Padang - Adabiah terus melestarikan olahraga pencak silat sebagai olahraga bela diri asli Minangkabau. Itu ditandai dengan mewajibkan setiap siswa mengikutinya sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler.
Dengan jumlah siswa Adabiah semakin banyak dan arena latihan tak mencukupi lagi, pihak sekolah menjalin kerjasama dengan Ikatan Pencak Silat Budi Suci (IPSBS) Sumbar. Artinya, tak hanya latihan di sekolah namun juga dilaksanakan di GOR namun pelatihnya pun berasal dari IPSI Sumbar, khususnya IPSBS tersebut.
Ketua YSO Adabiah, Ali Asmar kepada Singgalang usai penyerahan secara simbolis siswa Adabiah kepada pengurus IPSI Sumbar di GOR H. Agus Salim, Sabtu (9/8) mengatakan, silat yang berasal dari Sumbar sudah menjadi olahraga beladiri internasional. Masyarakat Sumbar cukup berbangga dengan itu, dan terus melestarikannya.
“Yang dilakukan Adabiah, sebagai bentuk melestarikan silat tersebut kepada generasi muda supaya semakin digali dan diminati. Tak hanya itu, juga berpretasi dalam cabang olahraga tersebut,” ujar Ali Asmar.
Prosesi penyerahan peserta didik untuk berlatih silat ini dilakukan oleh H. Ali Asmar kepada Ketua Ikatan Pencak Silat Budi Suci (IPSBS) Sumbar AKBP Delvia Derita. Hadir dalam kesempatan itu Sekretaris Yayasan Rustam beserta unsur pimpinan YSO Adabiah, para kepala sekolah dan guru, Pembina IPSBS Dr. H. Rafles, Guru Besar IPSBS Artis Dt. Rajo Indo dan Zulman serta pengurus IPSBS Sumbar lainnya.
“Kegiatan ekstrakurikuler guna membentuk peserta didik di YSO Adabiah sesuai dengan nama perguruan ini yang akar katanya adab atau karakter. Lewat pencak silat ini diharapkan bisa membentuk mereka menjadi insan yang beradab, punya etika, peduli sesama dan berkarakter,” Ali Asmar.
Dikatakan, banyak nilai-nilai luhur yang terdapat dalam silat ini. Lewat silat, anak-anak dipersiapkan untuk sehat secara jasmani dan rohani.
Disebutkannya, dalam cabang olahraga silat siswa Adabiah cukup berprestasi. Sebelumnya, siswa Adabiah berlatih silat di sekolah dengan Silat Pauh.
Ke depan, akan dikembangkankan dengan standar silat nasional dan internasional sehingga para siswa Adabiah bisa berprestasi pada tingkat nasional dan internasional.
Penunjukan Budi Suci untuk melatih peserta didik di Adabiah, sangat diapresiasi oleh Ketua IPSBS, Delvia Derita. IPSBS bertekad akan berupaya semaksimal mungkin guna menjaga kepercayaan yang diberikan Adabiah.
Dia bersama pengurus IPSBS dan para guru besar akan melatih peserta didik di Adabiah secara berkesinambungan, baik di komplek sekolah atau di luar sekolah, seperti GOR H. Agus Salim.
Pria yang juga Kasubdit Waster Direktorat Pam Obvit Polda Sumba ini yang didampingi Artis Dt Rajo Indo mengungkapkan, pelajar Adabiah mulai SMP akan dilatih dasar-dasar silat. Dan bagi yang berumur 16 tahun ke atas (telah punya pendirian tentang hal baik dan buruk) barulah diajarkan 10 jurus Budi Suci. Mereka baru bisa melakukan olah pernafasan. Olah tenaga dalam pun dilatih dan akan semakin bagus jika diperkuat dengan banyak melakukan kebaikan dan zikir kepada Allah SWT.
Namun bukan latihan tenaga dalam yang jadi fokus IPSBS, Delvia yang diamini guru besar lainnya, Zulman dan Rafles bertekad menjadikan pelajar Adabiah menjadi generasi handal dan berkarakter. Kalau bisa berprestasi hingga tingkat nasional dalam olahraga pencak silat. Sebab Silaturahmi Budi Suci telah jadi bagian Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dan Zulman pun telah berpengalaman melatih atlet PON Sumbar. (103/zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya