjadi perlengkapan yang dibutuhkan oleh sekolah adiwiyata lainnya di lingkungan yayasan.
Malah karya mereka berupa pot bunga dan tong sampah menghiasi sejumlah objek wisata di Sumbar. “Alhamdulillah, lantaran saking bahagianya, seolah rumput yang kami tanam berbuah korma,” kata Boy berkelakar. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya