Headlines News :
Home » , » BKIM Perhatikan Kesehatan Mata Tuna Netra

BKIM Perhatikan Kesehatan Mata Tuna Netra

Written By zulfadli on Rabu, 24 Juli 2013 | 14.06

Belasan tuna netra di UPTD Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato, Kalumbuk Padang gembira. Ada harapan kesehatan mata para kelayan PSBN tersebut membaik setelah UPTD Balai Kesehatan Indra Masyarakat (BKIM) menunjukkan kepedulian kepada mereka. Sembilan dari 15 penderita low vision menerima kacamata untuk mengkoreksi kelainan refraksi mata mereka di Aula BKIM, Gunung Pangilun Padang, Selasa (23/7).

Sejak Maret, BKIM memberikan layanan kesehatan mata bagi 50 penyandang netra. Layanan itu dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kelainan pada penglihatan kelayan PSBN itu.

“Alhamdulillah sembilan penderita netra yang mempunyai kelainan refraksi, masih bisa dikoreksi matanya dengan pemberian kacamata. Tiga penderita dengan kelainan lensa (katarak) sebenarnya dapat ditanggulangi melalui operasi. Namun mereka tidak bersedia untuk dilakukan operasi,” ujar Kepala UPTD BKIM, Nany SR.

Dari 50 tadi, umumnya ditemukan kelainan menetap. Mmungkin dari lahir atau sejak kecil atau akibat penyakit/infeksi lain yang tak tertangani dengan tuntas di masa lalu. Namun bagi yang masih bisa ditangani, BKIM memberikan layanan prima untuk itu. Sebab ini sudah merupakan tugas BKIM dalam rangka Vision 2020.

Bahkan Nurmaini, kelayan yang baru saja menamatkan pendidikannya di PSBN berkemungkinan besar akan dioperasi karena diyakini dia bisa melihat lagi jika matanya dioperasi. Mai begitu dia dipanggil ternyata menderita katarak. Namun jika dibiarkan akan muncul penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan total padanya (glaukoma).

Sayangnya, keluarga Mai menolak tindakan operasi meski dia tak perlu membayar. Mereka sangat khawatir Mai tidak bisa melihat lagi setelah operasi. Dua teman Mai juga menderita katarak dan tidak diizinkan tindakan operasi oleh keluarganya.

Erma, Kasi Pelayanan di PSBN bersyukur karena 9 dari 15 penderita low vision di PSBN direkomendasikan untuk mendapatkan kacamata. Pemberian kacamata diharapkan bisa mengoreksi kelainan refraksi dari kesembilan anak tersebut.

“Alhamdulillah kerjasama yang kita bina bersama BKIM sejak awal tahun ini membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. Kami jadi lebih tahu kualitas penglihatan kelayan kami. Apalagi kelainan refraksi di mata mereka ada yang bisa dikoreksi,” ujar Erma.

Nany yang didampingi stafnya, Yulia Roza mengigatkan pemakaian kacamata awalnya pasti kurang nyaman. Mereka menyarankan jika pusing saat berdiri memakai kacamata, maka lepas sementara. Namun harus terus diusahakan memakainya. Jika setelah satu tahun tidak nyaman juga, maka mereka bisa memeriksakan ulang kondisi kesehatan matanya.

Kelayan bernama, Sari Darwas, mengungkapkan rasa senangnya. Dia mengaku kini matanya sedikit agak lebih rileks. Biasanya bola matanya terasa tegang, lalu kepalanya sering sakit setelah itu. Dia juga menceritakan bahwa awalnya dia seperti tersiksa setelah minum obat yang diberikan. Namun berkat motivasi dari instruktur, Darwas kini bisa tersenyum.

Begitu juga Arif yang bersaudara delapan orang dan umumnya menderita low vision. Ada juga yang buta total kini pun merasa bangga memakai kacamatanya. Apalagi Roza, Emma dan Bunda Yes mengatakan betapa gagahnya Arif dengan kacamata itu, orang pun tak akan tahu Arif menderita low vision. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang