Headlines News :

Delapan Kabupaten Masih Tertinggal

Written By zulfadli on Jumat, 05 April 2013 | 04.38

 Ketertinggalan dan kemiskinan masih membayangi delapan kabupaten di Sumbar. Kondisi itu harus cepat

dituntaskan. Keduanya termasuk dalam prioritas pembangunan pada 2014 yang akan dimusyawarahkan pada Senin hingga Rabu (8-10 April).
Hal itu diungkapkan Kepala Bappeda Sumbar, Rahmat Syahni dalam pertemuan di ruang kerjanya, Kamis (4/3). “Ada delapan daerah tertinggal di Sumbar menurut Kementerian PDT. Daerah harus lebih fokus mengupayakan agar rencana pemprov tak ada lagi daerah tertinggal di 2015,” ujar Rahmat.
Kedelapan daerah itu, kata Rahmat, termasuk tiga daerah pemekaran, Pasaman Barat, Dharmasraya dan Solok Selatan.

Tercantum juga Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sijunjung, Pesisir Selatan, Solok dan Padang Pariaman. Kepala daerah beserta SKPD terkait diminta lebih fokus agar terbebas dari ketertinggalannya.

“Ada atau tidak ada daerah tertinggal di suatu daerah, bantuan anggaran tetap akan ada. Hanya saja dalam bentuk lain dan jumlah yang lebih besar,” tegasnya.

Menteri PDT, Helmi Faisal akan hadir dalam musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) yang digelar Bappeda Sumbar tersebut di Hotel Pangeran Beach.  Menteri PDT akan menjadi salah satu pemakalah dalam kegiatan itu.

Diungkapkan Rahmat, ada 40 kriteria yang ditetapkan Kementerian PDT. Di antaranya infrastruktur (sarana dan prasarana), kesehatan, pendidikan, perekonomian dan lain sebagainya.

Agar musrenbang benar-benar bermanfaat bagi daerah ini, Rahmat  berharap agar bupati/walikota, Bappeda se-Sumbar, SKPD terkait, Polda, Korem, instansi vertikal (kanwil), perguruan tinggi, LSM, tokoh masyarakat, asosiasi profesi, Kadin dan organisasi masyarakat diundang dapat berkontribusi positif.
“Ajukanlah usulan apa saja yang harus kita lakukan di 2014 nanti,”  ujarnya.

Harapan besar Rahmat dilatarbelakangi beratnya target pada 2014.  Indeks pembangunan manusia (IPM) harus 75,44. PDRB Sumbar dipatok Rp135 triliun dengan laju pertumbuhan 7,13 persen. Adapun tingkat pengangguran diupayakan 5,5 persen dan tingkat kemiskinan 7,35 persen.

Sementara pada 2012, IPM terealisasi pada angka 74.28. PDRB yang tercapai Rp110,1 triliun. Adapun tingkat pengangguran 6,52 persen dan tingkat kemiskinan 8,00. “Sungguh target yang berat. Namun akan lebih ringan jika semua pihak ikut berkontribusi positif. Tunjukkanlah pada Musrenbang nanti,” tegasnya yang diamini Sekretaris Bappeda, Hefdi dan Kasubag Program, Rismunandar. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang