Banyak usaha berguguran pada tahun pertama. Jumlahnya nyaris 80 persen. Kalau tak bangkrut, nasibnya seperti kerakap tumbuh di batu. Penyebabnya tak lain berasal dari kesalahan dalam mengelola keuangan.
Hal itu diungkapkan Direktur PT Andalas Solusi Bisnis, Dedi Vitra Johor dalam Pelatihan Kredit Usaha Rakyat bagi 30 pengusaha kecil. Pelatihan itu hasil kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM. “Gagal mengelola keuangan akan berimbas pada banyak hal. Sebaliknya, bijak mengelola uang, usaha akan berkembang,” ujar Dedi.
Pria yang sering jadi motivator bagi calon karyawan dan mitra binaan BUMN serta berbagai lembaga pemerintahan atau swasta di Sumbar ini menyatakan, banyak permasalahan yang dipengaruhi uang. Efeknya bisa positif bisa pula negatif. Tergantung seberapa bijak seseorang mengatur uang yang dia miliki. Uang pun bisa dikelola untuk meningkatkan loyalitas karyawan lewat berbagai reward.
Kiatnya, menurut Dedi, sistem yang tertata dengan baik, cerdas dalam pengeluaran dan cerdik berinvestasi. Sistem yang baik menyebabkan usaha tetap berjalan kendati bos tidak berada di tempat. Sementara cerdas mengatur pengeluaran meliputi kemampuan menentukan keperluan penting dan genting. Sedangkan cerdik berinvestasi meliputi kemampuan meningkatkan nilai tambah dari uang yang dimiliki.
“Menabung bukan investasi, karena lebih sering sekadar menitipkan uang di bank,” ujar dosen luar biasa untuk mata kuliah entrepreneurship di berbagai universitas terkemuka di Indonesia tersebut.
Kiatnya, menurut Dedi, sistem yang tertata dengan baik, cerdas dalam pengeluaran dan cerdik berinvestasi. Sistem yang baik menyebabkan usaha tetap berjalan kendati bos tidak berada di tempat. Sementara cerdas mengatur pengeluaran meliputi kemampuan menentukan keperluan penting dan genting. Sedangkan cerdik berinvestasi meliputi kemampuan meningkatkan nilai tambah dari uang yang dimiliki.
“Menabung bukan investasi, karena lebih sering sekadar menitipkan uang di bank,” ujar dosen luar biasa untuk mata kuliah entrepreneurship di berbagai universitas terkemuka di Indonesia tersebut.
Selain itu, Dedi juga mengajarkan agar pengusaha menghindari campur aduk antara uang perusahaan dengan uang untuk memenuhi kebutuhan pemilik usaha. Administrasi yang jelas akan meminimalisirnya.
Manfaatkan Teknologi
Dalam mengatur keuangan bisa dilakukan secara manual. Namun yang mengatur dan membukukannya harus mengerti ilmu akuntansi. Jika harus belajar dulu seputar pembukuan akan butuh waktu, tenaga dan uang. Untuk itu Dedi menyarankan para pengusaha untuk memakai bantuan software (program) computer.
Dedi mereferensikan pemakaian Zahir. “Software ini mempunyai keunggulan bisa dioperasikan oleh orang yang kurang mengerti proses pembukuan. Namun dia bisa tahu berapa margin keuntungan pada tiap item produknya setiap saat dengan cara mudah, cepat dan akurat,” ujar pendiri DVJ Inspiring ini dalam pelatihan yang juga mengikutsertakan narasumber dari BRI dan Bank Nagari.
Hendra Gunawan, pemilik Asia Mart di Pariaman, telah membuktikan kehandalan produk tersebut. Dia mengaku telah menggunakan software tersebut 1 tahun. “Analisa bisnis lebih mudah dan lebih terarah meski mini market saya telah ada 14.000 item,” katanya.
Jebolan Teknik Industri Universitas Andalas ini menyatakan ilmu mengelola keuangan yang diberikan Dedi amat bermanfaat. Ia semakin termotivasi untuk mengelola usahanya lebih baik lagi. (zulfadli)
(Diterbitkan di Harian Singgalang Edisi Kamis, 13 Desember 2012 halaman A-5)
(Diterbitkan di Harian Singgalang Edisi Kamis, 13 Desember 2012 halaman A-5)
0 komentar :
Posting Komentar
Masukan Anda amat berarti untuk pengembangan web ini selanjutnya