Ali Asmar. Pamong senior ini mengajak organisasi massa (ormas) terutama ormas dimana dia ada di dalamnya seperti MKGR, PGRI dan KUKMI Sumbar untuk menyikapi isu-isu yang berkembang secara bijak.
Sekda menilai umumnya anggota ketiga ormas itu adalah PNS. Untuk itu seharusnya mampu jadi pemersatu dan teladan dalam menyikapi seputar pemilihan presiden, berkembangnya keresahan terhadap aturan jumlah murid perkelas dan penerapan sekolah gratis di Padang, berlakunya masyarakat ekonomi ASEAN dan pergantian kepala daerah di Sumbar di 2015 mendatang serta konsolidasi rganisasi.
al itu disampaikan sekda dalam temu ramah bersama ormas jelang buka bersama di rumah dinasnya, Sabtu (19/7).
“Kami dari pemerintah provinsi mengimbau para ormas ikut menjaga stabilitas di daerah. Terkait 22 Juli nanti kita ingin kondisi tetap tenang, siapapun yang terpilih nantinya. Tetaplah menjadi orang cerdas sebagaimana yang telah ditunjukkan selama ini,” ungkap Ali Asmar, yang didampingi Ketua PGRI Sumbar H. Zainal Akil, Sekretaris MKGR/KUKMI Sumbar Rustam dan sejumlah unsur di ketiga ormas itu.
Ali Asmarjuga mengharapkan yayasan pengelola sekolah, kepala sekolah, guru dan pihak terkait lainnya bisa menahan diri dan hendaknya memahami kebijakan-kebijakan pemerintah. Aturan yang menetapkan satu kelas/rombel diikuti 36 anak pasti berakibat sekolah swasta kekurangan murid. Ditambah lagi kebijakan sekolah gratis yang diterapkan Pemko Padang.
“Saya sebagai ketua yayasan sekolah swasta juga merasakan dampak kebijakan itu. Namun kita harus memberikan kesempatan kepada Walikota Padang menjalankan program yang dijanjikannya dulu. Program ini kan pro kerakyatan harus kita dukung dan pasti ada perbaikan nantinya. Saya lihat ini sekalian saringan untuk sekolah menunjukkan keunggulannya agar jadi pilihan peserta didik,” ujar Ketua Yayasan Syarikat Oesaha Adabiah itu.
Ali Asmar meminta Pemerintah Kota Padang terutama dinas pendidikan mempergencar sosialisasi programnya tersebut. Dengan cara ini semua pihak diharapkan bisa memahami dan mendukung program tersebut.
Sebagai orang yang pernah menjalankan program sekolah gratis ketika jadi Sekda Padang Panjang, Ali Asmar minta Pemko Padang memperhatikan dukungan APBD dan sumber lain untuk itu. Jangan gratiskan semuanya, karena akan membuat lesu kegiatan ekstrakurikuler. Berikan juga kesempatan sekolah untuk penyediaan seragam olahraga misalnya yang dikelola koperasi sekolah. Lewat cara ini, koperasi terbantu, warga sekolah pun akrab dengan koperasi.
Pernyataan Ali Asmar didukung Zainal Akil. Kebijakan satu rombel berjumlah 36 orang sangat besar dampaknya. Ada sekolah yang kekurangan murid, guru yang kekurangan jam mengajar yang disyaratkan sertifikasi. Belum lagi peingkatan SDM guru terkait penerapan kurikulum 2013. “Ini jadi fokus kita,” ujarnya.
PGRI, kata Zainal Akil, bakal terus mengawal kebijakan pemerintah daerah agar pro terhadap dunia pendidikan. Terkait pengembangan SDM, Guru atau anak guru yang melanjutkan pendidikannya di STKIP PGRI.
Senada dengan itu, Yonefis, tokoh muda MKGR pun mendukung Ali Asmar. Menurut dia, MKGR siap menjalankan amanat Ketua Umum. Pengurus MKGR di kabupaten/kota yang baru terpilih dan akan dilantik simultan usai lebaran nanti pun telah bersiap menyukseskan program MKGR Sumbar. (zul/sepriandy)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya