Headlines News :

Diskop Bantu 945 PKL, Milyaran Rupiah Diserahkan

Written By zulfadli on Sabtu, 13 Desember 2014 | 09.55

Padang - Gubernur Irwan Prayitno minta para pelaku usaha mikro untuk tidak khawatir mengajukan pinjaman ke bank. Untuk pinjaman di bawah Rp20 juta dengan fasilitas kredit usaha rakyat (KUR) bisa tanpa agunan.

Hal ini ditekankan Irwan begitu ada pengurus koperasi yang baru saja mendapat perkuatan modal untuk pedagang kreatif lapangan (PKL) yang jadi anggotanya menyatakan persoalannya saat mendampingi anggotanya untuk mengajukan KUR. Pihak bank selalu meminta jaminan, padahal gubernur mengatakan tanpa jaminan.

“Jika ada pihak bank yang menghambat pelaku usaha mikro untuk mendapat fasilitas KUR, catat bank-nya dan pegawainya itu lalu laporkan kepada saya. Sebab mereka sudah ada perjanjian untuk itu, apalagi jika yang melakukannya itu bank nagari,” tegas gubernur di hadapan pengurus 14 koperasi yang mendapat perkuatan modal bagi PKL anggotanya dan kepala dinas atau bidang yang membawahi koperasi di daerah, Jumat (12/12).

Gubernur mengingatkan pengurus koperasi dan pelaku usaha mikro harus yakin dulu bahwa persyaratan yang diminta oleh pihak bank telah mereka penuhi. Kepala dinas koperasi dan UMKM Sumbar bahkan dia sendiri mau meng antarkan mereka agar bisa bertemu Direktur Utama Bank Nagari agar bisa mendapat fasilitas KUR.

Hanya saja, Irwan pun menjelaskan bahwa pihak bank pun mengatakan padanya pemberlakuan syarat agunan diberlakukan lantaran bank tak punya cara lain buat menolak permohonan tersebut. Pihak bank setelah melakukan kunjungan ke tempat pelaku usaha itu, diyakini dia belum layak mendapat bantuan. Bank mendapati si pemohon tidak punya tempat usaha yang tetap, perkembangan usahanya juga kurang menjanjikan. Dan parahnya lagi, terbaca dia bakal kurang serius mengembalikan pinjaman.

“Jadi silakan bapak-bapak pengurus koperasi meninjau dulu kekuatan anggotanya melakukan pinjaman. Kita bakal sama-sama menemui direktur bank bersangkutan. Sebab pasti lebih menguntungkan membeli barang dengan cara tunai daripada kredit, lebih murah beli banyak dibanding sedikit,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Irwan juga memotivasi pengurus dan pelaku usaha yang mendapat bantuan modal itu. Diajaknya para hadirin berhitung untung rugi meminjam di bank, rentenir atau memakai modal sendiri.

Analisa dan analogi yang dia berikan membuat hadirin tertawa sambil mengangguk membenarkan pernyataan sang gubernur. “Dengan bunga yang tinggi pada rentenir saja bisa membayar apalagi bunga bank atau bunga koperasi yang jauh lebih kecil. Jangan gemetar juga bila berurusan dengan bank,” ungkapnya.
945 PKL dibantu

Irwan didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 945 PKL. Masing-masing PKL mendapat Rp2 juta, sehingga total bantuan yang diberikan berjumlah Rp1,89 miliar.

Dikatakan Achmad para PKL itu mendapat bantuan karena telah tergabung dalam koperasi. Pada tahun ini ada 14 koperasi pada enam daerah yang mendapatkannya. Direncanakan ada 1000 PKL yang mendapatkannya, namun dari hasil regisrasi yang dilakukan oleh Tim Registrasi PKL Universitas Andalas, didapatkan 945 pelaku usaha yang berhak dapat bantuan itu.

Bantuan modal lunak itu hanya diberlakukan bunga 6 persen per tahun atau 0,5 persen per bulan. “Kita ingin meningkatkan kesejahteraan pedagang asongan, pedagang di pasar nagari atau pedagang keliling lewat koperasi. Memang nilainya kecil namun itulah kemampuan kita. Moga dinas di daerah bisa menganggarkannya pula,” ungkap Achmad. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang