Hujan yang mengguyur Kota Padang pada pekan-pekan belakangan ini mendatangkan kekhawatiran. Terutama warga yang berdomisili di daerah rawan banjir. Begitu juga dengan daerah rawan bencana lainnya, seperti longsor.
“Hujan adalah berkah. Curah hujan yang cukup tinggi ini menuntut kewaspadaan harus ditingkatkan. Selain waspada terhadap aneka bencana yang siap melanda sewaktu-waktu, warga harus juga menjaga kesehatannya,” ujar Kandris Asrin, calon walikota yang berpasangan dengan Indra Dwipa dan bernomor urut 6.
Kandris mengimbau warga yang berdomisili di daerah rawan bencana bersiaga. Mereka yang tinggal di daerah rawan banjir hendaknya bersiap sedia meninggikan letak barang-barang miliknya, terutama produk elektronik. Sebab, biasanya barang-barang elektronik inilah yang banyak rusak pasca banjir di suatu daerah.
Begitu juga dengan masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor. Bersiap siaga yang dimaksudkan
Kandris jangan diartikan berharap bencana terjadi. Namun lebih kepada mengurangi dampak yang terjadi. Bukankah korban jiwa dan harta banyak saat bencana terjadi penduduk di daerah itu ketiduran.
“Alangkah baiknya siskamling dihidupkan lagi untuk meminimalir dampak bencana. Kita berharap dengan adanya ronda malam, bisa memberitahu warga yang ketiduran jika ada bencana yang datang,” ujar putra Lapai yang merasa terpanggil membangun Padang dengan jalinan kerjasama seluaruh warga kota.
Pria yang berkibar sebagai pengusaha real estate di Pekanbaru itu, berharap warga kota untuk menjaga kesehatannya. Biasanya di musim hujan ini marak terjadi wabah DBD, malaria, chikunguya, diare, hipotermia dan lainnya.
Untuk mengurangi risiko, kesehatan harus prima. Selain itu, warga diminta memerhatikan kesehatan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kebersihan lingkungan terutama parit, got atau selokan di sekitar perumahan sering ditengarai memicu banjir. Jika mampet akibat sampah yang dibuang tidak pada tempatnya atau menumpuk akibat terbawa air dari hulu, maka air meluber ke jalan, banjir.
Diingatkan Kandris, kebersihan tersebut sebagian dari iman. “Iman itu terdiri dari enam perkara yang salah satu nya percaya pada qadha dan qadar, dimana harus berusaha memperbaiki keadaan sejauh yang kita bisa. Karena kami pasangan walikota dan wakil walikota Padang bernomor enam, makanya kami getol menyuarakan keimanan dan kebersihan ini,” tegas Kandris. (zul)
“Hujan adalah berkah. Curah hujan yang cukup tinggi ini menuntut kewaspadaan harus ditingkatkan. Selain waspada terhadap aneka bencana yang siap melanda sewaktu-waktu, warga harus juga menjaga kesehatannya,” ujar Kandris Asrin, calon walikota yang berpasangan dengan Indra Dwipa dan bernomor urut 6.
Kandris mengimbau warga yang berdomisili di daerah rawan bencana bersiaga. Mereka yang tinggal di daerah rawan banjir hendaknya bersiap sedia meninggikan letak barang-barang miliknya, terutama produk elektronik. Sebab, biasanya barang-barang elektronik inilah yang banyak rusak pasca banjir di suatu daerah.
Begitu juga dengan masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor. Bersiap siaga yang dimaksudkan
Kandris jangan diartikan berharap bencana terjadi. Namun lebih kepada mengurangi dampak yang terjadi. Bukankah korban jiwa dan harta banyak saat bencana terjadi penduduk di daerah itu ketiduran.
“Alangkah baiknya siskamling dihidupkan lagi untuk meminimalir dampak bencana. Kita berharap dengan adanya ronda malam, bisa memberitahu warga yang ketiduran jika ada bencana yang datang,” ujar putra Lapai yang merasa terpanggil membangun Padang dengan jalinan kerjasama seluaruh warga kota.
Pria yang berkibar sebagai pengusaha real estate di Pekanbaru itu, berharap warga kota untuk menjaga kesehatannya. Biasanya di musim hujan ini marak terjadi wabah DBD, malaria, chikunguya, diare, hipotermia dan lainnya.
Untuk mengurangi risiko, kesehatan harus prima. Selain itu, warga diminta memerhatikan kesehatan lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Kebersihan lingkungan terutama parit, got atau selokan di sekitar perumahan sering ditengarai memicu banjir. Jika mampet akibat sampah yang dibuang tidak pada tempatnya atau menumpuk akibat terbawa air dari hulu, maka air meluber ke jalan, banjir.
Diingatkan Kandris, kebersihan tersebut sebagian dari iman. “Iman itu terdiri dari enam perkara yang salah satu nya percaya pada qadha dan qadar, dimana harus berusaha memperbaiki keadaan sejauh yang kita bisa. Karena kami pasangan walikota dan wakil walikota Padang bernomor enam, makanya kami getol menyuarakan keimanan dan kebersihan ini,” tegas Kandris. (zul)

0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya