Headlines News :
Home » , » Jalan Seperti Kubangan, Korban Berjatuhan

Jalan Seperti Kubangan, Korban Berjatuhan

Written By zulfadli on Senin, 10 November 2014 | 08.58

Padang - Warga perumahan Jondul dan Villa Mega Rawang Barat Kecamatan Padang Selatan harap-harap cemas jika musim hujan tiba. Awal pekan lalu, daerah yang belum pernah tersentuh banjir selama 13 tahun terakhir ini pun merasakan dampak luapan banjir.

‘’Kami harus terus bersabar menunggu realisasi janji pemerintah kota. Pihak kelurahan pun sepertinya kurang tanggap dengan permasalahan ini,’’ ungkap seorang warga di RW 8, Cun Zalukhu, Minggu (9/11).

Diungkapkan Cun, selama tujuh tahun menempati rumahnya di pojokan sebelum jalan utama komplek itu, dia terus menikmati ‘berkah’ banjir yang masuk ke rumahnya. Apalagi jika kendaraan yang melintas di depan rumahnya itu melarikan mobil sekencang-kencangnya agar kendaraannya tidak mogok di tengah banjir.

Apabila itu terjadi, dia beserta istri dan anaknya terpaksa harus mengurut dada, bersabar. Ketika ada rezeki, dinaikkanlah lantai rumah secara bertahap. Kini lebih satu setengah meter dari lantai dasar dulu, masih saja banjir masuk ke rumahnya. Senin lalu, air masih masuk setinggi 15 sentimeter.

Diakui Cun, jalan depan rumahnya itu ada lubang yang menganga cukup besar. Sudah diupayakan menambah batu-batu untuk menutupinya tapi tetap digerus banjir. Tak terhitung jumlah mobil yang terperosok ke sana. Pengendara motor pun banyak yang terjatuh dari kendaraannya jika jalan tersebut tergenang banjir.

‘’Sebagai warga mau saja kami turun tangan. Cuma kami berharap Buk Lurah harus cepat tanggap dan mampu mengkoordinirnya secara transparan dan penanganannya harus tuntas. Sebab warga di sini pernah kecewa,’’ tegasnya.

Cun menjelaskan, di sini ada sekitar 600 kepala keluarga (KK). Jika tiap KK menyumbang minimal Rp 10. 000 saja maka terkumpul uang Rp6 juta per bulan. Warga yang mampu pasti mau menyumbang lebih untuk perbaikan jalan daripada as mobilnya patah.

PU Kota Padang, kata Cun juga salah. Mereka pernah melakukan perkerasan dengan kerekel beberapa bulan lalu. Namun ternyata cuma se kedar itu saja. Jika mereka aspal sebelum musim hujan tiba, pasti jalan ini kembali mulus.

Pernyataan Cun dibenarkan Ketua RW 14, Osman Cotok. Cun telah membantu satu truk batu dan pasir. Tentu biaya semen diupayakan pihak kelurahan, bisa se cara swadaya maupun melakukan sinergi dengan pihak terkait lainnya. Jangan beban kan pada seorang warga saja.

Meski rumahnya cukup jauh dari daerah yang rusak itu. Osman cukup prihatin. Sebab upaya warga RW-nya goro secara berkala sejak dia terpilih Februari lalu seperti sia-sia saja. Begitu juga upaya mahasiswa STIKES Dharma Landbouw yang telah menularkan hidup bersih, menjaga lingkungan.

Dikatakan Osman, air sepertinya tidak jalan lantaran saluran pembuangan di jalan Sutan Syahrir tidak mampu menampung debit air hujan. Mungkin salurannya tersumbat sehingga perlu koordinasi lintas sektoral.
Lurah Rawang Barat, Ermasita yang dihubungi via telepon membenarkan bahwa jalan masuk menuju
Komplek Jondul itu berubah menjadi danau saat musim hujan tiba. Kini makin parah, katanya, setengah jam saja pasti air sudah menggenangi jalan. Diejlaskannya, pihak kelurahan hanya bisa mengerakkan warga untuk goro dan menyurati Dinas PU Kota Padang. Bahkan sudah lima kali surat dilayangkannya

Jelang lebaran terdengar kabar jalan itu akan diaspal. Namun kenyataannya baru perkerasan dengan kerekel saja. Dan kini badan jalan itu kembali berubah seberti kubangan kerbau. Awal pekan lalu pihak PU sudah da tang lagi dan didapatkan titik penyumbatan itu dimana.

‘’Semoga pengerukan di titik sumbatan itu cepat direalisasikan dan perkerasan jalan sepanjang sekira 300 meter di jalan masuk komplek bisa segera diwujudkan. Boleh tenang pula warga kami,’’ pungkasnya. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang