Padang - Indonesia negara yang subur. Harusnya petaninya makmur-makmur. Namun kenyataannya, petani masih ‘memekik’. Tak hanya saat harga pupuk dan insektisida yang mencekik, bahkan kala panen sekalipun ada yang menjerit lantaran harga jatuh atau mereka mengalami gagal panen.Untuk memperkuat mereka, Kementerian Koperasi dan UKM berupaya memfasilitasi mereka. Lewat program Revitalisasi KUD, petani dimotivasi untuk bergabung dalam koperasi unit desa di daerahnya.
“Lewat program Revitalisasi KUD, kementerian ingin ikut memberdayakan petani. Sebab, KUD dibentuk dulunya untuk melayani dan mendistribusikan kebutuhan petani. Kini, sebagian diantaranya ada yang kurang jalan kegiatan pokoknya. Inilah yang dimotivasi untuk aktif kembali,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma diwakili Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Koperasi, Junaidi, Kamis (11/9).
Saat ini, kata Junaidi, KUD yang ada direvitalisasi oleh kementerian. Kelembagaannya diperkuat dan perannya pun diupayakan meningkat. Kendati petani bisa memenuhi kebutuhannya lewat kelompok tani atau gapoktan, KUD pun tetap masih berperan jika mampu mengambil peluang. Misalnya, dengan diversifikasi usaha dengan PPOB rekening listrik, telepon, air dan lainnya. Bisa juga peningkatan usaha ritelnya. “Ini yang tengah gencar kita lakukan,” ujarnya.
Petani bisa bergabung dengan KUD yang sudah ada. Mereka pun bisa mendirikan koperasi baru yang keanggotaannya dari kelompok tani (keltan) atau gabungan kelompok tani (Gapoktan). Motivasi untuk berkoperasi inilah yang diberikan kepada mereka. Dengan berkoperasi, kedudukan mereka lebih kuat lantaran punya badan hukum, apalagi koperasinya mampu berkembang pesat.
Kegiatan tersebut dipusatkan di tiga daerah, Padang Pariaman, Bukittinggi dan Solok. Rabu (10/9) dilakukan bersama dengan Koperindag ESDM Kabupaten Padang Pariaman dan Badan Koordinator Penyuluh (Bakorluh) Sumbar. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya