M. Yasser Khalex mengungkapkan sukses yang diperolehnya lantaran dinilai mempunyai kemampuan dalam berbahasa. Dia yakin banyak hal-hal
yang dikembangkan di kampusnya oleh para dosen amat membantu dalam
pekerjaannya saat ini. Waktu ditunjuk jadi sekretaris direksi bahkan
junior manager humas saat ini tanpa dipersiapkan terlebih dahulu. Namun
kemampuan adaptasi, keberanian, bisa jadi bagian problem solving yang
selalu diasah dosen di bangku perkuliahan dulunya menjadikan Alex bisa
menangani pekerjaannya saat ini.
Sarjana sastra Inggris ini mengaku public speaking yang diajarkan saat pelajaran conversation membuat dirinya memiliki percaya diri yang tinggi. Kewajiban berbicara di hadapan umum dalam kuliah conversation itu melatih keberanian berbicara di hadapan umum. Adik-adiknya diharapkan berani tampil di hadapan umum, memiliki kepercayaan diri yang tinggi lantaran yakin dengan kemampuan berbahasanya. Kalau bisa tingkatkan kemampuan bernegosiasi yang butuh jam terbang dan jejaring (networking) yang kuat.
Ditegaskannya, keberanian dan kepercayaan diri itulah beda mereka yang lulusan universitas di Jawa sana dengan kita yang dari daerah. Dan yang terpenting jangan merasa minder, tingkatkan terus kompetensi.
Dunia kerja saat ini bukan menanyakan anda lulusan mana, jurusannya apa, asalnya mana, indeks prestasinya berapa. Pemberi kerja butuh orang-orang yang bisa bekerja, beradaptasi dengan pekerjaannya. Semakin tinggi kemampuan kita dari estimasi yang dibutuhkan pada pekerjaan tersebut, maka peluang semakin besar.
Kepada mahasiswa baru itu, Alex juga menyatakan kemampuan menikmati dan mengambil sintesa dari produk sastra, secara tidak langsung membuat mahasiswa belajar psikologi, bermain peran. Apalagi English club yang diikuti semasa perkuliahan amat membantu kinerja Alex. Alex mengaku, dari bocoran yang diperolehnya, bisa menjadi sekretaris direksi dulu dari 2008-2012 karena kemampuan berbahasanya. Bosnya yang lama di Amerika ingin sekretarisnya adalah orang yang lancar berbahasa
Inggris. Di sini tampak kemampuan berbahasa sangat menunjang karir
Kepada adik-adiknya itu, Alex pun menceritakan bagaimana dulu menjadi ‘pria panggilan’. Dia mengajari les, membantu translasi dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya. Dia pun mengawali karir di Angkasa Pura II dari tenaga outsourching di Bandara Inernasional Minangkabau pada 2005. Setahun dijalaninya dan bisa diangkat jadi karyawan di sana pada 2006 sebagai tenaga pengamanan bandara (aviation security).
Cuma dua tahun, dia beroleh berkah ditunjuk sebagai sekretaris direksi. Dan dari 2012 menjadi Junior Manager Public Relation di Bandara International Suokarno Hattta. Alex merasa bersyukur, menjadikan bahasa sebagai kegemaran (passion) bahkan ibarat pacar/isteri dari dulu. Keberhasilan Itulah yang jadi kekuatan ditambah para dosennya diantaranya Dr. Yusrita Yanti dulunya terus memberikan dukungan dan kesempatan besar yang sulit dilupakannya. (zul)
Sarjana sastra Inggris ini mengaku public speaking yang diajarkan saat pelajaran conversation membuat dirinya memiliki percaya diri yang tinggi. Kewajiban berbicara di hadapan umum dalam kuliah conversation itu melatih keberanian berbicara di hadapan umum. Adik-adiknya diharapkan berani tampil di hadapan umum, memiliki kepercayaan diri yang tinggi lantaran yakin dengan kemampuan berbahasanya. Kalau bisa tingkatkan kemampuan bernegosiasi yang butuh jam terbang dan jejaring (networking) yang kuat.
Ditegaskannya, keberanian dan kepercayaan diri itulah beda mereka yang lulusan universitas di Jawa sana dengan kita yang dari daerah. Dan yang terpenting jangan merasa minder, tingkatkan terus kompetensi.
Dunia kerja saat ini bukan menanyakan anda lulusan mana, jurusannya apa, asalnya mana, indeks prestasinya berapa. Pemberi kerja butuh orang-orang yang bisa bekerja, beradaptasi dengan pekerjaannya. Semakin tinggi kemampuan kita dari estimasi yang dibutuhkan pada pekerjaan tersebut, maka peluang semakin besar.
Kepada mahasiswa baru itu, Alex juga menyatakan kemampuan menikmati dan mengambil sintesa dari produk sastra, secara tidak langsung membuat mahasiswa belajar psikologi, bermain peran. Apalagi English club yang diikuti semasa perkuliahan amat membantu kinerja Alex. Alex mengaku, dari bocoran yang diperolehnya, bisa menjadi sekretaris direksi dulu dari 2008-2012 karena kemampuan berbahasanya. Bosnya yang lama di Amerika ingin sekretarisnya adalah orang yang lancar berbahasa
Inggris. Di sini tampak kemampuan berbahasa sangat menunjang karir
Kepada adik-adiknya itu, Alex pun menceritakan bagaimana dulu menjadi ‘pria panggilan’. Dia mengajari les, membantu translasi dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia atau sebaliknya. Dia pun mengawali karir di Angkasa Pura II dari tenaga outsourching di Bandara Inernasional Minangkabau pada 2005. Setahun dijalaninya dan bisa diangkat jadi karyawan di sana pada 2006 sebagai tenaga pengamanan bandara (aviation security).
Cuma dua tahun, dia beroleh berkah ditunjuk sebagai sekretaris direksi. Dan dari 2012 menjadi Junior Manager Public Relation di Bandara International Suokarno Hattta. Alex merasa bersyukur, menjadikan bahasa sebagai kegemaran (passion) bahkan ibarat pacar/isteri dari dulu. Keberhasilan Itulah yang jadi kekuatan ditambah para dosennya diantaranya Dr. Yusrita Yanti dulunya terus memberikan dukungan dan kesempatan besar yang sulit dilupakannya. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya