Padang - Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar memfasilitasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Pesisir Selatan. Sebanyak 30 UMKM daerah itu dibantu untuk bisa mendapatkan informasi bagaimana mengakses (kredit usaha rakyat) KUR di BRI dan Bank Nagari. Data-datanya ke-30 UMKM itu pun langsung dikantongi kedua BUMN itu.“Dinas terus berupaya melakukan fasilitasi bagi UMKM yang usahanya layak dikembangkan namun belum bankable,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma yang diwakili Kabid PUMKM, Desmadi Idrus, Senin (15/9).
Dikatakan Desmadi, sosialisasi KUR terus dilakukan lantaran masih banyak pelaku usaha yang belum mendapatkan informasi tentang hal itu. Kalaupun ada, informasinya sepotong-sepotong sehingga sikap mereka beragam menanggapi KUR ini.
Apalagi kini banyak bermunculan usaha baru yang layak mendapatkan perkuatan permodalan agar usahanya berkembang lebih baik. KUR bisa jadi pilihan bagi yang belum bisa mengakses kredit komersial dari bank.
Dikatakan Desmadi, program KUR merupakan pembiayaan modal kerja atau investasi kepada usaha UMKM dan koperasi. Persyaratan lebih mudah dan tingkat bunga yang lebih rendah. Bank penyalur umumnya menerapkan agunan lantaran uang yang dipergunakan berasal dari nasabah.
Dalam sosialisasi di Hotel Anordio Painan (11/9) itu dihadirkan narasumber Rahmat Hidayat dari Bank Nagari dan Taufik Qurachman dari BRI.
Dijelaskan Rahmat, KUR bisa diakses lansung ke bank pelaksana seperti Bank Nagari atau lewat lembaga keuangan mikro dan koperasi melalui program linkage.
Di Bank Nagari, nilai pinjaman maksimal untuk KUR mikro Rp20 juta dengan suku bunga 10,5 persen per tahun. Namun tidak ada biaya kredit. Sementara untuk KUR Ritel bisa meminjam hingga Rp500 juta dengan bunga 13 persen per tahun, secara sliding atau floating. Ada biaya provisi satu persen.
Diungkapkan Rahmat, pada 2014 Bank Nagari sudah menyalurkan KUR sebesar Rp1,9 triliun. Plafon kredit itu dinikmati 51.573 debitur.
Taufik memperjelas kategori belum bankable. Diantaranya jenis dan nilai agunan, legalitas usaha, lama usaha dijalankan serta laporan keuangan yang belum memenuhi ketentuan perbankan.
Perizinan yang dimiliki saja bisa berupa surat keterangan usaha dari kelurahan. Dokumen pengajuan KUR minimal berupa identitas pribadi atau pengelola usaha ditambah dokumen pendukung tempat usaha yang digunakan, buku catatan keuangan serta rekening tabungan di bank.
Menurut Taufik, KUR Mikro bisa dilayani BRI Unit. Plafon kreditnya maksimal Rp20 juta. Bunganya hingga 22 persen per tahun. Sedangkan KUR Ritel yang berplafon sampai Rp500 juta harus dilayani kantor cabang atau cabang pembantu. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya