Kabupaten Renah Indo Jati yang menjadi daerah pemekaran dari Kabupaten Pesisir Selatan, bagaikan Ibu yang sudah hamil tua dan menunggu waktu untuk dilahirkan. Tokoh masyarakat di daerah itu terus berupaya untuk lahirnya kabupaten pemekaran yang ke empat di Sumatera Barat tersebut.
Hal tersebut terlihat dari pertemuan perwakilan masyarakat Pesisir Selatan yang juga anggota DPRD setempat, Hadiyon dan Syarianto Dt.Manti Basa. Mereka menemui Komisi II DPR-RI yang membidangi Daerah Otonomi Baru (DOB). Tujuannya meninjau perkembangan pembentukan Kabupaten Renah Indo Jati, yang pembahasannya telah sampai ke komisi itu.
"Kita telah menemui Ketua Komisi II DPR-RI Agung Gunarsyah, yang difasilitasi oleh HM.Azwir Dainy Tara. Dalam pertemuan tersebut, didapatkan hasil Komisi II akan segera melakukan verifikasi lapangan ke Pesisir Selatan setelah masa reses pertengahan Mei dalam masa sidang ke-4 yang akan datang. Insya Allah tahun 2013 ini Renah Indo Jati sudah bisa disahkan sebagai Kabupaten yang ke-20 di Sumbar," kata Arianto yang juga Ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Pesisir Selatan.
Disampaikannya, segala permasalahan yang terjadi akibat pembentukan kabupaten pemekaran itu, telah selesai dibahas di tingkat DPRD dan Pemerintah Pesisir Selatan, begitupun dengan DPRD dan Pemprov Sumbar dan Kementrian Dalam Negeri. Menurut dia semua rekomendasi telah dikantongi dan tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat.
Ditambahkan Hadiyon, keputusan pusat terkait pembentukan Kabupaten Renah Indo Jati merupakan harapan dari masyarakat Pesisir Selatan. Apalagi, harapan yang cukup besar itu sudah hampir menjadi sebuah kenyataan.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR, HM. Azwir Dainy Tara menyebutkan akan mendukung penuh perjuagan itu. Katanya, sebagai perwakilan masyarakat Sumatera Barat di pusat, dirinya akan selalu berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat, termasuk pembentukan Kabupaten Renah Indo Jati yang sudah cukup lama didambakan masyarakat.
"Seperti kita ketahui, Kabupaten Pesisir Selatan itu cukup luas dan tidak semua program pembangunan bisa diakomodir melalui anggaran pemerintah daerah. Sehingga untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, daerah itu memang harus dimekarkan dan kita siap mendorong terjadinya proses itu," sebut Azwir Dainy Tara yang telah tiga periode berturut-turut menjadi Anggota DPR dari Partai Golkar.
Disampaikannya, sama dengan Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan dan Pasaman Barat yang telah lebih dahulu dimekarkan dari kabupaten induknya. Renah Indo Jati juga menyimpan beragam potensi yang belum tergarap secara maksimal.
"Potensi Renah Indo Jati untuk sejajar dengan daerah lain. Ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan pemerintah. Sama halnya dengan tiga daerah pemekaran sebelumnya yang juga bentuk keinginan masyarakat setempat dan hasilnya telah kita lihat bersama," sebut Azwir Dainy Tara. (zul)
Hal tersebut terlihat dari pertemuan perwakilan masyarakat Pesisir Selatan yang juga anggota DPRD setempat, Hadiyon dan Syarianto Dt.Manti Basa. Mereka menemui Komisi II DPR-RI yang membidangi Daerah Otonomi Baru (DOB). Tujuannya meninjau perkembangan pembentukan Kabupaten Renah Indo Jati, yang pembahasannya telah sampai ke komisi itu.
"Kita telah menemui Ketua Komisi II DPR-RI Agung Gunarsyah, yang difasilitasi oleh HM.Azwir Dainy Tara. Dalam pertemuan tersebut, didapatkan hasil Komisi II akan segera melakukan verifikasi lapangan ke Pesisir Selatan setelah masa reses pertengahan Mei dalam masa sidang ke-4 yang akan datang. Insya Allah tahun 2013 ini Renah Indo Jati sudah bisa disahkan sebagai Kabupaten yang ke-20 di Sumbar," kata Arianto yang juga Ketua Fraksi Hanura DPRD Kabupaten Pesisir Selatan.
Disampaikannya, segala permasalahan yang terjadi akibat pembentukan kabupaten pemekaran itu, telah selesai dibahas di tingkat DPRD dan Pemerintah Pesisir Selatan, begitupun dengan DPRD dan Pemprov Sumbar dan Kementrian Dalam Negeri. Menurut dia semua rekomendasi telah dikantongi dan tinggal menunggu keputusan pemerintah pusat.
Ditambahkan Hadiyon, keputusan pusat terkait pembentukan Kabupaten Renah Indo Jati merupakan harapan dari masyarakat Pesisir Selatan. Apalagi, harapan yang cukup besar itu sudah hampir menjadi sebuah kenyataan.
Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR, HM. Azwir Dainy Tara menyebutkan akan mendukung penuh perjuagan itu. Katanya, sebagai perwakilan masyarakat Sumatera Barat di pusat, dirinya akan selalu berupaya memperjuangkan kebutuhan masyarakat, termasuk pembentukan Kabupaten Renah Indo Jati yang sudah cukup lama didambakan masyarakat.
"Seperti kita ketahui, Kabupaten Pesisir Selatan itu cukup luas dan tidak semua program pembangunan bisa diakomodir melalui anggaran pemerintah daerah. Sehingga untuk mewujudkan pemerataan pembangunan, daerah itu memang harus dimekarkan dan kita siap mendorong terjadinya proses itu," sebut Azwir Dainy Tara yang telah tiga periode berturut-turut menjadi Anggota DPR dari Partai Golkar.
Disampaikannya, sama dengan Kabupaten Dharmasraya, Solok Selatan dan Pasaman Barat yang telah lebih dahulu dimekarkan dari kabupaten induknya. Renah Indo Jati juga menyimpan beragam potensi yang belum tergarap secara maksimal.
"Potensi Renah Indo Jati untuk sejajar dengan daerah lain. Ini untuk memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan pemerintah. Sama halnya dengan tiga daerah pemekaran sebelumnya yang juga bentuk keinginan masyarakat setempat dan hasilnya telah kita lihat bersama," sebut Azwir Dainy Tara. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya