Bakti sosial yang dilakukan Indo Jalito di tiga daerah di Sumbar usai sudah. Kaum Ibu yang telah menebar peduli ke Sumbar itu pun mulai menikmati suasana Kota Padang. Sejumlah tempat makanan hingga pantai Padang mereka jajal, Senin (24/6).
“Sangat asyik menikmati suasana usai aksi sosial. Terasa lain kenikmatannya,” ujar Nunink Hardiman, Ketua Indo Jalito.
Nunink, wanita berdarah Jawa lama menuntut ilmu di Kota Bukittinggi itu merasa senang dengan suasana pantai Padang. Meski dia dengar banyak cerita tentang pantai itu. Namun bersama rekan-rekannya di Indo Jalito tampak begitu menikmati pantai di siang itu. Mereka mengabadikannya ke BB, Ipad, smartphone dan kamera masing-masing. Bergantian mereka mengambil momen tersebut. Trisna Sailan, Sri Sundari sibuk minta dijepret dengan gadget miliknya.
Tenda ceper di Pantai Padang itu pun mereka jadikan ajang makan cendol Pattimura. Tegukan cendol serasa begitu nikmat di siang yang terik usai makan siang di sebuah rumah makan di Jalan Dobi.
“Pesawat kami berangkat jam empat. Jadi kami manfaatkan waktu Ini kami lakukan sembari menunggu waktu semaksimal mungkin di kampung halaman, sebelum kembali ke perantauan,” ujar Yenny Nurdin, Koordinator kegiatan Indo Jalito di Sumbar tahun ini.
Evi Marlaut, salah satu pendiri Indo Jalito juga menyatakan hal yang sama. Mereka ingin merewind kembali kenangan di pantai Padang puluhan tahun lalu. Meski dia sedikit kecewa dengan penataan pantai yang lebih
banyak dihiasi oleh tenda ceper. Namun dia mengaku suasana siang itu melepas rindunya. “Andai Uni Elly Kasim tidak pulang seusai khitanan massal di Pessel, Kamis lalu, alangkah senangnya,” ujar Anak Rivai Marlaut, mantan Pemred Haluan.
Arlinda Novera, anggota Indo Jalito lainnya punya kesan lain terhadap pantai. Alangkah bagusnya jika Pemko Padang bisa menata ini lebih baik lagi. Ada tempat makan yang representatif, tidak perlu mewah tapi bisa lebih leluasa menikmati pantai. “Kalau bisa kita menikmati pemandangan laut secara lebih lepas seperti dulu. Jika pengelola mau mereka bisa membuat tempat dengan sekat kaca,” ujarnya.
Baik Nunink, Yenny, Sri Sundari maupun lainnya jadi ingin tiap tahun punya acara di Sumbar. “Namun itu semua terpulang kepada anggota dan dana sosial yang bisa kami himpun buat bikin kegiatan sosial sambil pulang kampung lagi,” tegas Evi. (zul)

0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya