Headlines News :
Home » , , » FIB Fasilitasi Kenaikan Pangkat Guru

FIB Fasilitasi Kenaikan Pangkat Guru

Written By zulfadli on Jumat, 23 Januari 2015 | 01.21

Padang - Rintihan para guru yang kesulitan naik pangkat, didengar para dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Bung Hatta. Mereka yang tergabung dalam kelompok pengabdian masyarakat FIB, berupaya memfasilitasi agar para guru itu menikmati kenaikan pangkatnya tepat waktu.

"Kita banyak mendengar dari mahasiswa bahwa guru, saudara atau kenalannya kesulitan dalam pengurusan kenaikan pangkatnya. Malah ada yang sudah 10 tahun blom naik pangkat. Sedih mendengarnya apalagi persoalannya cukup sederhana," ujar Ketua tim PKM FIB Universitas Bung Hatta, Dr. Yusrita Yanti, Kamis (22/1).

Yusrita dan kawan-kawan coba menelisik kebenaran ocehan para mahasiswanya itu. Sejumlah kenalan membenarkannya. Permasalahan paling krusial yang menyebabkannya ternyata kemampuan guru-guru tersebut terbatas dalam penulisan ilmiah, termasuk karya tulis ilmiah populer. Mereka pun tidak punya sarana dan jaringan agar tulisan ilmiahnya dimuat di surat kabar atau jurnal. Akibatnya kum mereka tidak memenuhi persyaratan kenaikan pangkat.

Sebagian mereka merasa pasrah dengan keadaan itu dan berpikir biarlah tidak naik pangkat. asalkan masih tetap bisa mengajar di depan kelas.

Uniknya, guru yang mengalami kesulitan juga berasal dari kalangan berpendidikan strata-2. "Jadi kami berfikir harus ikut memfasilitasi hal itu. Jangan sampai mereka kesulitan terus seperti itu," tegas Yusrita.

Sebagai dosen kewajibannya melakukan tridharma perguruan tinggi yaitu pengajaraan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat .Yusrita beserta rekannya dari FIB UBH melakukan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Ketua timnya Dr Yusrita Yanti, bersama Dra. Erizanelfi, M.Hum. dan Dra. Iman Laili, M.Hum mulai berbagi keilmuan dengan  para guru.

Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia digandeng untuk meningkatkan menulis para pahlawan tanpa tanda jasa itu. Tim mengawali dengan memberikan pengetahuan bagaimana kiat-kiat menuangkan ide. Sebab ide ada tapi tanpa kemampuan menuliskannya tentu percuma.

Guru-guru dibekali  dengan kiat menuangkan ide, sistematika karya ilmiah, bagaimana cara memilih topik, membuat outline dan pengorganisasian penulisan, cara memadukan kalimat dan paragraf dengan menggunakan alat-alat kohesi gramatikal dan leksikal sehigga tulisan menjadi padu, koheren,  efektif dan komunikatif. Peserta pelatihan juga dibekali dengan ilmu diksi dan penggunaan bahasa efektif.

"Alhamdulillah, ada yang telah berhasil menuliskan ide mereka dan ternyata tulisan mereka bagus-bagus. Kami berharap terus bisa menularkannya kepada guru-guru di Sumbar," harapnya.

Jelang akhir tahun lalu, 25 guru di Padang dan 25 orang di Sicincin telah mendapat sentuhan berkat Ketua MGMP Bahasa Indonesia (BI) Kota Padang Yurnelis, MGMP BI Sicincin  Anasrul, dan kepala sekolah SMP Negri 1 di daerah 2 x 11 Enam Lingkung.

Karena memberdayakan pendidik, Dirut Semen Padang, Benny Wendri memberikan dukungan baik moril maupun materil. CSR perusahaan Semen Padang itu ikut mendanai kegiatan itu. Bahkan ada sinyal baik untuk kegiatan ikutannya.

"Kami mengucapkan terima kasih untuk dukungan itu dan berharap kedepannya pelatihan pengembagan profesional guru ini akan dilaksanakan di berbagai daerah lainnya. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang