Headlines News :
Home » , , , » Coca-Cola Gelorakan Kecintaan pada Bulutangkis

Coca-Cola Gelorakan Kecintaan pada Bulutangkis

Written By zulfadli on Selasa, 02 Desember 2014 | 18.04

Padang - Kejayaan Bulutangkis Indonesia dari pelosok negeri coba dihidupkan lagi oleh Coca-Cola
bersama PBSI. Mereka bersinergi untuk mengembalikan kejayaan tersebut dari pelosok-pelosok negeri.

Para legenda bulutangkis Indonesia turut serta dalam menggelorakan semangat dan kecintaan pada bulutangkis. Mereka dihadirkan untuk menularkan semangat para juara lewat gerakan ‘Angkat Raketmu’.

“Tahun ini kami meningkatkan komitmen yerhadap perbulutangkisan Indonesia. Lapangan-lapangan di pelosok negeri, kami benahi demi mendekatkan masyarakat dengan bulutangkis. Kami ingin mereka mengangkat raket kembali? ujar Media Relation Manager Coca Cola Indonesia, Andrew Hallatu, Minggu (30/11).

Dia mengatakan, gerakan ‘Angkat Raketmu’ yang digagas sejak 2013 ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk kembali bermain bulutangkis dan menularkannya kepada generasi muda penerus harapan bangsa. Dari pemain-pemain dari berbagai kampung yang diberdayakan Coca-Cola ini diharapkan lahir atlet bulutangkis yang melegenda.

Sebagai bukti komitmen Coca-Cola untuk mengangkat prestasi bulutangkis, telah membangun 16 lapangan pada tahun lalu. Untuk 2014 ini, dibangun 40 lapangan yang tersebar di 13 provinsi. Di Pulau Sumatera saja, dibangun 14 lapangan. Padang mendapat dua lapangan yakni di RT.03/RW.03, Kelurahan Sawahan, Padang Timur dan Perum Filano RT.04/RW.08, Kelurahan Alai Parak Kopi, Kec. Padang Utara.

Lapangan yang dibangun oleh Coca-Cola ini, kata Andrew mengacu pada standar lapangan terbuka internasional. Ukurannya, bahan dan teknik pembuatannya hingga cat yang digunakan harus tahan lima tahun pun merujuk pada standar tersebut. “Kita berharap masyarakat bisa memanfaatkan lapangan semaksimal mungkin. Memeliharanya dengan  baik karena lapangan itu milik mereka,” ujarnya.
Turut hadir legenda bulutangkis Rexy Mainaky, pemain baru pelatnas Muhammad Bayu Panghistu dan Direktur Pengembangan PBSI, Basri Yusuf guna menggelorakan semangat kecintaan warga Terandam khususnya dan Padang umumnya terhadap bulutangkis.

Di hadapan warga Terandam, Lurah Nurdin dan Sekretaris Camat Padang Timur, Eka Putra Bahari, unsur Karang Taruna Padang, Devi Roszal, dan perwakilan dari masyarakat Filano, Rexy dan Bayu menceritakan proses yang harus dijalaninya hingga menjadi juara Olimpiade.

Diungkapkan, dia pun berasal dari pemain kampung. Bahkan harus main tanpa sepatu lantaran lapangan di belakang rumahnya berlumpur. Namun, semua yang berawal dari iseng-iseng itu berubah jadi hobi dan dia mulai serius menekuni bulutangkis setelah menang di kejuaraan antar kampung.

Sambil bercanda Rexy menyatakan, jika di masanya Coca-Cola sudah memberi perhatian seperti sekarang pada saat dia latihan bulutangkis, dia yakin bisa juara pada umur yang lebih muda. “Saya yakin, dari berbagai lapangan yang dibangun Coca-Cola pasti tumbuh atlet dunia. Mungkin saja dari Padang karena Markis Kido itu orang Padang lho,” ujar juara dunia yang juga Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI itu usai memberikan pelatihan singkat (coaching clinic) kepada anak-anak di Terandam. Rexy pun unjuk kebolehan saat tanding dengan warga.

Menurut Basri Yusuf, lapangan bantuan Coca-Cola yang berjumlah 56 itu bakal diberikan modul pelatihan dari PBSI. Dari berbagai lapangan bakal akan didapatkan bibit-bibit hasil kejuaraan yang dilakukan masyarakat. Mungkin yang mencapai semifinal atau final diajak ikut pelatihan di tingkat pusat.

Atas permintaan warga, Rexy terlibat pembicaraan serius seputar kemungkinan diadakannya turnamen mem perebutkan piala bergilir dari Rexy Mainaky. Rexy serius menanggapinya asalkan lapangan terjaga dan warga kontinyu latihan di sana. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang