Padang - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM memfasilitasi nasabah binaan terbaiknya. Para nasabah diikutkan dalam iven gang mereka gelar. PNM Festive UMKM Fair 2014 yang mengusung tema “Kreasi Anak Bangsa Menuju Pasar Global” dilaksanakan di Public Plaza Mall Ratu Indah (MARI) Makassar.
Iven ini berlangsung selama 2 hari, 20 – 21 Desember 2014. Dalam kegiatan itu, PNM juga memperkenalkan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebagai agen utama yang memfasilitasi pelaku UMKM di daerah untuk memasarkan beragam produknya kepada masyarakat di sekitar Makassar.
Pemimpin PNM Cabang Makassar, Maimun Bakri menjelaskan, selain mengenalkan ULaMM, pameran produk UMKM ini bertujuan untuk mendekatkan produk-produk UMKM kepada masyarakat. “Pameran ini merupakan ekspo hasil pemberdayaan UMKM oleh PNM sekaligus etalase produk-produk UMKM unggulan di wilayah Makassar dan sekitarnya,” jelasnya.
PNM Cabang Makassar, lanjut Maimun, secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM di seluruh jaringan layanan ULaMM. BUMN yang ditugasi memberdayakan usaha mikro kecil ini memberikan pembekalan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha, serta sikap optimistis dalam membangun bisnis ke depan. PNM Makassar selalu menerapkan nilai-nilai modal spiritual kepada debitur dalam berbisnis agar tetap menjunjung tinggi etika bisnis dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur agar dapat memuaskan dalam pelayanan.
“Kami juga berharap melalui kegiatan semacam ini bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk unggulan Indonesia dengan cara memiliki dan menggunakan produk dalam negeri,” tuturnya.
Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja mengapresiasi partisipasi korporasi dalam menggelar PNM Festive UMKM Fair 2014. Dia mengharapkan dapat meningkatkan akses pasar dan jaringan bisnis nasabah maupun layanan ULaMM.
Menurut Parman, pameran ini juga membuka peluang terciptanya kerjasama bisnis dan kelembagaan, tak hanya ULaMM dan nasabahnya, tetapi juga antar-pelaku UMKM. “Bersama-sama dengan pemerintah, PNM menaruh perhatian khusus pada upaya meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing menuju pasar internasional serta mewujudkan kemandirian bangsa,” ungkap Parman.
Pameran UMKM semacam ini sangat berguna untuk membangkitkan semangat wirausaha masyarakat Indonesia. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diprakarsai oleh PNM sebagai sebuah inisiatif nasional untuk membantu pelaku UKM di Tanah Air. “Apalagi pemerintahan yang baru terbentuk melalui kabinet kerja ini memperioritaskan pembangunan nasional serta peningkatan produktivitas dan daya saing menuju pasar internasional melalui koperasi dan UMKM,” jelasnya.
Parman menambahkan offline activity seperti ini merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan untuk memberdayakan UMKM. Aktivitas pemberdayaan UMK, yang mengkombinasikan bisnis pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha, merupakan keunggulan dan keunikan PNM dibanding lembaga keuangan lainnya.
PNM, lanjut Parman, menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 3 triliun dengan 30 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) baru pada tahun 2015 atau naik 7,14% dari proyeksi akhir tahun ini Rp 2,8 triliun. Target pembiayaan tersebut akan dibarengi dengan rasio kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) sebesar 3,5%.
PNM Cabang Makassar saat ini membawahi 45 kantor ULaMM, yang dibantu kendali melalui 8 kantor klaster, yakni klaster Ambon, Klaster Bone, Klaster Makassar, dan Klaster Mamuju, klaster Palopo, klaster Pare-pare, klaster Ampana, dan klaster Palu. Tercatat per November 2014, outstanding pembiayaan PNM Cabang Makassar sebesar Rp 280 miliar, tumbuh dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama 2013 sebesar Rp 234,1 miliar dengan total nasabah sebanyak 1.918 nasabah. (zul)
Iven ini berlangsung selama 2 hari, 20 – 21 Desember 2014. Dalam kegiatan itu, PNM juga memperkenalkan Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) sebagai agen utama yang memfasilitasi pelaku UMKM di daerah untuk memasarkan beragam produknya kepada masyarakat di sekitar Makassar.
Pemimpin PNM Cabang Makassar, Maimun Bakri menjelaskan, selain mengenalkan ULaMM, pameran produk UMKM ini bertujuan untuk mendekatkan produk-produk UMKM kepada masyarakat. “Pameran ini merupakan ekspo hasil pemberdayaan UMKM oleh PNM sekaligus etalase produk-produk UMKM unggulan di wilayah Makassar dan sekitarnya,” jelasnya.
PNM Cabang Makassar, lanjut Maimun, secara aktif dan konsisten melaksanakan kegiatan pemberdayaan UMKM di seluruh jaringan layanan ULaMM. BUMN yang ditugasi memberdayakan usaha mikro kecil ini memberikan pembekalan ilmu pemasaran, ketrampilan berusaha, serta sikap optimistis dalam membangun bisnis ke depan. PNM Makassar selalu menerapkan nilai-nilai modal spiritual kepada debitur dalam berbisnis agar tetap menjunjung tinggi etika bisnis dan nilai-nilai budi pekerti yang luhur agar dapat memuaskan dalam pelayanan.
“Kami juga berharap melalui kegiatan semacam ini bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap produk unggulan Indonesia dengan cara memiliki dan menggunakan produk dalam negeri,” tuturnya.
Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja mengapresiasi partisipasi korporasi dalam menggelar PNM Festive UMKM Fair 2014. Dia mengharapkan dapat meningkatkan akses pasar dan jaringan bisnis nasabah maupun layanan ULaMM.
Menurut Parman, pameran ini juga membuka peluang terciptanya kerjasama bisnis dan kelembagaan, tak hanya ULaMM dan nasabahnya, tetapi juga antar-pelaku UMKM. “Bersama-sama dengan pemerintah, PNM menaruh perhatian khusus pada upaya meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing menuju pasar internasional serta mewujudkan kemandirian bangsa,” ungkap Parman.
Pameran UMKM semacam ini sangat berguna untuk membangkitkan semangat wirausaha masyarakat Indonesia. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bagian dari program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) yang diprakarsai oleh PNM sebagai sebuah inisiatif nasional untuk membantu pelaku UKM di Tanah Air. “Apalagi pemerintahan yang baru terbentuk melalui kabinet kerja ini memperioritaskan pembangunan nasional serta peningkatan produktivitas dan daya saing menuju pasar internasional melalui koperasi dan UMKM,” jelasnya.
Parman menambahkan offline activity seperti ini merupakan bagian terintegrasi dari bisnis PNM sebagai BUMN yang dikhususkan untuk memberdayakan UMKM. Aktivitas pemberdayaan UMK, yang mengkombinasikan bisnis pembiayaan dan pengembangan kapasitas usaha, merupakan keunggulan dan keunikan PNM dibanding lembaga keuangan lainnya.
PNM, lanjut Parman, menargetkan penyaluran pembiayaan baru sebesar Rp 3 triliun dengan 30 Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) baru pada tahun 2015 atau naik 7,14% dari proyeksi akhir tahun ini Rp 2,8 triliun. Target pembiayaan tersebut akan dibarengi dengan rasio kredit bermasalah atau NPL (non performing loan) sebesar 3,5%.
PNM Cabang Makassar saat ini membawahi 45 kantor ULaMM, yang dibantu kendali melalui 8 kantor klaster, yakni klaster Ambon, Klaster Bone, Klaster Makassar, dan Klaster Mamuju, klaster Palopo, klaster Pare-pare, klaster Ampana, dan klaster Palu. Tercatat per November 2014, outstanding pembiayaan PNM Cabang Makassar sebesar Rp 280 miliar, tumbuh dibandingkan dengan pencapaian periode yang sama 2013 sebesar Rp 234,1 miliar dengan total nasabah sebanyak 1.918 nasabah. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya