mengadakan stay overnight jelang perpisahan dengan para muridnya. Anak-anak itu harus tidur di sekolah, tanpa ditemani oleh ayah bunda mereka, Sabtu (15/6)
Nina Ramayenda puas acara yang dia kreasikan bersama para
guru dinikmati murid. Menurut Nina, Sabtu malam murid bermalam di sekolah.
Mereka mengikuti shalat bersama, kultum, makan bersama. Sambil nonton bersama
anak-anak diajarkan mengambil hikmah dari tontonan yang dia lihat.
“Alhamdulillah orang murid mendukung penuh acara ini. Ini
sangat menggembirakan. Betul-betul menjadi ajang silaturahim antar orang tua. Banyak
yang meminta acara ini tahun ajaran yang akan datang, kalau bisa diadakan di dekat
persawahan atau pantai. Mereka ingin berkotor-kotor bersama anaknya,” ungkap
Nina.
Bagi Nina acara bermalam di sekolah (stay overnight) juga
ujian bagi guru (teacher), sejauh mana keberhasilan mereka mendidik anak selama
ini. Dan alhamdulillah anak-anak senang dan tenang di sekolah bersama teacher
mereka, berarti kasih sayang antara guru dan murid terjalin indah. Anak sudah
mengganggap teachernya sebagai orang tua kedua.
Untuk lebih menggembirakan, anak-anak diajak main lilin,
kembang api di halaman TK. Ajakan seusai hujan reda di malam Minggu itu
disambut meriah anak-anak.
Acara bakar jagung dan pisang bersama anak-anak pun
berlangsung meriah. Apalagi Juni Andrian, tenaga administrasi TK Hauriyah Halum
memutar musik gembira. Mereka asyik memperhatikan bunda dan guru mereka
membakar jagung. Bahkan ada yang nekat terlalu dekat dengan tempat panggangan
jagung itu. Sepertinya juga ingin terlibat aktif dalam pembakaran jagung.
Setelah jagung matang, mereka berebutan. Karena lahapnya,
sampai-sampai mulut dan pipi mereka penuh cemongan minyak mentega dan arang
dari bagian jagung yang sedikit hangus. Namun suasana gembira sungguh dominan
di malam itu, sehingga anak-anak melupakan mereka bakal tidur tidak didampingi
orang tuanya malam itu.
Dewi Susanti yang melihat anaknya Marsya Intania Putri di
malam itu, merasa senang anaknya gembira mengikuti acara. Dia mengaku senang
melihat anaknya bisa mandiri tanpa keterpaksaan.
Malah Dewi mengungkapkan bahwa Marsya yang harus masuk SD tahun
ini, seakan enggan meninggalkan sekolah yang memberi suasana seperti di rumah
kepada muridnya ini. (zul)

0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya