Saat TK lainnya menggelar wisuda bagi muridnya yang menamatkan pelajaran, TK Hauriyah Halum punya cara berbeda. Kepala TK Nina Ramayenda, Ketua Yayasan; Muhammad Rozi dan segenap guru TK itu mengadakan Stay Overnight dan aneka lomba yang mengikutsertakan orangtua murid. Kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari para orangtua.
“Kegiatan ini sangat bagus karena mengikutsertakan orangtua bersama anaknya. Apalagi rangkaian acara yang diadakan Hauriyah Halum bermuara pada kemandirian anak dan kebersamaan diantara mereka. Ini bagian dari pendidikan karakter anak sejak dini,” ujar Nasir Ahmad, Asisten I Sekdako Padang usai mengikuti pacu karung bersama istrinya di Komplek GOR H. Agus Salim Padang, Minggu (16/6).
Ada lomba membawa kelereng dengan sendok. Dimana anak membawa kelereng didampingi ayahnya yang harus bersiap meletakkan kelereng ke sedok jika jatuh.
Pada lomba pacu karung, ayah dan bunda bergantian berpacu. Bunda berpacu dari garis start hingga finish dimana sang ayah menunggu. Kemudian ayah akan berpacu menuju garis star kembali di tengah sorakan anak dan istrinya. Sedangkan pada lomba tarik tambang, si bunda yang harus mengerahkan tenaga. Khusus anak, ada lomba puzzle di Wisma Kosgoro, Komplek GOR H. Agus Salim.
Mereka semangat berlomba meski gerimis mengguyur di pagi hari itu. Saking semangatnya, Nasir sampai jatuh bangun berpacu karung bersama orangtua murid Hauriyah Halum lainnya. Dia dan istri rela menyediakan waktu untuk mengikuti acara itu lantaran ingin membahagiakan anak mereka, Nadira Denas Sastri.
“Anak-anak kan bangga juga jika orangtua mereka ikut bersama mereka. Jika kita tidak ikut, dia pasti sedih melihat temannya bahagia bersama orangtua mereka di acara ini,” ujar Nasir sambil mengutarakan pihak TK sudah mensosialisasikan acara jauh hari sebelum pelaksanaan acara.
Menurut dia, acara yang mendekatkan anak dengan orangtuanya ini dan menggalang silaturahim antar orangtua murid ditingkatkan frekuensinya. Jika saat ini dilangsungkan untuk mengakhiri tahun pelajaran, bisa jadi di tahun mendatang bisa diadakan dua kali setahun.
Nina Ramayenda, Kepala TK Hauriyah Halum puas acara yang dia kreasikan bersama para guru dinikmati murid. Menurut Nina, Sabtu malam murid bermalam di sekolah. Mereka mengikuti shalat bersama, kultum, makan bersama. Sambil nonton bersama anak-anak diajarkan mengambil hikmah dari tontonan yang dia lihat.
“Alhamdulillah orang murid mendukung penuh acara ini. Ini sangat menggembirakan. Betul-betul menjadi ajang silaturahim antar orangtua. Banyak yang meminta acara ini tahun ajaran yang akan datang, kalau bisa diadakan di dekat persawahan atau pantai. Mereka ingin berkotor-kotor bersama anaknya,” ungkap Nina.
Bagi Nina, acara bermalam di sekolah (stay overnight) juga ujian bagi guru, sejauhmana keberhasilan mereka mendidik anak selama ini. Dan Alhamdulillah anak-anak senang dan tenang di sekolah bersama guru mereka, berarti kasih sayang antara guru dan murid terjalin indah. Anak sudah mengganggap gurunya sebagai orangtua kedua. (zul)
“Kegiatan ini sangat bagus karena mengikutsertakan orangtua bersama anaknya. Apalagi rangkaian acara yang diadakan Hauriyah Halum bermuara pada kemandirian anak dan kebersamaan diantara mereka. Ini bagian dari pendidikan karakter anak sejak dini,” ujar Nasir Ahmad, Asisten I Sekdako Padang usai mengikuti pacu karung bersama istrinya di Komplek GOR H. Agus Salim Padang, Minggu (16/6).
Ada lomba membawa kelereng dengan sendok. Dimana anak membawa kelereng didampingi ayahnya yang harus bersiap meletakkan kelereng ke sedok jika jatuh.
Pada lomba pacu karung, ayah dan bunda bergantian berpacu. Bunda berpacu dari garis start hingga finish dimana sang ayah menunggu. Kemudian ayah akan berpacu menuju garis star kembali di tengah sorakan anak dan istrinya. Sedangkan pada lomba tarik tambang, si bunda yang harus mengerahkan tenaga. Khusus anak, ada lomba puzzle di Wisma Kosgoro, Komplek GOR H. Agus Salim.
Mereka semangat berlomba meski gerimis mengguyur di pagi hari itu. Saking semangatnya, Nasir sampai jatuh bangun berpacu karung bersama orangtua murid Hauriyah Halum lainnya. Dia dan istri rela menyediakan waktu untuk mengikuti acara itu lantaran ingin membahagiakan anak mereka, Nadira Denas Sastri.
“Anak-anak kan bangga juga jika orangtua mereka ikut bersama mereka. Jika kita tidak ikut, dia pasti sedih melihat temannya bahagia bersama orangtua mereka di acara ini,” ujar Nasir sambil mengutarakan pihak TK sudah mensosialisasikan acara jauh hari sebelum pelaksanaan acara.
Menurut dia, acara yang mendekatkan anak dengan orangtuanya ini dan menggalang silaturahim antar orangtua murid ditingkatkan frekuensinya. Jika saat ini dilangsungkan untuk mengakhiri tahun pelajaran, bisa jadi di tahun mendatang bisa diadakan dua kali setahun.
Nina Ramayenda, Kepala TK Hauriyah Halum puas acara yang dia kreasikan bersama para guru dinikmati murid. Menurut Nina, Sabtu malam murid bermalam di sekolah. Mereka mengikuti shalat bersama, kultum, makan bersama. Sambil nonton bersama anak-anak diajarkan mengambil hikmah dari tontonan yang dia lihat.
“Alhamdulillah orang murid mendukung penuh acara ini. Ini sangat menggembirakan. Betul-betul menjadi ajang silaturahim antar orangtua. Banyak yang meminta acara ini tahun ajaran yang akan datang, kalau bisa diadakan di dekat persawahan atau pantai. Mereka ingin berkotor-kotor bersama anaknya,” ungkap Nina.
Bagi Nina, acara bermalam di sekolah (stay overnight) juga ujian bagi guru, sejauhmana keberhasilan mereka mendidik anak selama ini. Dan Alhamdulillah anak-anak senang dan tenang di sekolah bersama guru mereka, berarti kasih sayang antara guru dan murid terjalin indah. Anak sudah mengganggap gurunya sebagai orangtua kedua. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya