Headlines News :
Home » , , » Ketika Barongsai 'Maarak' Anak Daro

Ketika Barongsai 'Maarak' Anak Daro

Written By zulfadli on Senin, 09 Februari 2015 | 19.09

Padang - Ade ingin memberi sesuatu yang spesial buat istrinya Elsa Viona. Sesuatu yang selalu jadi
kenangan sepanjang usia mereka.

Bukan mahar atau cincin bertatahkan berlian serta barang berharga lainnya yang dia siapkan. Namun proses penyambutan sang isteri di rumah orang tuanya buat melangsungkan resepsi pernikahan mereka.
Penyambutan itu dibuat berbeda dari yang pernah dilakukan orang Minang pada umumnya. Ade memilih barongsai yang berakar dalam budaya Tionghoa.
"Ade ingin yang beda. Babendi, randai, tari pasambahan dan tatacara lainnya dalam adat Minangkabau  telah umum. Barongsai Ade pikir lebih fenomenal dan belum pernah dilakukan orang Minang," ujar Ade Chandra, Sabtu (7/2).
Diakuinya pemikiran ini telah lama dia renungkan. Dia bertekad jika baralek akan memakai barongsai saja. Kebetulan saja pesta perkawinan itu berdekatan dengan tahun imlek 2556. Dengan memilih barongsai, Ade yakin pesta itu jadi sebutan masyarakat, minimal warga sekitar rumahnya di Jalan Bahari Ulak Karang Barat, Padang dan Kampung isterinya di Sawahlunto.

Benar saja, arak-arakan beserta tetabuhan yang dipimpin dua singa dari Tim Barongsai Tjoa Kwa itu mampu menyedot perhatian warga. Mereka berebut mengarahkan hp ke arak-arakan penganten. Bahkan ada yang berfoto selfie dengan latar belakang rombongan itu.

Tak berhenti di situ sepanjang jalan menuju rumah orang tua Ade, warga keluar dari rumah untuk melihat aksi barongsai. Bahkan jelang pintu masuk tenda pesta, atraksi duo singa makin menjadi.

Kedua singa ini pun menyigi panggung pelaminan seolah ingin memastikan tak ada yang membahayakan Keduanya saat duduk di sana. Setelah itu sang singa mempersilakan Ade dan Viona menduduki singgasana raja dan ratu sehari itu.

Ternyata momen ini yang ditunggu kerabat, tetangga dan teman-teman penganten. Mereka berebutan ingin foto bersama penganten dan singa yang duduk manis mendampingi mereka.

Malahan ada diantara mereka yang berupaya foto dua bahkan tiga kali. "Kapan lagi. Bisa untuk update status," kata seorang diantaranya.

Ganti DP dulu ah kata yang lainnya sembari mengaktifkan hp dan mengganti foto profile bbm-nya. Dia pun senyum-senyum sendiri.

Ade juga terlihat senang melihat tingkah polah tersebut. Dia senang upayanya membuat 'sejarah' bisa membahagiakan orang banyak. "Kalau tak unik belum tentu Singgalang mau meliput alek Ade," ujarnya melirik Singgalang yang kebetulan berdiri tak jauh darinya.

Pelatih Tim Barongsai Tjoa Kwa, Iswanto Kwara membenarkan ini  penampilan perdana mereka di acara baralek. Dia tentu merasa bangga orang Minang mau memakai kebudayaan Tionghoa untuk penyemarak pesta mereka.

Berarti keberadaan mereka sebagai warga kota, makin terasa. "Dalam imlek kali ini, warga Tionghoa mengambil tema menuju harmoni. Harmoni sesama Tionghoa dan suku/etnis lain di ibukota Provinsi Sumbar. Melalui kebudayaan salah satunya, kita membaur dengan warga lainnya," kata pria yang akrab dipanggil Iwan ini.

Kesempatan langka ini tentu saja  dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pria yang akrab dipanggil Iwan. Tim pun terlihat sangat termotivasi memberikan pertunjukan terbaik yang mereka bisa.

Barongsai dari Tjoa Kwa ini sering diundang untuk pembukaaan iven dan peresmian kantor di daerah Pondok. Mereka pun pernah menyabet juara empat dunia dalam kejuaraan barongsai yang diadakan di Hongkong dua rahun lalu. Yang membanggakan, mereka sukses dalam penampilan perdana di ajang internasional. Di sana mereka juga menyabet penampilan terbaik lantaran cerita dan peralatan pendukungnya memakai teknologi. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang