Headlines News :
Home » , » Prof. Carlo dan Mahasiswa Sukses Galang Aksi Komunitas di Batu Bajanjang

Prof. Carlo dan Mahasiswa Sukses Galang Aksi Komunitas di Batu Bajanjang

Written By zulfadli on Selasa, 02 September 2014 | 08.35

Padang - Mahasiswa KKN-PPM Universitas Bung Hatta (UBH) di Kecamatan Lembang Jaya, Kab.Solok berhasil menetapkan rencana aksi bersama masyarakat yang tergabung dalam kelompok siaga bencana pada delapan jorong di Nagari Batu Bajanjang.

Rencana aksi ini merupakan hasil tindak lanjut pelatihan dan pembelajaran masyarakat rentan bencana yang difasilitasi Dikti melalui hibah KKN-PPM.  Pembentukan Kelompok Siaga Bencana (KSB) di daerah itu telah menjadikan setiap jorong mempunyai KSB. KSB tersebut telah dikukuhkan Bupati Solok Syamsu Rahim, beberapa waktu lalu.

“Sebagai pembimbing, saya salut dengan kerja keras mahasiswa KKN-PPM bersama masyarakat jorong dan nagari Batu Bajanjang dan didukung oleh semua komponen masyarakat mulai dari walinagari, walijorong, Ketua KAN, ketua pemuda dan pemuka masyarakat lainnya, termasuk ibu-ibu di Nagari Batu Bajanjang. Mereka sukses mengidentifikasi ancaman bencana dan menetapkan rencana aksi pada masing-masing jorong. Hal ini akan mempercepat Nagari Batu Bajanjang menjadi nagari Tangguh Bencana sebagaimana telah ditetapkan BNPB dan BPBD,” ujar Dosen Pendamping Lapangan KKN-PPM  di Nagari Batu Bajanjang, Prof. Nasfryzal Carlo kepada Singgalang, Minggu (30/8).

Menurut Carlo, pengukuhan KSB se-Kecamatan Lembang Jaya itu saja sudah merupakan bentuk keberhasilan kerjasama dengan BPBD dan nagari serta kepedulian Bupati Solok, Syamsu Rahim dalam bidang kebencanaan. Sebab, dengan adanya KSB makin bisa diharapkan peningkatan partisipasi aktif serta swadaya masyarakat terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi jika Gunung Talang meletus.

KSB dipersiapkan menjadi masyarakat tangguh bencana yang setiap saat akan menjadi garda terdepan ketika terjadi bencana. Tidak hanya peduli terhadap bencana, tetapi lebih peduli lagi terhadap kesiapsiagaan mayarakat dibawah KSB.

KSB harus tetap diberi bimbingan dan peningkatan pengetahuan terhadap terhadap bahaya, risiko dan kerentanan terhadap bencana, sehingga pada akhirnya menghasilkan aksi komunitas masyarakat secara terus menerus.

Aksi komunitas ini yang bakal berdampak pada pengurangan akibat bencana. Rencana aksi pada tiap jorong inilah yang membuat KKN-PPM tematik itu menunjukkan kelasnya. Sebab, di dalamnya sudah dituangkan aksi pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Aksi komunitas ini pun lengkap dengan skala prioritasnya serta pembagian peran serta masyarakat dan pemerintah setempat.

Beberapa aksi komunitas di Jorong Gurah dilakukan ketika mahasiswa melaksanakan KKN. Diantranya perbaikan jalan evakuasi, perbaikan saluran air/pipa/air bersih serta perbaikan tempat wuduk dengan memasang dinding batako. Jalur evakuasi ke Arosuka diusulkan untuk dibiayai APBD Kab. Solok.

Sementara di Jorong Balai Barueh dilakukan aksi pembersihan sumur dengan cara menyedot airnya dengan pompa, memperbaiki pelataran di lokasi sumur dan bak tampung. Juga dibuat saringan sederhana dari drum dengan penyaring dari pasir, batu pecah, ijuk, karbon dari batok kelapa yang dibakar. Hasilnya, jorong ini dapat kembali menikmati air bersih yang pada awalnya mereka kesulitan karena air sumur tidak dapat digunakan.

Walijorong Balai Barueh, Khasmir mengatakan “Kami sangat beruntung ada mahasiswa KKN-PPM dari Universitas Bung Hatta (UBH) yang membantu kami mendapatkan air bersih. Walaupun baru satu filter yang dapat dibuat selama mahasiswa KKN, akan kami teruskan tiga lagi karena rencana kami sejak awal akan ada 4 filter yang kami siapkan.” (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang