Padang - Begitu
dinyatakan lulus, Indra Dwipa terlihat langsung menangkupkan tangan ke
wajahnya. Cukup lama. Dia seperti menahan tangis dan matanya pun
memerah. Haru biru yang dirasakan Indra akhirnya diketahui semua orang setelah dia diberi kesempatan berbicara. Nada bicaranya sering terputus oleh isak tangis. Hingga ada hadirin yang memberikan sapu tangan pengganti yang basah oleh air mata Indra.
“Sungguh saya tidak bisa menahan keharuan ini. Begitu mendengar saya dinyatakan lulus, langsung teringat Ayah Djafaruddin dan Ibu Nurmahyar yang tidak bisa hadir ,” ungkap Indra seusai acara.
Dikatakannya, sang ayah yang juga mengambil keahlian di bidang pertanian tidak bisa menjadi doktor. Ayahnya ditolak lantaran sudah bergelar profesor yang didapatnya dari banyak menulis karya ilmiah. Kini dia bisa jadi doktor dan berjuang keras untuk mendapatkannya berkat dorongan sang ayah tersebut. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya