Headlines News :
Home » , , » Irigasi Dibiarkan Terlantar, 450 Hektare Lahan Kekeringan

Irigasi Dibiarkan Terlantar, 450 Hektare Lahan Kekeringan

Written By zulfadli on Jumat, 06 September 2013 | 08.38

Kelompok Tani (Keltan) di Nagari Sirukam dan Nagari Supayang, Kecamatan Payung Sekaki terpaksa mengelus dada. Sebanyak 11 Keltan di daerah itu harus prihatin melihat saluran irigasi sebagai sumber air utama untuk lahan pertanian mereka sepertinya dibiarkan terlantar.

Parahnya lagi, kondisi itu telah berlangsung sejak tiga tahun belakangan. Irigasi Pincuran Tonggak di Nagari Sirukam sepanjang 8 Km itu, tepatnya di Km 3 mengalami longsor dan meng akibatkan saluran yang dibangun dengan alokasi dana miliaran rupiah melalui APBD Kabupaten Solok itu ikut hancur dan membahayakan keselamatan beberapa jorong di sekitar lokasi.

“Beginilah keadaan lahan pertanian kami. Sejak tiga tahun belakangan tidak bisa ditanami lagi dan dibiarkan terlantar. Karena, kami tidak lagi mendapatkan pasokan dari saluran irigasi dan hanya berharap dari air hujan. Itu pun tidak bisa untuk menggarap lahan pertanian, karena rendahnya frekuensi curah hujan di daerah ini,” kata Kepala Jorong Koto Kubang Nagari Supayang, Saibul Katik Kayo, ketika mendampingi anggota Komisi VII DPR-RI HM.Azwir Dainy Tara meninjau lokasi jebolnya saluran irigasi itu. Dijelaskan, meskipun telah berulangkali disampaikan kepada pemerintah setempat, tetapi hingga saat ini belum ada penanganan serius terhadap saluran irigasi tersebut.

Hal ini, juga diperparah dengan lokasi jebolnya saluran irigasi yang mengancam keselamatan warga, karena berada di lereng perbukitan. Menurut dia, solusinya saluran irigasi ini harus dipindahkan dan tidak mungkin diperbaiki seperti sediakala. Lagi pula tanah di sekitar saluran irigasi labil dan sudah ada retakan, sehingga rawan terhadap bahaya longsor.

Hal itu juga dibenarkan Kepala Jorong Katiagan, Nagari Supayang Kasmir Pono Malin, karena permasalahan saluran irigasi tersebut cukup komplek dan harus dicarikan solusinya agar tidak ada masyarakat yang dirugikan. Di satu sisi, petani kita membutuhkan air untuk meng- garap lahan pertanian. Sementara disisi lain masyarakat dihantui bahaya longsor yang siap mengancam nyawa mereka.

 Saibul dan Kasmir juga berharap kepada Azwir Dainy Tara untuk membawa aspirasi mereka ini ke tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat. Jika dibiarkan berlarut-larut, tentu akan menimbulkan masalah baru bagi masyarakat di dua nagari tersebut.

Menanggapi hal itu, Azwir Dainy Tara yang juga meninjau lokasi jebolnya saluran irigasi tersebut, berjanji akan menyampaikan keluhan masyarakat kepada Bupati Solok, Gubernur bahkan ke Dirjen Pengairan di Kementerian Pekerjaan Umum.

“Setelah saya lihat langsung, perencanaan pembangunan saluran irigasi ini tidak matang dan tak memikirkan kondisi lahan. Sayang sekali saluran irigasi yang dibangun dengan dana miliaran rupiah tidak bisa dipergunakan untuk kepentingan masyarakat,” sebut politisi Partai Golkar itu yang akan dicalonkan kembali sebagai anggota DPR-RI dari Dapil I Sumbar nomor urut 2. (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang