Padang - Tantangan terhadap koperasi-koperasi di Indonesia semakin berat. Apalagi pemerintah sepertinya menyerahkan perekonomian pada mekanisme pasar.
Hal ini terungkap dalam rapat teknis peningkatan kualitas kelembagaan koperasi yang diadakan Dinas Koperasi UMKM Sumbar, Selasa (25/11).
“Koperasi harus mampu bersinergi agar kuat. Sinergitas itu bisa dilakukan baik dengan koperasi lain maupun perusahaan yang ada di Sumbar,” ujar narasumber Dr. Yulhendri yang didampingi Kepala Bidang Bina Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri.
Perusahaan besar saja mau merger atau membentuk perusahaan patungan demi memperbesar segmentasi pasar mereka. Mereka saling memperkuat bukan saling bunuh seperti saat berusaha sendiri-sendiri. Untuk itu, dia mengingatkan kemauan bekerjasama satu sama lain harus terus ditumbuhkan. Sebab, dalam menghadapi para pedagang besar apalagi spekulan, hanya bisa dihadapi lewat kerjasama antar koperasi.
Yulhendri mencontohkan, produk pertanian kita yang bagus seperti gambir, pinang dan lainnya dihargai murah. Pedagang seolah seenaknya saja menetapkan harga. Jika tidak mau dengan harga yang mereka tetapkan biasanya ditolak.
Yulhendri menegaskan kejadian tak akan terjadi jika koperasi bersatu agar bisa ikut menentukan harga. Besarkan satu koperasi secara bersama-sama. Bisa memakai branding Kop Mart (program pemprov) atau UKM Mart (program Kementerian koperasi).
Akademisi yang juga pemerhati koperasi ini memberi alternatif, koperasi sekunder semacam Puskud bisa didukung seluruh koperasi. Puskud diserahkan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan dalam partai besar dan koperasi primer membeli ke Puskud. “Kalau koperasi Kompak, maka posisi tawar kita di hadapan produsen lebih tinggi. Bisa bernegosiasi lebih baik, tegasmya.
Para anggota gerakan koperasi, pejabat pembina di daerah dan pengurus koperasi berkualitas juga dimotivasi Syafrizal Chan agar mampu bersaing di sektor rill. Koperasi bisa bersinergi untuk saling memperkuat kelembagaan koperasi. Koperasi bisa jadi kuat jika bisa melayani anggota. Pengawas, pengelola dan anggota pun menyatukan tekad membuat koperasinya sehat dan lebih memilih memehuhi kebutuhan lewat koperasi.
Menanggapi diskusi yang berkembang, Ketua Dekopin Sumbar, Syafri Dt.Siri Marajo menyebutkan koperasi sekunder di Sumbar terus meningkatkan kesepahaman untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. “Kami terus berkonsolidasi agar kepala daerah dan wakil rakyat di DPRD kabupaten/kota punya keberpihakan pada koperasi,” ungkapnya.
Dia berharap kepala daerah yang menerima penghargaan di Hari Koperasi mampu mengayomi koperasi di daerahnya. Dekopin di masing-masing daerah bersama gerakan koperasi tengah mematangkan usulan yang bakal diaudiensikan dengan kepala.daerah, anggota dewan dan pihak terkait lainnya. (zul)
Hal ini terungkap dalam rapat teknis peningkatan kualitas kelembagaan koperasi yang diadakan Dinas Koperasi UMKM Sumbar, Selasa (25/11).
“Koperasi harus mampu bersinergi agar kuat. Sinergitas itu bisa dilakukan baik dengan koperasi lain maupun perusahaan yang ada di Sumbar,” ujar narasumber Dr. Yulhendri yang didampingi Kepala Bidang Bina Kelembagaan Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Zirma Yusri.
Perusahaan besar saja mau merger atau membentuk perusahaan patungan demi memperbesar segmentasi pasar mereka. Mereka saling memperkuat bukan saling bunuh seperti saat berusaha sendiri-sendiri. Untuk itu, dia mengingatkan kemauan bekerjasama satu sama lain harus terus ditumbuhkan. Sebab, dalam menghadapi para pedagang besar apalagi spekulan, hanya bisa dihadapi lewat kerjasama antar koperasi.
Yulhendri mencontohkan, produk pertanian kita yang bagus seperti gambir, pinang dan lainnya dihargai murah. Pedagang seolah seenaknya saja menetapkan harga. Jika tidak mau dengan harga yang mereka tetapkan biasanya ditolak.
Yulhendri menegaskan kejadian tak akan terjadi jika koperasi bersatu agar bisa ikut menentukan harga. Besarkan satu koperasi secara bersama-sama. Bisa memakai branding Kop Mart (program pemprov) atau UKM Mart (program Kementerian koperasi).
Akademisi yang juga pemerhati koperasi ini memberi alternatif, koperasi sekunder semacam Puskud bisa didukung seluruh koperasi. Puskud diserahkan untuk membeli kebutuhan-kebutuhan dalam partai besar dan koperasi primer membeli ke Puskud. “Kalau koperasi Kompak, maka posisi tawar kita di hadapan produsen lebih tinggi. Bisa bernegosiasi lebih baik, tegasmya.
Para anggota gerakan koperasi, pejabat pembina di daerah dan pengurus koperasi berkualitas juga dimotivasi Syafrizal Chan agar mampu bersaing di sektor rill. Koperasi bisa bersinergi untuk saling memperkuat kelembagaan koperasi. Koperasi bisa jadi kuat jika bisa melayani anggota. Pengawas, pengelola dan anggota pun menyatukan tekad membuat koperasinya sehat dan lebih memilih memehuhi kebutuhan lewat koperasi.
Menanggapi diskusi yang berkembang, Ketua Dekopin Sumbar, Syafri Dt.Siri Marajo menyebutkan koperasi sekunder di Sumbar terus meningkatkan kesepahaman untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan. “Kami terus berkonsolidasi agar kepala daerah dan wakil rakyat di DPRD kabupaten/kota punya keberpihakan pada koperasi,” ungkapnya.
Dia berharap kepala daerah yang menerima penghargaan di Hari Koperasi mampu mengayomi koperasi di daerahnya. Dekopin di masing-masing daerah bersama gerakan koperasi tengah mematangkan usulan yang bakal diaudiensikan dengan kepala.daerah, anggota dewan dan pihak terkait lainnya. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya