Headlines News :
Home » , , , , , » Lewat Sunatan Massal, Indo Jalito Khitan Ratusan Anak Kurang Mampu

Lewat Sunatan Massal, Indo Jalito Khitan Ratusan Anak Kurang Mampu

Written By zulfadli on Senin, 24 Juni 2013 | 10.30





Tawa dan canda memenuhi ruangan Puskesmas Koto Panjang Ikur Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah Padang, Minggu (23/6).  Anak-anak yang sudah menjalani sunatan massal disemangati oleh para ibu yang tergabung dalam Indo Jalito, perkumpulan kaum ibu yang peduli dengan kampung halamannya, Ranah Minang.

“Acara ini kami adakan sebagai bakti kami terhadap tanah kelahiran. Kami ingin berbagi dengan dunsanak di kampung yang kurang beruntung. Bahagia bagi kami, Indo Jalito bila bisa ikut meringankan beban para dunsanak kami,” ujar Ketua Indo Jalito periode 2012-2016, Nunink Hardiman.

Disebutkan Nunink, mereka mengadakan sunatan massal di tiga daerah, Pesisir Selatan, Solok dan Padang. Program ini sekaitan dengan masa libur, dan masa libur biasanya dimanfaatkan masyarakat menyunat anaknya. “Kami nilai inilah yang paling cocok dilakukan sambil melepas kerinduan kepada kampung,” ujarnya.

Kegiatan itu disambut meriah oleh warga. Mereka sudah memenuhi areal puskesmas sejak pagi. Camat Koto Tangah, Amritha Luthan beserta jajarannya gembira terhadap kegiatan yang diprakarsai oleh Indo Jalito. Dia gembira lantaran 120 warga kurang mampu di wilayah kerjanya terbantu. Anak-anak yang disunat itu mendapat kain sarung, tas sekolah dan uang saku.

Senada dengan Amritha, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Drg. Eka Lusti, pun menyuarakan hal yang sama. Ia mendukung penuh bakti sosial yang dilakukan Indo Jalito. Eka pun merasa terbantu dalam pelaksanaan tugasnya. Apalagi kegiatan sunatan itu tidak tidak lagi karena kecilnya anggaran. Sunatan juga tidak termasuk yang ditanggung oleh jamkesmas. “Kegiatan pihak ketiga seperti Indo Jalito ini amat membantu. Yang mereka lakukan pun benar, eksekutornya hanya dokter bukan bidan atau perawat,” kata Eka.

Koordinator Kegiatan Indo Jalito, Yenny Nurdin menginformasikan bahwa paket bantuan kepada anak-anak itu merupakan sumbangan dari anggota Indo Jalito. Tiap usai golf bersama, mereka badoncek. Begitu juga di arisan dan acara lain yang mereka lakukan, selain uang sosial tetap anggota. “Kami terus berupaya meningkatkan frekuensi dan jenis kegiatan. Begitu juga nilai bantuan dan jumlah anak kurang mampu yang kami bantu,” ujar Yenny penuh harap.

Diakuinya memang mereka sudah menutup kemungkinan penambahan keanggotaan. Indo Jalito mencukupkan anggota di angka 150 dulu lantaran tak ingin fokus mereka berbuat bagi kampung halaman khususnya dan indonesia umumnya terpecah. “Syarat utama ikut organisasi ini adalah bisa kumpul dan punya perhatian lebih buat ranah minang,” ujar Yenny yang diamini oleh rekannya yang lain.

Sunat Sistem Laser

Uniknya, Indo Jalito membawa tim dokter sendiri.  Tiga dokter inilah yang menangani 120 peserta sunatan massal. Mereka menangani sunat dengan menggunakan laser tersebut dibantu oleh paramedik Puskesmas KPIK.

Sistem ini dipilih karena para ibu dari Indo Jalito ingin memastikan bahwa hasil kerja mereka tidak menimbulkan efek samping. “Cara ini lebih efektif. Masa penyembuhan pun lebih cepat. Jadi lebih cocok untuk kunjungan kami yang singkat ini. Kami tak ingin sekembalinya ke Jakarta ada anak yang bermasalah setelah sunatan massal,” ungkap Nuning.

Pimpinan Puskesmas KPIK, Drg Agus A. Rasyid, menyatakan kegiatan Indo Jalito secara tak langsung memberikan transfer ilmu bagi paramedik di puskesmas yang umumnya diisi oleh tenaga muda itu. Ini juga pembelajaran bagi kami untuk menangani iven besar.  “Awal Juli nanti kami dipercaya menyenggarakan lomba balita sehat tingkat Kota Padang,” kata Agus. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang