Padang - TK Semen Padang dan TK Dian Andalas berkolaborasi memberikan pengalaman keagamaan kepada anak-anak kedua TK itu. Mereka mengadakan peragaan manasik haji di Masjid Jabal Rahmah Indarung, Padang, Kamis (16/10).
"Di saat umat Islam yang memiliki kemampuan fisik, mental dan harta melaksanakan ibadah haji ke Mekah, kita ingin pula merasakan suasana ibadah itu kepada anak-anak. Makanya kita rancang kegiatan ini sebagai agenda tahunan dan dilakukan di Masjid Jabal Rahmah yang punya KBIH dengan fasilitas pendukung yang lengkap," ujar Kepala TK Semen Padang, Deni Lastri.
Dijelaskan Deni, peralatan yang cukup lengkap kita bisa mempraktekkan semua prosesi ibadah haji. Termasuk penyembelihan kurban yang diserahkan ke panti asuhan. Pengalaman keagamaan ini diharapkan mampu menanamkan memori yang memotivasi mereka untuk melakukan ibadah haji yang sebenarnya. Tentu mereka harus rajin belajar dan semangat bekerja sedari dini untuk bisa mewujudkannya.
Kegiatan itu juga merupakan wujud visi dan misi TK-nya untuk menanamkan keimanan dan ketaqwaan sedini mungkin. Visi dan misi diintegrasikan ke dalam pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan efektif serta menyenangkan.
Deni mengungkapkan sebelum memperagakan manasik haji, anak-anak sudah diceritakan bagaimana kisah di balik diwajibkannya ibadah haji dan kurban. Anak-anak pun termotivasi menabung untuk kurban.
Senada dengan itu, Kepala TK Dian Andalas, Hj. Nofliwati menyatakan haji merupakan bagian Rukun Islam yang harus diperkenalkan kepada anak. Memang anak-anak kelihatannya ada yang kurang perhatian namun sebenarnya mereka menyimak setiap kegiatan yang mereka ikuti. Buktinya saat ditanya, mereka mampu memberikan jawaban yang benar saat ditanya.
Lagipula, ibadah haji mungkin telah dijalani oleh orang tua atau kakek dan neneknya. Jadi anak-anak cukup antusias mengikuti. Ditambah lagi dengan kisah-kisah yang menyertai tiap prosesi ibadah itu.
Orang tua anak, Irwan Mashudi pun sangat mendukung kegiatan penanaman nilai keislaman kepada anak. Kita sebagai orang tua merasa terbantu dalam mendidik anak terutama di era informasi dan teknologi seperti ini. "Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur dan bertaqwa. Jangan seperti yang ditontonnya di sinetron atau media sosial," tegasnya. (zul)
"Di saat umat Islam yang memiliki kemampuan fisik, mental dan harta melaksanakan ibadah haji ke Mekah, kita ingin pula merasakan suasana ibadah itu kepada anak-anak. Makanya kita rancang kegiatan ini sebagai agenda tahunan dan dilakukan di Masjid Jabal Rahmah yang punya KBIH dengan fasilitas pendukung yang lengkap," ujar Kepala TK Semen Padang, Deni Lastri.
Dijelaskan Deni, peralatan yang cukup lengkap kita bisa mempraktekkan semua prosesi ibadah haji. Termasuk penyembelihan kurban yang diserahkan ke panti asuhan. Pengalaman keagamaan ini diharapkan mampu menanamkan memori yang memotivasi mereka untuk melakukan ibadah haji yang sebenarnya. Tentu mereka harus rajin belajar dan semangat bekerja sedari dini untuk bisa mewujudkannya.
Kegiatan itu juga merupakan wujud visi dan misi TK-nya untuk menanamkan keimanan dan ketaqwaan sedini mungkin. Visi dan misi diintegrasikan ke dalam pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif dan efektif serta menyenangkan.
Deni mengungkapkan sebelum memperagakan manasik haji, anak-anak sudah diceritakan bagaimana kisah di balik diwajibkannya ibadah haji dan kurban. Anak-anak pun termotivasi menabung untuk kurban.
Senada dengan itu, Kepala TK Dian Andalas, Hj. Nofliwati menyatakan haji merupakan bagian Rukun Islam yang harus diperkenalkan kepada anak. Memang anak-anak kelihatannya ada yang kurang perhatian namun sebenarnya mereka menyimak setiap kegiatan yang mereka ikuti. Buktinya saat ditanya, mereka mampu memberikan jawaban yang benar saat ditanya.
Lagipula, ibadah haji mungkin telah dijalani oleh orang tua atau kakek dan neneknya. Jadi anak-anak cukup antusias mengikuti. Ditambah lagi dengan kisah-kisah yang menyertai tiap prosesi ibadah itu.
Orang tua anak, Irwan Mashudi pun sangat mendukung kegiatan penanaman nilai keislaman kepada anak. Kita sebagai orang tua merasa terbantu dalam mendidik anak terutama di era informasi dan teknologi seperti ini. "Kami ingin anak-anak tumbuh sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur dan bertaqwa. Jangan seperti yang ditontonnya di sinetron atau media sosial," tegasnya. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya