Materi seputar perkuatan permodalan sangat diminati peserta pelatihan peningkatan kompetensi pengurus koperasi dan UMKM se-Sumbar.
Mereka antusias menanggapi materi yang disampaikan Tim Divisi Kredit dan Micro Banking Bank Nagari di Balatkop Sumbar, Padang, Senin (3/12).
“Materi seperti ini amat diharapkan. Dan sungguh tepat bagi koperasi yang sudah jalan,” ujar Ketua KPN Guru SD Payakumbuh Timur, Ruswan Atra.
Menurut Ruswan, pembahasan seputar kredit tiada habisnya. Sebab beda bank lain pula kebijakannya.
Mereka pun mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah, baik pusat maupun di daerah.
Materi kredit program yang disampaikan tim dari Bank Nagari ini mampu menyita perhatian peserta pelatihan.
Banyak pengurus koperasi yang mengajukan pertanyaan tentang proses pencairan kredit di Bank Nagari terkait KUR, ada yang menanyakan tentang kredit bagi komoditas pertanian yang mereka miliki.
Berdasarkan pantauan Singgalang, semua dijelaskan dengan lugas oleh perwakilan dari Bank Nagari. Mereka mampu menyajikan bagaimana kredit program di BUMD terkemuka di Sumbar itu mudah dari segi persyaratan, cepatnya proses dan ringannya bunga. Bahkan KUR yang menurut aturan pemerintah bisa menerapkan bunga 22 persen, Bank Nagari bisa jauh lebih murah.
Perbaikan manajemen
Kepala Bidang Bina Kelembagaan dan Penyuluhan Koperasi pada Dinas Koperasi UMKM Sumbar, Dina Febriyanti, pada hari kedua itu memberikan materi Penataan Manajemen dan Organisasi Koperasi.
Menurut Dina, manajemen koperasi hendaklah ditata secara professional.
Menanggapi kendala yang dihadapi koperasi, Dina akan coba mengusulkan pelatihan untuk membuat SOP ini.
“Koperasi pun sebenarnya bisa mengikuti pelatihan yang tidak dibiayai dinas dengan menggunakan dana pendidikan yang harus dialokasikan tiap koperasi,” katanya. (zulfadli)
(Diterbitkan di Harian Singgalang Edisi Selasa 4 Desember 2012, Halaman A-8)
Mereka antusias menanggapi materi yang disampaikan Tim Divisi Kredit dan Micro Banking Bank Nagari di Balatkop Sumbar, Padang, Senin (3/12).
“Materi seperti ini amat diharapkan. Dan sungguh tepat bagi koperasi yang sudah jalan,” ujar Ketua KPN Guru SD Payakumbuh Timur, Ruswan Atra.
Menurut Ruswan, pembahasan seputar kredit tiada habisnya. Sebab beda bank lain pula kebijakannya.
Mereka pun mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah, baik pusat maupun di daerah.
Materi kredit program yang disampaikan tim dari Bank Nagari ini mampu menyita perhatian peserta pelatihan.
Banyak pengurus koperasi yang mengajukan pertanyaan tentang proses pencairan kredit di Bank Nagari terkait KUR, ada yang menanyakan tentang kredit bagi komoditas pertanian yang mereka miliki.
Berdasarkan pantauan Singgalang, semua dijelaskan dengan lugas oleh perwakilan dari Bank Nagari. Mereka mampu menyajikan bagaimana kredit program di BUMD terkemuka di Sumbar itu mudah dari segi persyaratan, cepatnya proses dan ringannya bunga. Bahkan KUR yang menurut aturan pemerintah bisa menerapkan bunga 22 persen, Bank Nagari bisa jauh lebih murah.
Perbaikan manajemen
Kepala Bidang Bina Kelembagaan dan Penyuluhan Koperasi pada Dinas Koperasi UMKM Sumbar, Dina Febriyanti, pada hari kedua itu memberikan materi Penataan Manajemen dan Organisasi Koperasi.
Menurut Dina, manajemen koperasi hendaklah ditata secara professional.
Menanggapi kendala yang dihadapi koperasi, Dina akan coba mengusulkan pelatihan untuk membuat SOP ini.
“Koperasi pun sebenarnya bisa mengikuti pelatihan yang tidak dibiayai dinas dengan menggunakan dana pendidikan yang harus dialokasikan tiap koperasi,” katanya. (zulfadli)
(Diterbitkan di Harian Singgalang Edisi Selasa 4 Desember 2012, Halaman A-8)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya