Kemenristek Ingin Tiap Daerah Punya Science Centre
Padang - Kurangnya minat para pelajar Indonesia memilih jurusan IPA cukup mengawatirkan kalangan yang berkecimpung di bidang riset dan teknologi. Sebab bisa saja negara ini kekurangan peneliti seperti kebanyakan negara maju saat ini.“Hanya 15 persen siswa yang menyukai IPA. Jika tidak ada penanganan serius dari sekarang, Indonesia bakal kekurangan tenaga peneliti,” ujar Direktur Pusat Penelitian, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kemenristek, Ari Hendrarto Saleh di Padang, Jumat (16/5).
Dia menjelaskan, Eropa mengalami kekurangan peneliti. Kebanyakan peneliti di sana berasal dari Asia seperti India, Cina termasuk para jenius dari Indonesia.
Mereka dirangkul dan diiming-imingi berbagai kemudahan dan fasilitas penelitian atau penunjang lainnya.
Kemenristek fokus kepada pengembangan kreativitas generasi muda berbasis teknologi.
Katanya, ajang kompetisi 3R yang diadakan 3R Creative Media Award bisa menjadi lokomotif terbentuknya komunitas pehobi teknologi terapan.
Menurut Ari, Kemenristek telah mengembangkan puluhan peraga yang sifatnya tematik. Tiap daerah bisa memilikinya, asalkan mereka mau menyediakan satu pusat sains (science centre). Syaratnya punya tempat atau gedung dan orang yang bakal mengelola.
Dukungan dari pemerintah setempat, insan perguruan tinggi dan sekolah menengah yang ada di daerah itu serta media menjadi faktor pertimbangan juga oleh pihak kementerian.
Untuk Sumbar, Ari bersama stafnya Setio Purnomo melirik gedung pusat informasi dan pengembangan pemukiman dan bangunan (PIP2B) yang menjadi tempat acara kompetisi 3R berbahan dasar sampah bisa membuat usulan sebagai science centre.
Sebab sebagaimana informasi yang diberikan Kepala Satker PIP2B, Syafriyanti, gedung dimana dia berkantor saat ini memang bakal dijadikan pusat informasi yang terbuka untuk masyarakat Sumbar.
Menurut dia, berbagai ikatan atau asosiasi bidang keteknikan yang terkait nantinya difasilitasi untuk ikut aktif memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
Kedatangan Ari ke Padang untuk melihat sejauhmana keseriusan Pemko padang untuk terlibat dalam hal Iptek. Ari berharap, Padang tidak mau kalah dengan Sawahlunto yang telah punya sejak 2012.
(zul)