Padang - Tak terkira gembiranya 12 penyandang netra yang dididik (kelayan) di Panti
Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato Padang. Mereka diberi kesempatan oleh manajemen Hotel Grand Inna Muara untuk mempraktekkan ilmu yang mereka peroleh selama tiga tahun di panti.
Para kelayan itu diberikan salah satu ruangan di lobby hotel itu untuk memberikan pelayanan massage dan shiatsu kepada tamu mereka. Fasilitas bisa dimanfaatkan secara gratis sejak 17 November lalu.
“Ini baru pertama yang kita lakukan karena Inna Muara sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Ternyata para tamu memberikan sambutan yang sangat positif. Malah mereka minta bidang lainnya,” ungkap Room Division Manager Hotel Grand Inna Muara, Yusbandri.
Dikatakan Yusbandri, hotel mereka mau memberikan fasilitas tersebut lantaran tidak hanya memikirkan keuntungan materil semata. Inilah bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar lokasi usaha mereka. Salah satunya kesempatan yang diberikan kepada penyandang netra dari PSBN.
“Kami memberikan fasilitas kepada kaum disabilitas supaya mereka bisa mengembangkan keterampilan yang mereka dapat. Orang-orang pun bisa tahu keberadaan dan skill yang mereka punyai. Dan Alhamdulillah mendapat tanggapan yang baik dari tamu kami,” tegasnya.
Menurut Yusbandri, para karyawan pun memanfaatkan penyandang disabilitas itu sehabis jam kerja mereka. Sehingga anak-anak netra tersebut praktek hingga malam hari. Dia pun berharap bisa terus menjalin kerjasama dengan Dinas Sosial Sumbar.
Ketua PSBN Tuah Sakato, Heni Yunida gembira mendengar pernyataan Yusbandri. Heni mengungkapkan betapa Innna Muara sangat memberikan suppor terhadap kelayan mereka. Pihak hotel memberikan ruangan di bagian depan hotel. Ruang praktek itu persis di depan restoran sehingga para tamu bisa langsung tahu ada fasilitas massage atau shiatsu. “Sejak pertama di buka, anak-anak kebanjiran tamu,” ujarnya gembira.
Kebetulan ada permintaan karyawan yang ingin dipijat setelah jam kerja, sehingga anak-anak baru dijemput ke panti lagi setelah pukul 21.00 WIB.
Diungkapkan Heni, Anak-anak tentu capek karena satu orang saja bisa mendapat pijatan sekira satu jam lebih. Capek yang mereka rasakan terbayar dengan pujian dari orang-orang yang mereka pijat. Apalagi ada yang membayar mereka karena saking puasnya dengan pijatan anak-anak kendati tidak diterapkan tarif kepada para tamu tersebut. Anak-anak yang tengah praktek sebelum mereka dilepas kepada keluarga masing-masing, tidak boleh meminta bayaran kepada mereka yang dipijat.
“Kami sangat mengapresiasi uluran tangan yang diberikan oleh pihak manajemen hotel ini terhadap anak didik (kelayan) kami. Mereka yang akan menyelesaikan pendidikannya di panti atau diterminasi ini sangat membutuhkan tempat magang untuk mempraktekkan keterampilan mereka.,” ujar Kepala UPTD PSBN Tuah Sakato Padang, Heni Yunida, Rabu (3/12).
Pada tahun ini, para kelayan mendapatkan kesempatan magang di Rumah Sakit Siti Rahmah, di Balai Diklat Kementerian Sosial Pauh-Padang, praktek alumni dan yang terbaru di Grand Inna Muara Hotel. Henni berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kesempatan magang kepada kelayan itu. Perhatian para pihak tersebut amat membantu upaya Dinas Sosial memberdayakan orang-orang berkebutuhan khusus (OBK), berarti mereka membantu menyelamatkan OBK dari jalanan. (zul)
Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato Padang. Mereka diberi kesempatan oleh manajemen Hotel Grand Inna Muara untuk mempraktekkan ilmu yang mereka peroleh selama tiga tahun di panti.
Para kelayan itu diberikan salah satu ruangan di lobby hotel itu untuk memberikan pelayanan massage dan shiatsu kepada tamu mereka. Fasilitas bisa dimanfaatkan secara gratis sejak 17 November lalu.“Ini baru pertama yang kita lakukan karena Inna Muara sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Ternyata para tamu memberikan sambutan yang sangat positif. Malah mereka minta bidang lainnya,” ungkap Room Division Manager Hotel Grand Inna Muara, Yusbandri.
Dikatakan Yusbandri, hotel mereka mau memberikan fasilitas tersebut lantaran tidak hanya memikirkan keuntungan materil semata. Inilah bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar lokasi usaha mereka. Salah satunya kesempatan yang diberikan kepada penyandang netra dari PSBN.
“Kami memberikan fasilitas kepada kaum disabilitas supaya mereka bisa mengembangkan keterampilan yang mereka dapat. Orang-orang pun bisa tahu keberadaan dan skill yang mereka punyai. Dan Alhamdulillah mendapat tanggapan yang baik dari tamu kami,” tegasnya.
Menurut Yusbandri, para karyawan pun memanfaatkan penyandang disabilitas itu sehabis jam kerja mereka. Sehingga anak-anak netra tersebut praktek hingga malam hari. Dia pun berharap bisa terus menjalin kerjasama dengan Dinas Sosial Sumbar.
Ketua PSBN Tuah Sakato, Heni Yunida gembira mendengar pernyataan Yusbandri. Heni mengungkapkan betapa Innna Muara sangat memberikan suppor terhadap kelayan mereka. Pihak hotel memberikan ruangan di bagian depan hotel. Ruang praktek itu persis di depan restoran sehingga para tamu bisa langsung tahu ada fasilitas massage atau shiatsu. “Sejak pertama di buka, anak-anak kebanjiran tamu,” ujarnya gembira.
Kebetulan ada permintaan karyawan yang ingin dipijat setelah jam kerja, sehingga anak-anak baru dijemput ke panti lagi setelah pukul 21.00 WIB.
Diungkapkan Heni, Anak-anak tentu capek karena satu orang saja bisa mendapat pijatan sekira satu jam lebih. Capek yang mereka rasakan terbayar dengan pujian dari orang-orang yang mereka pijat. Apalagi ada yang membayar mereka karena saking puasnya dengan pijatan anak-anak kendati tidak diterapkan tarif kepada para tamu tersebut. Anak-anak yang tengah praktek sebelum mereka dilepas kepada keluarga masing-masing, tidak boleh meminta bayaran kepada mereka yang dipijat.
“Kami sangat mengapresiasi uluran tangan yang diberikan oleh pihak manajemen hotel ini terhadap anak didik (kelayan) kami. Mereka yang akan menyelesaikan pendidikannya di panti atau diterminasi ini sangat membutuhkan tempat magang untuk mempraktekkan keterampilan mereka.,” ujar Kepala UPTD PSBN Tuah Sakato Padang, Heni Yunida, Rabu (3/12).Pada tahun ini, para kelayan mendapatkan kesempatan magang di Rumah Sakit Siti Rahmah, di Balai Diklat Kementerian Sosial Pauh-Padang, praktek alumni dan yang terbaru di Grand Inna Muara Hotel. Henni berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah memberikan kesempatan magang kepada kelayan itu. Perhatian para pihak tersebut amat membantu upaya Dinas Sosial memberdayakan orang-orang berkebutuhan khusus (OBK), berarti mereka membantu menyelamatkan OBK dari jalanan. (zul)

0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya