Headlines News :
Home » , , » Mahasiswa Pasca Sarjana UBH Bisa Tamat Tiga Semester

Mahasiswa Pasca Sarjana UBH Bisa Tamat Tiga Semester

Written By zulfadli on Rabu, 06 Agustus 2014 | 23.10

Padang - Kurikulum dan kedisiplinan yang diterapkan di Program Pasca Sarjana Universitas Bung Hatta (UBH) makin memberi keuntungan kepada mahasiswa strata-2 (S2)nya. Mereka bisa tamat lebih cepat. Rata-rata, perkuliahan dari berbagai prodi yang ada di sana memungkinkan untuk tamat dalam tiga semester.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Program Pascajana UBH, Prof Nasfryzal Carlo. “Semua program studi (prodi) yang ada di Program Pasca Sarjana Universitas Bung Hatta bias ditamatkan dalam tiga semester.  Kami telah merancang kurikulum dan kedisiplinan untuk membantu mahasiswa cepat menamatkan studinya,” ungkap Carlo, Selasa (5/8).

Dikatakannya, kurikulum yang bisa membantu mahasiswa bisa cepat tamat itu merupakan hasil pengkajian dan pengembangan yang mereka lakukan dari tahun ke tahun. Dan telah terbukti mampu menunjukkan hasil yang menggembirakan. Mahasiswa bisa tetap berprestasi kendati mereka pun disibukkan oleh rutinitas pekerjaan. Malah menjadi lulusan terbaik tingkat universitas pula.

Tak kalah pentingnya, kata Carlo, semua prodi di program magister (S2) yang dia pimpin telah terakreditasi. Didukung sarana dan prasarana penunjang yang komprehensif dan berkualitas. Dosennya pun tamatan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.

Malah dosen universitas ternama di dalam maupun luar negeri pun ikut mendukung program pasca sarjana UBH. Mereka ada yang menjadi tenaga pengajar (dosen tamu) atau memberikan fasilitas di universitas mereka bagi mahasiswa pasca sarjana UBH.

Namun seberapa pun baiknya kurikulum yang diterapkan di pasca sarjana UBH, kedisiplinan mahasiswa amat menentukan. Untuk itulah, pada tahun awal mereka dibekali dengan motivasi untuk gemar mendalami ilmu pengetahun. Terutama yang berkaitan dengan penelitian. Ini berlaku bagi keenam program studi (prodi) di sana seperti prodi pengelolaan sumberdaya perairan, pesisir dan kelautan (PSP2K), prodi manajemen, teknik sipil, ilmu hokum, arsitektur, serta prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Terkait penelitian ini, Magister Teknik Sipil dengan konsentrasi Manajemen Risiko Bencana (MRB) berpeluang besar untuk menghasilkan hal-hal bermanfaat di bidang kebencanaan. Bisa jadi kontribusi positif pula bagi Sumatra Barat yang termasuk daerah rawan bencana.

Dukungan dari BNPB terhadap MRB ini baik berbentuk rekomendasi bagi UBH agar instansi atau lembaga, komunitas yang konsen dengan masalah kebencaanaan memilih UBH sebagai tempat mereka menambah wawasan dan keahlian. Ketua BNPB pun jadi dosen tamu di MRB. Tamu atau lembaga yang bekerja sama dengan BNPB juga diarahkan untuk memperhatikan Bung Hatta.

Carlo pun mengungkapkan dukungan dari akademisi dan praktisi yang tergabung di Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) terhadap UBH. Banyak peluang dan kesempatan yang bisa dimanfaatkan, apalagi Ketua IABI salah satu pengajar juga di MRB itu.

Bahkan, Nagari Batu Bajanjang pun siap jadi pusat penelitian bagi para calon magister yang mengambil konsentrasi MRB. Penelitian diyakini lebih mudah dan lebih berdaya guna, karena daerah itu bakal dijadikan nagari binaan universitas tersebut.

Sebanyak 32 mahasiswa KKN-PPM (tematik) telah coba mengidentifikasi rencana aksi sekaitan dijadikannya daerah itu daerah tangguh bencana oleh BNPB, BPBD Sumbar dan BPBD Kab. Solok. Rencana aksi ini bisa ditindaklanjuti mahasiswa strata-2 MRB.

“Jadi masih ada waktu berfikir bagi para calon mahasiswa hingga Sabtu (9/8). Saat itulah kesempatan terakhir jadi mahasiswa strata-2 pada 22 program studi yang kami selenggarakan di semester ganjil 2014/2015 ini,” tegas Carlo. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang