ceria. Duet Walikota Fauzi Bahar dan Wakil Walikota Mahyeldi Ansyarullah terlihat apik saat membuka acara itu. Fauzi memberi aba-aba dan Mahyeldi kebagian mengibarkan bendera star di Pantai Purus Baru Padang, Sabtu (13/4).
Di perjalanan Fauzi bercanda dengan peserta jalan santai. Dia pun mentraktir mereka susu kedelai yang dijual mahasiswa IAIN Imam Bonjol di sepanjang pantai itu. “Ayo minum susu dulu, gratis-gratis,” ujar Walikota membagikannya sambil bercanda.
Nurmayani, mahasiswa Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Imam Bonjol salah seorang yang menjual susu kedelai itu seolah mendapat berkah dari langit. Dagangannya ludes dalam waktu singkat. Dan kembalian uang pun diserahkan padanya.
Walikota pun masih bercanda saat mengingatkan warga untuk tidak memanfaatkan fasilitas umum (fasum) untuk kegiatan usahanya. Pun ketika Fauzi menggendong balita yang melambaikan tangan kepadanya di depan Rusunawa. Fauzi menanyakan anak siapa ini dan menyerahkan si balita ke ibunya yang sedang sibuk melayani pembeli di warungnya.
Namun kegembiraan itu berubah saat walikota berada di ujung jalan Purus Lima, pas di depan SPBU Wowo. Pekerja yang sedang mengaduk semen di badan jalan diinterogasi Fauzi. Pemilik bangunan ditegur Fauzi.
“Geser segera. Bersihkan kembali jalan ini seperti sedia kala,” perintah Fauzi kepada sang tukang.
Pekerja yang sedang menggali lubang di sepanjang Veteran dan Juanda pun tak luput dari teguran Fauzi. Fauzi meminta mereka memanggil sang mandor. Karena tidak ketemu, Fauzi melanjutkan jalan santai sambil berusaha menahan amarahnya.
Emosi Fauzi nyaris meledak saat melihat bangunan liar di
tepi bandar dekat Kantor Camat Padang
Barat. Fauzi lansung meminta Camat Padang Barat, Masrul untuk segera
membenahinya. “Rusunawa kita juga buat mereka yang memanfaatkan fasilitas umum
untuk tempat tinggalnya,” ujar Fauzi tegas.Kemarahan Fauzi meledak lagi saat melihat jalan umum dimanfaatkan untuk menumpuk pasir. Jalan berbatu menuju bantaran bandar bekali dekat Jembatan Purus itu nyaris sulit dilewati kendaraan roda dua. Fauzi langsung memerintahkan Mursalim memanggil pemilik rumah.
Di depan pemilik rumah itu, Fauzi pun memerintahkan para tukang segera memindahkan pasir itu ke dalam pekarangan rumah tersebut. Fauzi pun meminta sang pemilik mengurus IMB. “Meski bangunan ini dulu telah mengantongi IMB. Namun harus diurus lagi jika merenovasi rumah,” Fauzi menjelaskan apa sebenarnya IMB setelah pemilik berusaha berdalih bahwa rumahnya telah ada IMB sehingga merasa tidak perlu mengurusnya saat melakukan renovasi.
Masrul membantah bahwa dia seakan membiarkan warganya memanfaatkan fasilitas umum tersebut. Dia telah menyurati warga yang masih memanfaatkan fasilitas umum untuk kepentingannya. Warga yang sedang membangun, merenovasi rumahnya pun sudah diminta mengurus IMB.
“Saya sudah lakukan secara persuasif. Bahkan saya pun sempat
adu argumentasi. Namun mereka yang membandel itulah yang kini ditegur lansung
oleh Pak Wali,” ujarnya.Masrul menegaskan teguran dari walikota itu merupakan suppor terhadap dirinya. Secara tidak langsung telah memberikan dukungan terhadap tindakannya. Kini walikota telah mengatakan pada warga bahwa himbauan atau teguran yang dia berikan merupakan aturan dari pemerintah kota. (zul)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya