Upaya menjadikan Puskud sebagai distributor pupuk bersubsidi ibarat harga mati bagi jajaran pengurusnya. Sebanyak 332 KUD yang tergabung di dalamnya menumpangkan harapan besar agar mereka lebih diberi peluang untuk mengecerkan pupuk bersubsidi itu.
‘’Waktu rapat anggota tahunan dua hari lalu, kami terlibat diskusi panjang membicarakan upaya menjadikan koperasi unit desa yang sempat berjaya sebelum era reformasi,’’ Sekretaris Puskud Nazar Saria, Kamis (2/5).
Terkait kejayaan KUD di masa lalu itu, Nazar begitu semangat bercerita. Dia juga mengungkapkan bagaimana KUD yang didirikan setiap ada 600-900 hektare sawah tersebut bisa bersaing berkat dukungan dan pembinaan pemerintah. Roda ekonomi di perdesaan bergairah. Petani bisa tersenyum cerah sebab mereka bisa mendapatkan pupuk dengan harga relatif murah dan mdudah.
Kala itu, ujar Nazar, petani benar-benar merasakan keberadaan koperasi yang mewadahi mereka. Apalagi peran KUD diperkuat lewat Inpres No.4 Tahun 1973 dan Inpres No.2 Tahun 1978. ‘’Tahun 1995 Indonesia bisa swasembada pangan. KUD memegang peran sentral dalam keberhasilan itu,’’ tegas Nazar yang dibenarkan oleh Ketua Puskud, Asli Malin, Wakil Ketua Zamzawir Ranzam, Bendahara dan Wakil Sekretaris Syafrizal.
Namun Nazar kurang setuju jika dukungan penuh dari pemerintah membuat KUD merasa ‘dininabobokkan’. Dan lumpuh saat pemerintah mencabut hak penuh koperasi untuk mendistribusikan pupuk dan sembilan bahan pokok.
‘’Buktinya masih banyak KUD yang bertahan. Bahkan ada yang berkembang hingga kini. Tetap dipercaya sebagai pengecer/distributor pupuk bersubsidi,’’ ujar Zamzawir.
Puskud pun, kata Zamzawir, dipercaya sebagai distributor pupuk, semen dan garam. Sejumlah perbankan diakui Zamzawir siap mendukung pendanaan jika Puskud diberi peran lebih. ‘’Jangankan jadi distirbutor tunggal, 30 persen saja kami diberi peran, insya allah bisa memperkuat kembali KUD-KUD yang ada,’’ katanya.
Saat ini, dicontohkan Zamzawir, dari 58 distributor baru dua KUD yang dipercaya Petrokimia Gresik. Koperasi tersebut adalah KUD Padang Sibusuk di Sijunjung dan KUD Duku Batu Hampar Pesisir Selatan.
Diakui Nazar dan Zamzawir, belum semua KUD yang siap bersaing. Untuk itu percayakan kepada Puskud sebagai induk KUD di provinsi untuk jadi distributor. Dan hal ini terbukti di tiga daerah. KUD sukses mendistribusikan pupuk bersubsidi di Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan Limapuluh Kota.
Satu bukti otentik lagi, ujar Nazar, keberhasilan Puskud jadi PPOB rekening listrik. Meski dengan modal pendamping Rp5 miliar dari bank, PLN memberikan kepercayaan.
Hasilnya, KUD-KUD di jaringan Puskud bisa membukukan penagihan listrik Rp30-35 miliar sebulan. ‘’Puskud pun bersiap untuk jadi distributor gas elpiji. Peluang ini dijajaki Induk Koperasi Unit Desa (Inkud),’’ ujar Asli Malin. (zul)
‘’Waktu rapat anggota tahunan dua hari lalu, kami terlibat diskusi panjang membicarakan upaya menjadikan koperasi unit desa yang sempat berjaya sebelum era reformasi,’’ Sekretaris Puskud Nazar Saria, Kamis (2/5).
Terkait kejayaan KUD di masa lalu itu, Nazar begitu semangat bercerita. Dia juga mengungkapkan bagaimana KUD yang didirikan setiap ada 600-900 hektare sawah tersebut bisa bersaing berkat dukungan dan pembinaan pemerintah. Roda ekonomi di perdesaan bergairah. Petani bisa tersenyum cerah sebab mereka bisa mendapatkan pupuk dengan harga relatif murah dan mdudah.
Kala itu, ujar Nazar, petani benar-benar merasakan keberadaan koperasi yang mewadahi mereka. Apalagi peran KUD diperkuat lewat Inpres No.4 Tahun 1973 dan Inpres No.2 Tahun 1978. ‘’Tahun 1995 Indonesia bisa swasembada pangan. KUD memegang peran sentral dalam keberhasilan itu,’’ tegas Nazar yang dibenarkan oleh Ketua Puskud, Asli Malin, Wakil Ketua Zamzawir Ranzam, Bendahara dan Wakil Sekretaris Syafrizal.
Namun Nazar kurang setuju jika dukungan penuh dari pemerintah membuat KUD merasa ‘dininabobokkan’. Dan lumpuh saat pemerintah mencabut hak penuh koperasi untuk mendistribusikan pupuk dan sembilan bahan pokok.
‘’Buktinya masih banyak KUD yang bertahan. Bahkan ada yang berkembang hingga kini. Tetap dipercaya sebagai pengecer/distributor pupuk bersubsidi,’’ ujar Zamzawir.
Puskud pun, kata Zamzawir, dipercaya sebagai distributor pupuk, semen dan garam. Sejumlah perbankan diakui Zamzawir siap mendukung pendanaan jika Puskud diberi peran lebih. ‘’Jangankan jadi distirbutor tunggal, 30 persen saja kami diberi peran, insya allah bisa memperkuat kembali KUD-KUD yang ada,’’ katanya.
Saat ini, dicontohkan Zamzawir, dari 58 distributor baru dua KUD yang dipercaya Petrokimia Gresik. Koperasi tersebut adalah KUD Padang Sibusuk di Sijunjung dan KUD Duku Batu Hampar Pesisir Selatan.
Diakui Nazar dan Zamzawir, belum semua KUD yang siap bersaing. Untuk itu percayakan kepada Puskud sebagai induk KUD di provinsi untuk jadi distributor. Dan hal ini terbukti di tiga daerah. KUD sukses mendistribusikan pupuk bersubsidi di Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman dan Limapuluh Kota.
Satu bukti otentik lagi, ujar Nazar, keberhasilan Puskud jadi PPOB rekening listrik. Meski dengan modal pendamping Rp5 miliar dari bank, PLN memberikan kepercayaan.
Hasilnya, KUD-KUD di jaringan Puskud bisa membukukan penagihan listrik Rp30-35 miliar sebulan. ‘’Puskud pun bersiap untuk jadi distributor gas elpiji. Peluang ini dijajaki Induk Koperasi Unit Desa (Inkud),’’ ujar Asli Malin. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya