Headlines News :

LPDB Berikan Pinjaman Berbunga Rendah

Written By zulfadli on Rabu, 17 April 2013 | 09.17

Lembaga Pengembangan Dana Bergulir (LPDB) memberikan prioritas kepada koperasi dan UMKM (KUM KM)  Sumbar. Kemudahan ini lantaran masih rendahnya penyerapan perkuatan permodalan dari LPDB oleh KUMKM Sumbar.

‘’Kami berikan prioritas kepada koperasi dan UMKM Sumbar untuk mendapat perkuatan permodalan dari LPDB,’’ ujar Direktur Utama LPDB, Kemas Danial usai sosialisasi di Grand Inna Muara Padang, Kamis (16/4).

Kemudahan yang diberikan LPDB itu, kata Kemas ibarat jalan tol bagi KUMKM Sumbar. Sebab, biasanya waktu pengurusannya paling cepat bisa memakan waktu 15 hari. Itu pun kalau persyaratan lengkap. Jika tidak memiliki kelengkapan yang disyaratkan, maka waktunya bisa lebih lama lagi.
Menurut Kemas, waktu pengurusan pun bisa lama lantaran banyaknya proposal yang masuk ke LPDB.
‘’Saat ini, sudah ada 11.000-an proposal yang menunggu antrean. Jika diikuti mekanisme yang berlaku, maka Sumbar akan tetap rendah penyerapannya,’’ kata Kemas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma, menyebutkan, Dirut LPDB memberikan kuota kepada KUMKM Sumbar untuk menyerap dana yang Rp100 miliar tersebut. Uang sebanyak itu harus bisa diserap oleh koperasi dan UMKM Sumbar dalam waktu tiga bulan. Tentu saja dengan proposal yang layak. Jika terpenuhi, akan ditambah lagi Rp100 miliar.

Target ini memang cukup berat. Diakui oleh Achmad, penyerapan dana dari LPDB untuk daerah Sumbar  baru Rp17,6 miliar. Belum seperlima dari target yang diberikan Kemas. ‘’Ini memang target yang berat, namun kita akan berupaya agar dana itu bisa diserap koperasi dan UMKM di Sumbar,’’ ujarnya.

Lagipula, kata Achmad dalam kapasitasnya mewakili Gubernur Sumbar, dinas atau bidang yang membawahi koperasi di daerah, hadir dalam sosialisasi yang digelar oleh LPDB itu. Mereka mendengarkan langsung uraian dari Direktur Utama. Mereka pun tahu prioritas dan kemudahan yang bakal diberikan LPDB bagi Sumbar.

Sosialisasi dari Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar sudah cukup banyak. Di tiap acara atau pelatihan selalu diinformasikan tentang LPDB beserta keunggulannya. Namun sikap proaktif pelaku UMKM dan pengurus koperasi amat dituntut di sini.
Selain itu, kata Achmad, pinjaman dari LPDB lebih diarahkan ke sektor riil yang sifatnya produktif.

‘’Kita harus bisa memanfaatkan pinjaman berbunga rendah dari LPDB ini karena tingkat bunganya relatif rendah. Besarnya 9% untuk simpan pinjam dan 6% untuk sektor riil. Cukup rendah dibandingkan bank,’’ ujar Achmad.

Achmad berharap, koperasi dan UMKM di Sumbar yang usahanya sudah layak bisa membuat proposal bisnis ke LPDB. Achmad juga menegaskan, LPDB akan menjalin kerjasama dengan PT Jamkrida untuk mengatasi KUMKM yang kesulitan agunan. ‘’Manfaatkanlah sebaik mungkin. Ibaratnya LPDB sumber permodalan untuk berbisnis bagi UMKM,’’ ujarnya.

Dia pun mewanti-wanti agar koperasi dan UMKM yang menerima perkuatan permodalan dari LPDB harus disiplin membayar pinjaman tersebut. Jika tidak hal itu akan memberikan citra yang kurang baik bagi LPDB. ‘’Dana bergulir yang diberikan LPDB bukan hibah. Bantuan itu harus dikembalikan,’’ tegas Achmad. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang