Mahasiswa baru Fakultas Teknik Unand (FTUA) dicuci otaknya oleh Ketua DPP Keluarga Alumni Teknik Universitas Andalas. Mahasiswa diminta menghindari primordial almamater.
“Jaringan/relasi itu baik, namun jika digunakan untuk melanggar prinsip profesionalisme sangat tidak baik. Jangan pernah dilakukan,” ujar Ketua DPP KATUA, Surya Tri Harto dalam kuliah umum yang dihadiri Dekan Prof. Hairul Abral, jajaran pimpinan dekanat, calon wisudawan, di aula PKM Limau Manis, Senin (2/9).
Surya meminta calon wisudawan atau mahasiswa baru jangan pernah hanya mengandalkan primordial almamater. Jaringan (networking) yang dipunyai sebaik mungkin digunakan untuk memudahkan, bukan faktor utama.
Dijelaskan Surya, untuk memberi referensi masih bisa dilakukan para senior yang sudah berada pada posisi pengambil keputusan di perusahaan mereka. Ini solidaritas sesama alumni.
Namun, referensi tidak bisa diberikan sembarangan. Para senior itu tentu harus tahu siapa junior yang bakal dapat referensi darinya.
“Referensi tentu hanya lebih mudah diberikan kepada wisudawan baru yang punya potensi. Mereka yang punya kualitas, kualitas lulusan inilah yang dinomorsatukan saat perekrutan tenaga kerja. Jika sama berkualitas, barulah referensi bisa jadi ukuran,” tegas Surya, angkatan pertama FTUA.
Surya, salah satu alumni FTUA yang bekerja di sebagai Aviation QA Manager Pertamina itu, mengajak segenap eksponen KATUA menjadi institusi terpandang.
Bila sudah demikian, maka KATUA bisa diandalkan oleh alumni dan almamater. “Semua pihak harus terlibat untuk menjadikan KATUA sebagai institusi terpandang,” ujarnya.
Hairul Abral mendukung upaya membumikan KATUA bagi para junior di almamater. Dalam masa kepemimpinannya, KATUA bakal dilibatkan secara aktif. Almamater bakal menuntut peran aktif KATUA karena banyak potensi yang bisa dimanfaatkan.
Hairul mencontohkan, dengan 5.000 anggota yang mau menyisihkan Rp40 ribu per bulan, maka akan terkumpul Rp200 juta. Sesudah satu tahun bakal ada dana Rp2,4 miliar.
Jika potensi sebesar ini digunakan untuk beasiswa, misalnya, berapa banyak yang terbantu, berapa kualitas lulusan bisa ditingkatkan.
“Para mahasiswa baru ini kita perkenalkan dengan eksistensi KATUA. Ini untuk memotivasi mereka sekaligus memberitahu siapa seniornya yang harus dia bina silaturahmi dengannya sejak pertama menjejak FTUA. Semua demi kualitas lulusan yang lebih baik,” ujar Hairul. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya