Padang - Komunikasi adalah nafasnya organisasi. Semakin efektif komunikasi di dalam mencapai tujuan bersama, maka organisasi bakal berkembang sesuai visi dan misinya. Hal itu diungkapkan Dosen Jurusan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Bung Hatta, Dr. Yusrita Yanti dalam Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) yang diadakan BEM Fakultas itu.
“Organisasi itu kumpulan orang-orang dari latar belakang berbeda. Kemampuan berkomunikasi jadi penting untuk menjembatani semuanya agar seluruhnya paham. Ringkasnya, komunikasi yang efektif merupakan kunci sukses dalam suatu organisasi,” tegas Yusrita, Minggu (13/12).
Kemampuan berkomunikasi amat dituntut untuk meyakinkan semua kegiatan itu baik bagi semua, sesuai visi dan misi organisasi. Kemampuan bahasa penting guna menghindari miskomunikasi yang bisa menghambat jalannya organisasi. Sebab, bisa berunjung mandeg atau terjadi perpecahan. Bisa juga organisasi itu bubar sama sekali.
Perlu diperhatikan kepada siapa kita akan melakukan koordinasi. Ada komunikasi vertikal dan horizontal. Ada aturan yang harus disepakati. Misalnya, yang paling sederhana adalah memperhatikan lawan bicara. Dalam berkomunikasi harus jujur dan punya kiat bagaimana pembicaraan kita dimengerti oleh lawan bicara.
Menurut dia, ada perbedaan dengan speaking dan communicating. Jika seseorang berbicara namun kurang dimengerti oleh lainnya, maka dia barulah dalam taraf speaking. Communicating terjadi bila pembicaraan itu dimengerti kedua belah pihak, sehingga mampu dihasilkan tindak lanjutnya
Dalam paparannya “Teknik Komunikasi Dalam Berorganisasi”, Yusrita menekan perlunya kiat ‘KISS’. KISS atau keep it simple and straigt to forward adalah prinsip menjadikan pembicaraan itu sederhana dan langsung ke tujuan.
Kepada para mahasiswa baru yang dilatih kepemimpinan ini, Yusrita berharap agar meningkatkan kemampuannya berkomunikasi untuk menyampaikan ide atau program, kreatifitas, semangat kerja dan leadershipnya. Diharapkan lulusan FIB diajar punya karakter, mampu berkomunikasi, punya jiwa kepemimpinan sehingga memudahkan mereka nantinya di dunia kerja.
Ketua BEM FIB, M. Rafiq Ismail membenarkan bahwa teknik komunikasi amat diperlukan dalam berorganisasi. Untuk itulah topik ini jadi salah satu yang mereka angkatkan dalam LKMM. Panitia juga menyiapkan materi guna menyiapkan para mahasiswa terutama mahasiswa baru dalam rangka optimalisasi potensi individu dalam berorganisi yang kreatif, solutif, humanis yang berwawasan kebunghattaan.
Disamping itu, dalam kegiatan yang berlangsung dua hari ini, peserta LKMM juga diberikan pemahaman tentang wawasan kebunghataan oleh Wakil Rektor III. Suparman Khan, manajemen iven, manajemen organisasi, pembuatan proposal, teknik sidang dan simulasinya, manajemen aksi serta sejarah pergerakan pemuda.
“Mereka punya wadah untuk mengembangkan kreatifitas dan melatih jiwa kepemimpinannya. Kita tekankan karakter kepemimpinan lewat berorganisasi,” tukas Rafiq. (zul)
“Organisasi itu kumpulan orang-orang dari latar belakang berbeda. Kemampuan berkomunikasi jadi penting untuk menjembatani semuanya agar seluruhnya paham. Ringkasnya, komunikasi yang efektif merupakan kunci sukses dalam suatu organisasi,” tegas Yusrita, Minggu (13/12).
Kemampuan berkomunikasi amat dituntut untuk meyakinkan semua kegiatan itu baik bagi semua, sesuai visi dan misi organisasi. Kemampuan bahasa penting guna menghindari miskomunikasi yang bisa menghambat jalannya organisasi. Sebab, bisa berunjung mandeg atau terjadi perpecahan. Bisa juga organisasi itu bubar sama sekali.
Perlu diperhatikan kepada siapa kita akan melakukan koordinasi. Ada komunikasi vertikal dan horizontal. Ada aturan yang harus disepakati. Misalnya, yang paling sederhana adalah memperhatikan lawan bicara. Dalam berkomunikasi harus jujur dan punya kiat bagaimana pembicaraan kita dimengerti oleh lawan bicara.
Menurut dia, ada perbedaan dengan speaking dan communicating. Jika seseorang berbicara namun kurang dimengerti oleh lainnya, maka dia barulah dalam taraf speaking. Communicating terjadi bila pembicaraan itu dimengerti kedua belah pihak, sehingga mampu dihasilkan tindak lanjutnya
Dalam paparannya “Teknik Komunikasi Dalam Berorganisasi”, Yusrita menekan perlunya kiat ‘KISS’. KISS atau keep it simple and straigt to forward adalah prinsip menjadikan pembicaraan itu sederhana dan langsung ke tujuan.
Kepada para mahasiswa baru yang dilatih kepemimpinan ini, Yusrita berharap agar meningkatkan kemampuannya berkomunikasi untuk menyampaikan ide atau program, kreatifitas, semangat kerja dan leadershipnya. Diharapkan lulusan FIB diajar punya karakter, mampu berkomunikasi, punya jiwa kepemimpinan sehingga memudahkan mereka nantinya di dunia kerja.
Ketua BEM FIB, M. Rafiq Ismail membenarkan bahwa teknik komunikasi amat diperlukan dalam berorganisasi. Untuk itulah topik ini jadi salah satu yang mereka angkatkan dalam LKMM. Panitia juga menyiapkan materi guna menyiapkan para mahasiswa terutama mahasiswa baru dalam rangka optimalisasi potensi individu dalam berorganisi yang kreatif, solutif, humanis yang berwawasan kebunghattaan.
Disamping itu, dalam kegiatan yang berlangsung dua hari ini, peserta LKMM juga diberikan pemahaman tentang wawasan kebunghataan oleh Wakil Rektor III. Suparman Khan, manajemen iven, manajemen organisasi, pembuatan proposal, teknik sidang dan simulasinya, manajemen aksi serta sejarah pergerakan pemuda.
“Mereka punya wadah untuk mengembangkan kreatifitas dan melatih jiwa kepemimpinannya. Kita tekankan karakter kepemimpinan lewat berorganisasi,” tukas Rafiq. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya