Headlines News :

Kerajinan Sumbar Jadi Produk Unggulan Indonesia

Written By zulfadli on Kamis, 04 April 2013 | 07.20


Kementerian Koperasi dan UKM tengah mempersiapkan produk kerajinan Sumbar sebagai unggulan.
Produsen hasil kerajinan (handycraft) tersebut akan didampingi oleh tim dari Kementerian Koperasi dan UKM. Pendampingan selama setahun ini dimaksudkan menjadikan produk handycraft Sumbar sebagai salah satu primadona ekspor Indonesia.

"Kami minta kepada Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar untuk menginformasikan kepada dinas terkait di daerah untuk mempersiapkan produk kerajinan daerah mereka. Pengrajinnya akan didampingi selama setahun," kata Armel Arifin, Kepala Divisi Bisnis, Lembaga Layanan Pemasaran KUKM, Rabu (3/4).

Dalam kegiatan sosialisasi dan motivasi bagi sarjana wirausaha yang diadakan Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar itu, Armel menegaskan bahwa pelaku usaha handycraft Sumbar harus memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.

"Ini merupakan tahap kedua. Pada tahap sebelumnya ada 7 provinsi yang sudah menikmati hasilnya," ujar Armel sambil memuji produk handy craft Sumbar.

Ketujuh daerah itu adalah Yogyakarta, Sulawesi Selatan, Bali, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat. Produk unggulan dari daerah-daerah tersebut direview, didesain ulang (redesign). Proses desain ulang produk ini didampingi oleh tim dari kementerian hingga produk punya standarisasi. Artinya produk yang dilempar ke pasaran adalah produk yang telah melewati kontrol kualitas.

Dijelaskan Armel, pelaku usaha pun diikutkan berbagai pelatihan dan magang. Bahkan untuk pemasarannya, kementerian mengikutkan mereka pada berbagai pameran baik dalam maupun luar negeri. Produk tersebut akan dipajang di galeri SME Tower milik kementerian yang selalu dikunjungi oleh tamu negara. SME Tower (SMESCO), tegas Armel adalah rumah UKM Indonesia dan bisa pula dimanfaatkan oleh produk kuliner di berbagai daerah.

Namun, kata Armel, masih terbatas pada makanan kering (dry food). Gedung promosi milik kementerian koperasi tersebut bisa dimanfaaatkan oleh UMKM dan koperasi untuk mempromosikan produknya. "UKM Gallery disa diakses langsung oleh UMKM dengan sistem komisi. Sedangkan Paviliun Provinsi diakses lewat dinas koperasi di tiap provinsi. Produk yang didisplay di paviliun provinsi hanya dikenai pajak 10 persen," ujar Armel.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar yang diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM, Desmadi Idrus menyambut baik hal ini. "Kegiatan ini menguntungkan bagi pengembangan UMKM di daerah ini. Kita akan fasilitasi sebaik mungkin,’’ kata pria yang akrab dipanggil Didit ini.

Didit berharap daerah-daerah yang memiliki sentra kerajinan bisa memanfaatkan peluang ini. ‘’Sarjana wirausaha yang hadir dalam acara ini pun bisa mendapatkan ide bagi pengembangan usaha mereka. Mereka juga tidak perlu ragu jika produknya bermutu. Ada LLP-KUKM yang siap membantu,’’ ujar Didit. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang