Headlines News :
Home » , » Menanti Kelahiran Penerus King di Djarum Indonesia Open

Menanti Kelahiran Penerus King di Djarum Indonesia Open

Written By zulfadli on Senin, 13 Mei 2013 | 02.33

Dukung badminton sebagai kebanggan bangsa! Pernah dengar Liem Swie King? Pecandu olahraga bulutangkis tentu tahu siapa dia. King demikian dia dipanggil adalah jawara di arena bulutangkis dunia.

Jump smasnya ditakuti lawan. Itu senjata andalan King dalam mematikan permainan lawan. Smash sambil melompatnya menjadi ciri khas pebulutangkis kelahiran Kudus, 28 Februari 1956 itu. Hingga lahirlah julukan King Smash yang disematkan buat gaya smash khasnya tersebut.

Dia merupakan generasi emas kedua di tunggal putra. Sang legenda ini dianggap penerus kejayaan yang ditinggal Rudy Hartono.

Lahirnya generasi penerus King ini menjadi harapan sekaligus impian PB Djarum yang telah melatih atlet bulutangkis sejak 1969 silam. PT Djarum melalui Djarum Foundation ingin mengulang sukses mereka melahirkan King.

Dulu, atlet muda yang berbakat seperti Liem Swie King muncul dari kegiatan pembinaan di PB Djarum yang memang awalnya diperuntukkan bagi para karyawannya. Mereka berlatih sehabis bekerja. Namun hasilnya mereka torehkan dengan tinta emas dalam sejarah perbulutangkisan Indonesia.

King pernah mengecap tiga gelar All England dan empat runner-up. Jejak langkahnya di dunia bulutangkis

difilmkan. Film itu diberi judul sama dengan  nama kecilnya:  “King”. Berkat King-lah PB Djarum serius mengembangkan perbulutangkisan. King adalah legenda bagi PB Djarum. Dia pemain PB Djarum pertama yang menjuarai All England di tahun 1978.

Saat prestasi Bulutangkis Indonesia terpuruk, lahirnya penerus  Liem Swie King hendaknya menjadi harga mati bagi pembina bulutangkis di negeri ini. Tak terkecuali PB Djarum. PB Djarum yang terus membina atlet-atlet muda, harapan itu bisa kita tumpangkan.

Nama PT Djarum layak mendapatkan perhatian karena lewat program Djarum Foundation, perusahaan ini memberikan ruang bagi pembinaan atlet berbakat. Tak tanggung-tanggung, sebagaimana diwartakan Sindonews, PD Djarum berani mengeruk pundi-pundinya hingga Rp30 miliar rupiah untuk keperluan ini.

Para atlet muda yang sudah memiliki dasar-dasar bulutangkis dibina di GOR Jati yang sudah diresmikan sejak 27 Mei 2006. GOR ini diperuntukkan pemusatan latihan atlet tunggal putra dan putrid PB Djarum. Sementara pemain ganda dilatih di PB Djarum Jakarta.

Sebagai ilustrasi, sebagai mana yang diwartakan Islahuddin, GOR seluas  29.450 m2 didirikan di atas lahan 43.207 m2. Gelanggang  ini memiliki standar internasional. Di dalam kompleks tersebut ada gedung seluas 4.925 m2 yang memuat 16 lapangan.  12 diantaranya beralaskan kayu dan sisanya beralaskan karet sintetis.

Juga terdapat asrama atlet seluas 1.834 m2. Asrama ini memiliki 40 kamar terpisah untuk putra dan putri. Tiap kamar berisi dua orang dengan fasilitas tempat tidur dan meja belajar. Rumah pelatih pun disediakan.

Gedung olahraga dilengkapi tribune penonton di kanan kirinya. Sementara penunjang lainnya adalah ruang pertemuan, perkantoran, ruang makan, ruang kebugaran, ruang komputer, ruang audio visual,dan ruang perpustakaan. Itulah berbagai sarana dan prasarana yang disediakan PT Djarum terhadap pembinaan generasi muda yang berbakat di bidang bulutangkis.

Kepedulian PB Djarum terhadap Bulutangkis membuahkan hasil. Sederet pemain andalan Indonesia pernah tercatat sebagai atlet binaannya. Sebut saja Ardi B Wiranata, Alan Budi Kusuma, Haryanto Arbi, Eddy Hartono, Gunawan, Bambang Suprianto, Sigit Budiarto, Chandra Wijaya, Trikus Haryanto, Minarti Timur, Maria Kristin Yulianti dan lain-lain.

Bahkan Tontowi Ahmad menjadi andalan Indonesia di sektor ganda campuran. Ia berpasangan dengan Lilyana Natsir menjadi Juara Ganda Campuran All England 2012. Saat ini pemain mudanya juga sudah mulai berbicara di level dunia.

Prestasi yang ditorehkan PB DJarum tersebut dihasilkan dari rekrutmen dan program beasiswa dari PB Djarum. Tiap tahun pemain berusia 12-13 tahun bisa mengkuti audisi umum atlet PB DJarum yang tahun ini diadakan tanggal 28-30 Juni 2013.

Melalui rekrutmen yang bagus, sistem pemusatan latihan, dan seringnya ikut kejuaraan bulutangkis, diharapkan akan lahir King atau Rudi Hartono baru. Mudah-mudahan di Piala Sudirman yang diadakan di Kualalumpur Malaysia pada 19-26 Mei nanti menjadi tabir pembuka. Ataukah  di Djarum Indonesia Open 2013 Super Series Premier 2013 pada 11-16 Juni ini, menjadi tonggak sejarah lahirnya Liem Swie King baru. Minimal menjadi awal kebangkitan kembali bulutangkis Indonesia. Olahraga kebanggaan Indonesia.

Jika ini terjadi, kian lengkaplah sejarah dicatat dalam kejuaraan tersebut. Satu yang pasti adalah penggunaan teknologi  mata elang yang pertama kalinya di pertandingan itu. Dengan teknologi ini, bisa dilihat tayangan lambat untuk  meihat jatuhnya shuttlecock. Begitu juga dengan teknologi shuttlecock, raket, serta perlengkapan lainnya. Kita tunggu saja!!!
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang