Padang - Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah memandang warga di lingkungan yayasan dan sekitarnya sebagai bagian yang tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan yang dicapai selama ini. Momen-momen penting dimanfaatkan untuk pengikat silaturrahmi dengan mereka.“YSO Adabiah memanfaatkan momen Idul Adha 1435 H kemarin sebaik-baiknya. Lewat ibadah kurban itu kita tunjukkan kepedulian kepada warga di lingkungan yayasan dan sekitarnya,” ujar Ketua YSO Adabiah, H. Ali Asmar didampingi Sekretaris Rustam dan Bidang Humas dan Komunikasi, Herryzal, Selasa (7/10).
Dikatakan Ali Asmar, kepedulian yang ditunjukkan itu bisa menjadi pengikat silaturrahim antar keluarga besar yayasan dengan masyarakat sekitar. Sedikit kepedulian terhadap warga sekitar bisa menjadi penyebab mereka merasakan dampak kehadiran Adabiah, apalagi kalau mereka merasa memiliki. Kepedulian dan kerelaan berkurban itu perlu terus digalang, sehingga tiap tahun peserta kurban meningkat.
Buktinya, kata Ali, tahun ini ada 12 ekor sapi yang disembelih. Ke-12 hewan kurban itu berasal dari keluarga dewan pembina, penasehat, pengawas, pengurus yayasan dan para wali murid. Kendati mereka ada yang berkurban di masjid/mushalla sekitar rumah atau kampung halamannya, tetap juga diupayakan ada anggota keluarga mereka yang berkurban di Adabiah.
“Hal ini patut terus dipupuk, sehingga tradisi berkurban di Adabiah tetap berjalan dari tahun ke tahun. Buka bersama usai Shalat Ied, pelaksanaan kurban dan makan siang bersama bisa menjadi ajang dialog bagi pengembangan Adabiah ke depan,” ujarnya.
Ali Asmar pun memuji sistem iyuran bulanan yang diterapkan oleh panitia kurban. Cara ini memberi banyak kemudahan bagi peserta kurban. Dengan sedikit tambahan pengeluaran tanpa terasa mereka bisa ikut berkurban. Diharapkan cara ini terus dilakukan sehingga banyak yang bisa berkurban tiap tahun.
Ditambahkan Herry, suasana penyembelihan di pagi Minggu (5/10) lalu penuh kegembiraan. Banyak unsur pimpinan yang menyempatkan diri hadir dalam prosesi di depan Masjid Raya Adabiah itu seperti H. Sutan Muhammad Rani Ismael, H. Sulthani Wirman. Para majelis guru, karyawan/ti juga banyak yang tampak batang hidungnya. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya