Headlines News :
Home » , » Batu Bajanjang Layak Jadi Pusat Penelitian S2

Batu Bajanjang Layak Jadi Pusat Penelitian S2

Written By zulfadli on Kamis, 24 Juli 2014 | 01.17

 PadangKeseriusan pimpinan Universitas Bung Hatta mempersiapkan KKN-PPM baik umum dan tematik ini memperlihatkan hasil yang menggembirakan. KKN-PPM tematik  di Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok termasuk salah satu diantaranya.

Hal ini diungkapkan dosen pembimbing lapangan mereka, Prof. Nasfryzal Carlo usai mengunjungi daerah itu, Rabu (23/7). “Kita gembira melihat kinerja para mahasiswa di Batu Bajanjang. Mereka segera memasuki rencana aksi setelah masyarakat semua Jorong di nagari itu setuju dengan rencana aksi yang telah didiskusikan bersama,” ujar Carlo.

Dikatakan Carlo, mahasiswa KKN-PPM di daerah itu bersama masyarakat juga telah melakukan apa yang mereka bisa. Di antaranya pembuatan saluran air. Juga membuat pembatas pemandian umum yang terdapat di Jorong Bawah Gunung.

Mereka juga tengah mengidentifikasi semua sumur resapan di daerah itu. Apakah masih berfungsi atau tidak. Jika tidak tentu dicari tahu apa penyebabnya serta berbagai aksi lainnya.
Carlo menyatakan mahasiswa harus serius untuk melakukan kegiatan KKN-PPM kendati dalam suasana Ramadhan. Apalagi dia melihat peluang dan tantangan yang luar biasa di daerah ini. Nagari Batu Bajanjang telah ditetapkan oleh BNPB dan BPBD sebagai cikal bakal nagari tangguh bencana.

“Sebagai putra  Kabupaten Solok, saya tentu berupaya untuk mewujudkannya dengan menyumbangkan tenaga dan pikiran sesuai bidang ilmu yang dimiliki. Ini merupakan pengabdian saya untuk kampung halaman,” tegas Carlo.

Apalagi Nagari Batu Bajanjang dicanangkan dan dipersiapkan sebagai nagari binaan Universitas Bung Hatta melalui program KKN-PPM dan kegiatan ini akan menjadi pilot proyek KKN-PPM Universitas Bung Hatta dimasa mendatang. 

Sebagai Direktur Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta, Carlo menilai banyak penelitian yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa S2 yang berkaitan dengan nagari tangguh bencana ini untuk dijadikan tesis, terutama mereka yang mengambil konsentrasi keahlian manajemen risiko bencana.

Kebetulan pula ada program Hibah Dikti dalam KKN-PPM di pinggang Gunung Talang itu. Carlo ingin mensinergikan program hibah tersebut dengan program manajemen bencana di provinsi dan kabupaten. Dengan cara ini diharapkan program nagari tangguh bencana benar-benar sesuai harapan.

Bank sampah
Dalam pertemuan dengan kaum ibu dari delapan jorong di kantor walinagari tersebut,  dosen pembimbing lapangan  Yusrita Yanti menyampaikan tentang program bank sampah. Mereka diberi tahu cara mengelola sampah kering dan basah, organik dan anorganik.
Diharapkan mereka bisa memanfaatkan sampah untuk kerajinan tas, kotak pensil, tempat kosmetik, kotak perhiasan dan lain-lain.

“Kami berharap sekarang mereka sudah bisa berkarya dan berkreasi dengan memanfaatkan sampah plastik, logam, kertas.  Sampah organik dijadikan kompos untuk pupuk lahan pertanian mereka,” ungkap Rita.

Pengelolaan sampah bisa dikaitkan dengan pengetahuan tentang hukum yang berhubungan dengan peraturan nagari. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang