Padang - Adanya permintaan dari calon mahasiswa pasca sarjana Universitas Bung Hatta (UBH) untuk memberi kesempatan kuliah di universitas yang mengambil salah satu nama bapak proklamator Indonesia itu, maka Direktur Program Pasca Sarjana UBH Prof Nasfryzal Carlo masih membuka peluang. Terlebih calon mahasiswa itu masih menunggu keluarnya izin kuliah dari atasannya.
“Kita masih memberikan peluang terakhir bagi para calon mahasiswa pascabsarjana Universitas Bung Hatta. Ujian masuk diadakan pada 9 Agustus nanti. Jadi masih ada kesempatan berfikir bagi mereka di momen libur Idul Fitri 1435 H,” ujar pria yang akrab dipanggil Carlo itu, Jumat (25/7).
Dikatakan Carlo, kebijakan itu diambil lantaran ada calon mahasiswa yang belum bisa ikut pada ujian masuk gelombang I dan II yang telah mereka adakan beberapa waktu lalu. Calon mahasiswa itu berharap masih ada kesempatan bagi ujian masuk berikutnya jelang perkuliahan terlaksana.
Dikatakan Carlo, peluang paling besar masih terbuka bagi para calon mahasiswa S2 itu di Program Studi Teknik Sipil dengan konsentrasi Manajemen Risiko Bencana (MRB). Untuk konsentrasi ini, pengelola program pascasarjana memutuskan untuk memberi perhatian lebih terhadap konsentrasi ini.
Sebabnya, ujar Carlo, UBH satu-satunya universitas swasta yang membuka konsentrasi MRB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saja memberikan dukungan penuh. Selain edaran kepada kepala daerah, lembaga yang konsen dengan bencana agar menjadikan MRB Universitas Bung Hatta sebagai rujukan untuk menambah ilmu tentang kebencanaan. Menteri da
Baru-baru ini Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) juga mensuppor Universitas Bung Hatta (UBH) melaksanakan Prodi Magister Teknik Sipil dengan konsentrasi MRB ini. Salah satu pengajarnya asal UGM, Prof Sudibyakto ditunjuk sebagai Ketua IABI pertama. Ini jelas peluang berharga bagi pengajar dan mahasiswa S2 yang mengambil konsentrasi MRB.
“Alhamdulillah, dukungan baru dari IABI terhadap salah satu konsentrasi di pascasarjana kita. Ini menambah semangat kita untuk lebih mengembangkan MRB,” ujar Carlo.
IABI, kata Carlo beranggotakan peneliti, praktisi dan akademisi yang konsen dengan masalah kebencanaan. Faktor ini memperkuat pertimbangan membuka kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa strata dua bagi konsentrasi MRB.
Namun dalam ujian pada 9 Agustus nanti, pasca sarjana UBH pun penerimaan kesempatan bagi prodi lainnya seperti pengelolaan Sumberdaya perairan pesisir dan kelautan (PSP2K), prodi manajemen, prodi ilmu hukum, arsitektur dan prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. (Zul)
“Kita masih memberikan peluang terakhir bagi para calon mahasiswa pascabsarjana Universitas Bung Hatta. Ujian masuk diadakan pada 9 Agustus nanti. Jadi masih ada kesempatan berfikir bagi mereka di momen libur Idul Fitri 1435 H,” ujar pria yang akrab dipanggil Carlo itu, Jumat (25/7).
Dikatakan Carlo, kebijakan itu diambil lantaran ada calon mahasiswa yang belum bisa ikut pada ujian masuk gelombang I dan II yang telah mereka adakan beberapa waktu lalu. Calon mahasiswa itu berharap masih ada kesempatan bagi ujian masuk berikutnya jelang perkuliahan terlaksana.
Dikatakan Carlo, peluang paling besar masih terbuka bagi para calon mahasiswa S2 itu di Program Studi Teknik Sipil dengan konsentrasi Manajemen Risiko Bencana (MRB). Untuk konsentrasi ini, pengelola program pascasarjana memutuskan untuk memberi perhatian lebih terhadap konsentrasi ini.
Sebabnya, ujar Carlo, UBH satu-satunya universitas swasta yang membuka konsentrasi MRB. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saja memberikan dukungan penuh. Selain edaran kepada kepala daerah, lembaga yang konsen dengan bencana agar menjadikan MRB Universitas Bung Hatta sebagai rujukan untuk menambah ilmu tentang kebencanaan. Menteri da
Baru-baru ini Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) juga mensuppor Universitas Bung Hatta (UBH) melaksanakan Prodi Magister Teknik Sipil dengan konsentrasi MRB ini. Salah satu pengajarnya asal UGM, Prof Sudibyakto ditunjuk sebagai Ketua IABI pertama. Ini jelas peluang berharga bagi pengajar dan mahasiswa S2 yang mengambil konsentrasi MRB.
“Alhamdulillah, dukungan baru dari IABI terhadap salah satu konsentrasi di pascasarjana kita. Ini menambah semangat kita untuk lebih mengembangkan MRB,” ujar Carlo.
IABI, kata Carlo beranggotakan peneliti, praktisi dan akademisi yang konsen dengan masalah kebencanaan. Faktor ini memperkuat pertimbangan membuka kesempatan terakhir bagi calon mahasiswa strata dua bagi konsentrasi MRB.
Namun dalam ujian pada 9 Agustus nanti, pasca sarjana UBH pun penerimaan kesempatan bagi prodi lainnya seperti pengelolaan Sumberdaya perairan pesisir dan kelautan (PSP2K), prodi manajemen, prodi ilmu hukum, arsitektur dan prodi pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. (Zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya