Headlines News :
Home » , , » Dinsos Gandeng OSIS untuk Sosialisasi Narkoba dan PMS

Dinsos Gandeng OSIS untuk Sosialisasi Narkoba dan PMS

Written By zulfadli on Jumat, 21 Juni 2013 | 15.33

 Dinas Sosial Sumatra Barat mengadakan penyuluhan penanggulangan narkoba dan PMS bagi pelajar sejumlah sekolah menengah di Kota Padang di Gedung LKKS Sumbar, Kamis (20/6).

“Kita berikan penyuluhan kepada pelajar, khususnya pengurus OSIS lantaran mereka yang bisa menyisihkan waktu untuk kegiatan di luar sekolahnya. Mereka calon pemimpin masa datang dan bisa berinteraksi dengan semua kalangan di sekolah dan antar sekolah,” ujar Kabid Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Irwan Basyir.

Menurut Irwan, kegiatan yang melibatkan pengurus OSIS ini sangat urgent karena sudah banyak bukti penggunaan narkoba di kalangan pelajar. Bahkan baru-baru ini ada pelajar yang dibina di Sukarami lantaran mereka mulai akrab dengan narkoba. Bahkan ada pelajar yang terpaksa ujian nasional di kantor polisi.

Kata Irwan, hal itu sudah sangat mengkhawatirkan. “Kita tidak ingin korban bertambah dari kalangan pelajar. Perlu sinergi semua pihak. Kita gunakan pelajar untuk mengantisipasinya. Sindikat memanfaatkan pelajar untuk mengedarkan, kita pun harus gunakan pelajar juga sebagai duta sosialisasi anti narkoba,” tegasnya kepada Singgalang usai membuka acara.

Para pelajar yang ikut kegiatan itu diperkenalkan jenis zat atau bahan yang mengandung narkotika, psikotropika dan zat adiktif berbahaya (narkoba) oleh Kabag Bin Opsnal Direktrorat Reserse Polda Sumbar, AKBP Eldia Amela. Tumbuhan penghasilnya hingga zat turunannya sampai ciri-ciri obat dan pemakainya juga dikenalkan Amel.

Bahkan Eldia mengilustrasikan bagaimana pemakai menggunakan dan mengedarkan narkoba. “Ini saya tunjukkan bukan untuk kalian contoh. Tapi mengingatkan kalian bagaimana obat terlarang itu bisa menghinggapi orang dari keluarga baik-baik,” ujar Eldia kepada pelajar.

Mahasiswa program doktoral UNP itu mencontohkan sebuah keluarga terpandang di salah satu kota besar di Sumbar yang anaknya terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. Karena sayang anaknya diobatlah keluar negeri, Australia. Habis Rp2 miliar, begitu kembali, dia ketemu teman yang dulu dan kecanduan lagi.

“Dia diobat keluar negeri lagi dan menghabiskan uang Rp3 miliar. Namun nasib berkata lain, dia meninggal,” ujar Eldia sambil mengigatkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar jika sudah kecanduan.

Parahnya lagi, kecanduan akan mengakibatkan seseorang bisa melakukan tindak kejahatan seperti mencuri, merampok dan lainnya. Bahkan jual diri pun dilakoninya. Semua dilakukan untuk mengobati sakit teramat sangat yang menderanya saat sakau.

Padahal narkoba itu ada yang digunakan di bidang kedokteran. Biasanya dipakai untuk pengobatan jika tidak ada jalan lain untuk mengobati pasien tersebut.

Kenapa remaja yang sering terkena? Kata Eldia, remaja itu punya sifat ingin tahu yang besar, ingin mencoba yang baru. Narkotika menimbulkan kecanduan, jadi kloplah.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Sayarni menyebutkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk terlaksananya penyuluhan tentang narkoba dan PMS di sekolah-sekolah seiring meningkatnya pengetahuan siswa/pelajar tentang hal itu.

Kegiatan yang ditujukan kepada siswa dari beberapa sekolah menengah ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). (zul)
Share this article :

0 komentar :

Posting Komentar

Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya


 
Support : Bisnis UKM | Kemenkop | Okebana RSS | Sentra UKM

Copyright © 2012. Okebana - All Rights Reserved
Template Dimodifikasi Oleh Zulfadli
Wartawan Harian Singgalang