Headlines News :
Home » , , » Hindari Keramba Jala Apung di Danau Kembar dan Singkarak

Hindari Keramba Jala Apung di Danau Kembar dan Singkarak

Written By zulfadli on Senin, 29 September 2014 | 07.32

Alahan Panjang - Masyarakat Alahan Panjang diimbau untuk berperan aktif menjaga kelestarian dua danau
di daerah mereka. Danau Diatas dan Danau Dibawah diharapkan bebas dari keramba jala apung (KJA). Masyarakat diminta untuk tidak bermimpi menggantungkan kehidupan dengan berlomba membuat KJA di danau-danau tersebut.

“Cukuplah pengalaman di Danau Maninjau menjadi cerminan bagi kita semua. Masa-masa emas berkeramba di danau paling bisa dinikmati 5-10 tahun,” ujar Kepala Pusat Penelitian Ekoregion Sumatera, Amral Ferry pada “Sosialisasi Penyelamatan Ekosistem Danau di Kabupaten Solok”, Sabtu (27/9).

Amral menegaskan, Pusat Penelitian Ekoregion (PPE) Sumatera yang dia pimpin amat menentang kebijakan kepala daerah yang menggalakkan budidaya ikan di danau-danau. Termasuk Sing karak yang diatur zonasinya. Sebab, umumnya mereka tidak melengkapinya dengan rencana penyelamatan ekosistem danau. Sebagai akibatnya dapat disaksikan berulangkalinya terjadi kematian ikan massal di Maninjau. 

Menurut Amral, kematian ikan itu disebabkan terjadinya overtone di danau tersebut. Masyarakat memberikan makanan ikan tanpa memperhatikan ambang batas yang diperlukan ikan dan baku mutu air. Sisa makanan itu mengendap ke dasar danau dan inilah yang menjadi ‘racun’ yang siap menebar kerugian kepada petani ikan keramba. Belum lagi aneka limbah yang masuk ke danau.

“Jadi jangan mimpi untuk menggantungkan kehidupan kepada keramba ikan. Apalagi daerah ini kaya dengan komoditas pertanian dan holtikulturanya. Aktifkan lagi penyuluh pertanian agar hasilnya maksimal, tanpa meng andalkan pestisida dan insektisida,” ungkapnya di hadapan unsur Muspika Lem bah Gumanti, Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Solok dan Bapedalda Sumbar. (*)

Anggota Komisi VII DPR, Azwir Dainy Tara pun menegaskan 400-an masyarakat yang hadir jadi pionir dalam pengelolaan lingkungan danau. Pepohonan harus juga dijaga keberadaannya untuk menjamin ketersediaan air untuk lahan pertanian dan danau.
Sebagai mitra dari Kementrian Lingkungan Hidup, Komisi VII terus melakukan upaya penyelamatan danau di Sumatera Barat. Tingkat kerusakan lingkungan danau sudah sangat parah dan bisa mengancam keberlangsungan masyarakat yang berada di sekitar danau.
Untuk itu, Azwir berharap agar masyarakat mengelola sampah pertanian, rumahtangga atau usahanya. Dia mengingatkan jangan membuangnya ke aliran sungai yang nantinya bermuara ke danau dan akan merusak ekosistem danau. Dia berharap masyarakat Solok bang- ga punya Danau Singkarak yang ikan bilihnya terkenal, juga iven olahraganya yang mendunia.
Masyarakat juga diminta menggunakan racun hama sesuai aturan dan jika sudah sangat diperlukan. Jangan sampai merugikan petani beberapa tahun ke depan. Azwir yang berulangkali bisa ke gedung DPR mewakili masyarakat Solok pun mengaku berani mengatakan itu lantaran dia pun merupakan petani. Azwir punya seratusan hektar lahan pertanian di Bogor. Hasilnya memuaskan lantaran memakai bibit unggul, menerapkan aturan pertanian dan dikelola secara organik.
Sebagaimana kebiasaan Azwir, acara sosialisasi selalu diikuti pemberian bantuan kepada masyarakat. Kendati di ujung pengabdian, Azwir berupaya agar bantuan pemerintah itu tetap yang terbaik. Ada becak motor untuk mengangkut bibit, pupuk atau sampah, 50 cangkul dan 2500 bibit pohon dan buah-buahan.
Sekretaris Nagari Alahan Panjang Agussalim menyambut gembira bantuan yang diberikan PPE dan Azwir kepada masyarakat nagarinya. Di ujung pengabdian, Azwir tetap ingat kepada masyarakat yang memilihnya. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang