Padang - Peran aktif BUMN yang ada di Sumbar amat diharapkan dalam membina UMKM daerah ini. Mereka punya kekuatan permodalan lewat program kemitraan dan bina lingkungannya. Mereka pun bisa melakukan pembinaan manajemen lewat pendampingan terhadap mitranya.
Untuk itulah Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Sumbar menggandeng dua BUMN untuk melakukan sosialisasi program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) yang ada di BUMN itu. Dalam sosialisasi bersama dinas terkait di Kabupaten Padang Pariaman yang diselenggarakan di Hotel Nan Tongga Pariaman, dinas menggandeng PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Telkom.
“Kita terus berupaya memfasilitasi UMKM di daerah ini. Mereka kita mitrakan dengan BUMN-BUMN. Sekaitan dengan sosialisasi program kemitraan antara UMKM dan BUMN di Kota Pariaman, Rabu (13/8), kita mintakan PT Telkom dan PT Angkasa Pura II untuk memaparkan program dan skim kredit yang bisa diakses UMKM untuk perkuatan modal mereka,” ujar Achmad Charisma, Kamis (14/8).
Menurut Achmad, lewat program kemitraan yang telah kita gagas selama ini, cukup efektif dalam menghubungkan BUMN dengan calon mitra binaannya.
UMKM pun umumnya antusias dengan kegiatan ini. Sebab, mereka bisa mendengar dan berhubungan langsung dengan lembaga atau orang yang mengelola PKBL dan Corporate Social Responsibility (CSR) di BUMN.
Afri Erizon dari PT Angkasa Pura II (Persero) menjelaskan kontribusi BUMN tersebut ke Kabupaten Padang Pariaman khususnya dan Sumbar umumnya. Dijelaskan, PT Angkasa Pura telah menyalurkan program kemitraan sekitar Rp14 miliar sejak 2000 hingga Mei 2014.
“PT Angkasa Pura II telah menyalurkan 90% dana PKBL-nya ke Kabupaten Padang Pariaman. Sebab. daerah ini berada di ring I operasional Bandara Internasional Minangkabau. Selain itu, berbagai program hibah pun telah diberikan kepada daerah ini,” ungkap pria yang akrab dipanggil Eri ini.
Bahkan dalam bulan ini, 10 sekolah (SD dan SMP) di sekitar bandara juga akan dibangunkan WC. Rencananya, Oktober nanti juga diserahkan bantuan hibah mobil perpustakaan keliling pada Badan Perpustakaan Padang Pariaman. Saat ini masih dalam pengurusan surat-surat kendaraan jenis minibus itu.
Adapun Koordinator CSR PT Telkom Witel Sumbar, Aswir mengimbau 40
calon mitra binaan yang hadir di acara itu untuk memanfaatkan dana PKBL dan CSR yang ada di BUMN tempat dia bekerja. Sebab, syarat mudah dan jasa administrasinya pun murah. Hanya 0,5 persen per tahun.
Aswir mengimbau agar calon mitra segera memasukkan permohonan karena September ini ada pengucuran pinjaman bagi mitra binaan Telkom. Pada Maret 2014, ada 72 mitra binaan dengan total dana yang dikucurkanRp1,572 miliar. Sementara pada Juni 2014, dikucurkan pula Rp948 juta kepada 48 mitra binaan. Bahkan kepada UMKM yang hadir, Aswir meninggalkan formulir isian dan contoh proposal untuk pengajuan pinjaman.
Ditegaskan Aswir, berbekal surat keterangan dari lurah saja, pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman antara Rp5 juta hingga Rp50 juta.
Besarnya pinjaman tergantung skala usaha dan jaminan yang diberikan. Khusus masalah jaminan, Aswir menyatakan hanya sebagai bukti ikatan antara mereka.
“Biasanya kalau ada jaminan, akan lebih tertib dalam pengembalian pinjaman. Jaminan ini diberlakukan lantaran dulu dana CSR ini dianggap uang hilang. Padahal adalah dana bergulir, jika lancar bisa pula dinikmati oleh UMKM lain yang juga membutuhkan modal buat pengembangan usahanya,” tukuk Aswir. (zul)
Untuk itulah Dinas Koperasi (Diskop) dan UMKM Sumbar menggandeng dua BUMN untuk melakukan sosialisasi program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) yang ada di BUMN itu. Dalam sosialisasi bersama dinas terkait di Kabupaten Padang Pariaman yang diselenggarakan di Hotel Nan Tongga Pariaman, dinas menggandeng PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT Telkom.
“Kita terus berupaya memfasilitasi UMKM di daerah ini. Mereka kita mitrakan dengan BUMN-BUMN. Sekaitan dengan sosialisasi program kemitraan antara UMKM dan BUMN di Kota Pariaman, Rabu (13/8), kita mintakan PT Telkom dan PT Angkasa Pura II untuk memaparkan program dan skim kredit yang bisa diakses UMKM untuk perkuatan modal mereka,” ujar Achmad Charisma, Kamis (14/8).
Menurut Achmad, lewat program kemitraan yang telah kita gagas selama ini, cukup efektif dalam menghubungkan BUMN dengan calon mitra binaannya.
UMKM pun umumnya antusias dengan kegiatan ini. Sebab, mereka bisa mendengar dan berhubungan langsung dengan lembaga atau orang yang mengelola PKBL dan Corporate Social Responsibility (CSR) di BUMN.
Afri Erizon dari PT Angkasa Pura II (Persero) menjelaskan kontribusi BUMN tersebut ke Kabupaten Padang Pariaman khususnya dan Sumbar umumnya. Dijelaskan, PT Angkasa Pura telah menyalurkan program kemitraan sekitar Rp14 miliar sejak 2000 hingga Mei 2014.
“PT Angkasa Pura II telah menyalurkan 90% dana PKBL-nya ke Kabupaten Padang Pariaman. Sebab. daerah ini berada di ring I operasional Bandara Internasional Minangkabau. Selain itu, berbagai program hibah pun telah diberikan kepada daerah ini,” ungkap pria yang akrab dipanggil Eri ini.
Bahkan dalam bulan ini, 10 sekolah (SD dan SMP) di sekitar bandara juga akan dibangunkan WC. Rencananya, Oktober nanti juga diserahkan bantuan hibah mobil perpustakaan keliling pada Badan Perpustakaan Padang Pariaman. Saat ini masih dalam pengurusan surat-surat kendaraan jenis minibus itu.
Adapun Koordinator CSR PT Telkom Witel Sumbar, Aswir mengimbau 40
calon mitra binaan yang hadir di acara itu untuk memanfaatkan dana PKBL dan CSR yang ada di BUMN tempat dia bekerja. Sebab, syarat mudah dan jasa administrasinya pun murah. Hanya 0,5 persen per tahun.
Aswir mengimbau agar calon mitra segera memasukkan permohonan karena September ini ada pengucuran pinjaman bagi mitra binaan Telkom. Pada Maret 2014, ada 72 mitra binaan dengan total dana yang dikucurkanRp1,572 miliar. Sementara pada Juni 2014, dikucurkan pula Rp948 juta kepada 48 mitra binaan. Bahkan kepada UMKM yang hadir, Aswir meninggalkan formulir isian dan contoh proposal untuk pengajuan pinjaman.
Ditegaskan Aswir, berbekal surat keterangan dari lurah saja, pelaku UMKM bisa mengajukan pinjaman antara Rp5 juta hingga Rp50 juta.
Besarnya pinjaman tergantung skala usaha dan jaminan yang diberikan. Khusus masalah jaminan, Aswir menyatakan hanya sebagai bukti ikatan antara mereka.
“Biasanya kalau ada jaminan, akan lebih tertib dalam pengembalian pinjaman. Jaminan ini diberlakukan lantaran dulu dana CSR ini dianggap uang hilang. Padahal adalah dana bergulir, jika lancar bisa pula dinikmati oleh UMKM lain yang juga membutuhkan modal buat pengembangan usahanya,” tukuk Aswir. (zul)

0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya