Padang - Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar fasilitasi kemitraan antara dua BUMN dengan 33 UMKM di Tanah Datar. Kegiatan itu bekerjasama dengan Dinas Koperindag dan dilaksanakan di Resto Aroma Pagaruyung.“Dinas tentu berupaya memfasilitasi kemitraan antara UMKM dengan BUMN di Sumbar. Program ini terus kita canangkan di dinas ini. Perwakilan BUMN kita boyong ke Tanah Datar,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar, Achmad Charisma didampingi Kabid PUMKM, Desmadi Idrus, Kamis (28/8).
Menurut Achmad, fasilitasi sekaligus sosialisasi di sejumlah daerah, diharapkan kian banyak UMKM yang mendapat kesempatan menjadi calon mitra BUMN. Pelaku usaha bisa memilih BUMN mana yang kira-kira cocok baginya, sebaliknya BUMN pun bisa menilai UMKM mana yang masuk kategori mereka untuk dibina.
Achmad menyebutkan, di BUMN ada dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk membantu pengembangan usaha mereka. Dana yang disisihkan oleh BUMN dari laba usaha mereka itu memang untuk pemberdayaan masyarakat di lingkungan operasional mereka.
Dana yang berasal dari pinjaman lewat jalur PKBL ini jelas sangat menguntungkan UMKM. Sebab, BUMN hanya menerapkan jasa administrasi enam persen per tahun dan itu bisa untuk masa pinjaman dua tahun atau lebih.
Kepada UMKM Tanah Datar tersebut, BUMN yang memaparkan program PKBL mereka adalah PT Semen Padang dan PT Telkom Witel Sumbar.
Staf CSR PT Semen Padang, Mulyadi mengatakan, sangat mudah mengakses dana PKBL ini. Apalagi aturan-aturan yang diterapkan sangat membantu UMKM yang mau mengaksesnya. Apalagi Kabiro CSR yang baru, Iskandar Lubis pun punya kebijakan untuk memberi kemudahan seluas-luasnya bagi pelaku usaha di Sumbar.
Iskandar berpendapat ini cara untuk mengapresiasi masyarakat Sumbar dan merasakan bukti keberadaan PT Semen Padang dirasakan oleh masyarakat daerah ini.
Dikatakan Mulyadi, UMKM hanya perlu usaha yang telah berjalan minimal satu tahun. Legalitas usaha yang dipunyai pun boleh hanya berbekal surat keterangan dari walinagari atau lurah. Namun yang terpenting adalah tersedianya jaminan terhadap pinjaman itu.
Jaminan ini, kata Mulyadi, sifatnya hanya mengikat UMKM yang menjadi mitra binaan. Benda yang dijaminkan tidak akan disita. namun jaminan BPKB atu sertifikat tanah akan terus dipegang oleh Biro CSR PT Semen Padang selama pinjaman belum dilunasi.
Besarnya pinjaman yang diberikan PT Semen Padang minimal Rp5 juta dan maksimal Rp 50 juta, bergantung kepada besar jaminannya. Namun bagi mitra binaan baru paling banyak baru bisa diberikan Rp20 juta.
Di pabrik semen tertua di Indonesia ini, pinjaman kepada mitra binaan ini disalurkan per triwulan. Penyerahan kepada semua mitra dilakukan secara kolektif, untuk triwulan ketiga ini direncanakan pada Oktober nanti. Adapun dana PKBL yang telah digelontorkan dana kemitraan sebesar Rp80 miliar kepada lebih dari 5.000 UMKM. Sementara binaan yang aktif hingga sekarang sekitar 2.000 UMKM.
Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Telkom Witel Sumbar, Azwir. Masalah jaminan pun hanya untuk membina UMKM itu agar tertib mengembalikan pinjamannya.
Azwir pun mengimbau 33 calon mitra segera memasukkan permohonan karena September ini ada pengucuran pinjaman bagi mitra binaan Telkom. Malah Azwir menantang UMKM itu untuk menyelesaikan persyaratan dalam dua hari ini agar Senin bisa disurvei oleh tim mereka.
Dinformasikannya, pada Maret 2014, ada 72 mitra binaan dengan total dana yang dikucurkanRp1,572 miliar. Sementara pada Juni 2014, dikucurkan pula Rp948 juta kepada 48 mitra binaan.
Total dana kemitraan yang disalurkan Telkom Witel Sumbar sebesar Rp41,716 miliar kepada 1.851 mitra binaan. Berkat bantuan itu berhasil menciptakan sebanyak 7.964 tenaga kerja. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya