Headlines News :

TPKU Mampu Layani Kebutuhan Pontren/Sekolahnya

Written By zulfadli on Senin, 01 April 2013 | 00.09



Program tempat praktik keterampilan usaha (TPKU) yang dilaksanakan kementerian pada pondok pesantren (pontren) dan lembaga pendidikan perdesaan lainnya, telah membuahkan hasil menggembirakan. Mereka umumnya bisa melayani kebutuhan makanan atau seragam santri di pontren.

“Perkembangan ini amat menggembirakan. Artinya pontren atau lembaga pendidikan pedesaan yang dijadikan TPKU bisa menjadi tempat mendidik dan melatih wirausahawan baru,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma saat rapat  di aula dinas tersebut, Padang, Kamis (28/3).

Achmad yang didampingi Kabid Pemberdayaan Usaha Koperasi, Erman, sangat gembira terhadap ekspose potensi TPKU di Sumbar tersebut. Umumnya TPKU itu telah mampu memenuhi kebutuhan santri di pontren di mana TPKU itu berada. Ada yang bisa memenuhi permintaan seragam harian, ada pula yang menjadi mitra Kemenag di daerah mereka.

“Pontren Al Manaar di Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota telah menerima order pakaian olahraga dari Kemenag setempat,” ujar Achmad mencontohkan.

TPKU Al Manaar yang dikelola Maryati itu untuk tahun ini diminta membuatkan seragam harian Madrasah Ibtidaiyah Negeri di Limapuluh Kota. Bahkan Al Manaar, ‘dimodali Kemenag untuk pembuatan pakaian olahraga dalam rangka peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) mereka.
TPKU Pontren Ar Risalah di Aie Dingin Padang, layani kebutuhan roti, serabi dan penganan lainnya bagi santri dan penghuni pontren itu.

Hal yang sama juga dialami Pontren Iqra, di Tarusan Pesisir Selatan. Setelah dapat TPKU pada 2010 berupa 20 mesin jahit dan satu mesin obras senilai Rp100 juta. Dapat lagi bantuan Rp120 juta dari Kemenag. Peralatan TPKU Iqra bertambah 25 mesin jahit dan 1 mesin obras.

“Sebanyak 20 siswa kami dapat pelatihan pula dari Singer Padang. Sepuluh diantaranya sudah tamat dan mereka bekerja di berbagai usaha jahit dan sulaman di Pessel dan Padang,” ujar Oky Hardiyansah, manager TPKU.

Sementara itu, Pontren Diniyyah Pasia Agam yang punya TPKU di bidang konveksi dan sulaman telah bisa menggaji empat pelatihnya dari usaha TPKU. Selain bisa memenuhi kebutuhan pontren, TPKU menjalin kerjasama dengan konveksi di sekitar lokasi mereka.

Seperti tak mau kalah, MTI Paninggahan Solok, sebagai TPKU bungsu di Sumbar sudah dapat sinyal positif dari Kemenag Kabupaten Solok. Pengelolanya, Murni K, yang baru menerima program ini 2012 lalu telah diminta kesiapannya guna memenuhi orderan pakaian seragam untuk HAB 2014.

Peran pengurus yayasan, pemimpin pontren dan koperasi yang menaungi TPKU sangat strategis. Sikap positif mereka berkontribusi banyak terhadap pengembangan TPKU. Di Arrisalah, acara-acara yang dilaksanakan sekolah atau yayasan selalu memanfaatkan TPKU.

Hingga akhir triwulan pertama 2013 ini, sudah ada satu TPKU yang disetujui Kementerian Koperasi dan UKM. Masih ada 3 lagi yang sedang diproses. Namun Erman mengungkapkan masih ada kemungkinan untuk menambah jumlah TPKU untuk Sumbar.

“Dari 100 program TPKU yang akan dilaksanakan tahun ini, baru 40 buah yang disetujui. Jadi masih ada kesempatan bagi daerah menambah usulan mereka,” Erman.

Bagi kabupaten/kota yang berminat mengusulkan pontren atau lembaga pendidikan di daerahnya sebagai TPKU, hendaknya memilih yang punya calon TPKU bisa menyiapkan ruangan 7x10 meter, punya intruktur tetap dan ada koperasinya. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang