Kompetisi 3R Diapresiasi Gubernur Irwan Prayitno
Kompetisi alat peraga kreatif berbahan dasar sampah yang diselenggarakan Pemko Padang bersama Tim 8 dan KATUA, Sabtu (17/5) mampu memancing inovasi dan kreasi siswa SMA/SMK di Sumbar. Gubernur Irwan Prayitno memberikan apresiasinya.
“Saya bangga ada pihak swasta dalam hal ini Tim 8 dan mitranya mengajak siswa kreatif bisa menjadikan sampah untuk hal-hal bermanfaat. Apalagi untuk mendukung kegiatan belajar,” ujar Irwan Prayitno saat membuka kegiatan lomba.
Dijelaskannya, sampah yang bisa mendatangkan penyakit, masalah dan lainnya bisa dimanfaatkan jika ada ilmunya. Tentu yang bukan sampah harus lebih bisa dimanfaatkan. Menurut dia, di sinilah pentingnya fungsi otak dan kreativitas ditumbuhkan di kalangan generasi muda.
Gubernur bersama Walikota Mahyeldi Ansyarullah dan jajarannya pun memberi apresiasi saat diberitahu bahwa roket air yang dilepaskannya saat pembukaan merupakan salah satu mata lomba di babak semifinal.
Siswa berpacu mendesain roket air hingga jadi yang paling tinggi, lama turunnya dan jatuh di areal yang ditentukan.
Sementara finalnya, siswa mempresentasikan karya mereka yang telah dikirimkan ke panitia dalam bentuk audio visual sejak April lalu.
Kegembiraan mereka bertambah begitu melihat hasil karya siswa dari 15 sekolah yang berhak maju ke semifinal dimana Padang menjadi tuan rumah pertama. Irwan dan Mahyeldi bergantian beraudiensi pada siswa tentang karya yang mereka tampilkan di beranda Gedung PIP2B di Muaro Padang itu.
Direktur Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) Kemenristek, Ari Hendrarto Saleh pun mengacungkan jempol kepada Pemko Padang dan Pemprov Sumbar yang mau merespon kegiatan Iptek di daerahnya. Dia berharap, pe mimpin baru Padang mau memberi ruang bagi tumbuh kembangnya iptek di daerah ini.
“Kalau bisa Padang punya science centre yang menjadi pusat informasi, pusat pembelajaran sains yang bisa memotivasi siswa untuk meminati Iptek. Kegiatan ini awal yang baik untuk memulainya,” ujar Ari.
Apresiasi yang diberikan terhadap kegiatan 3R Creative Media Award jelas menggembirakan. Firman Hasan menyatakan program inisiasi dari Tim 8 dan KATUA yang didukung Green Creative Indonesia (GCI) itu didasari keinginan memfasilitasi kreatifitas generasi muda di daerah ini.
Kegiatan ini, tegas Firman membuktikan generasi muda Sumbar bisa mengkreasikan program berdampak luas untuk membantu pemerintah daerahnya. Juga bukti siswa pun menggandrungi teknologi. Meski berpanas-panas, mereka tetao antusias mengikuti lomba dengan dukungan supporter masing-masing. Juga membuktikan engineer yang tergabung dalam KATUA itu bisa pula bersatu menyukseskan kegiatan sosial kemasyarakatan. Sekarang tinggal bagaimana program inisiasi yang mereka gagas ini ditindaklanjuti pemprov dan pemerintah daerah se-Sumbar.
“Kita berharap, kegiatan ini menjadi iven tahunan dengan dukungan penuh pemerintah daerah se-Sumbar. Dengan sinergi semua pihak, pasti pelaksanaannya lebih baik dan mari kita fasilitasi generasi muda agar mereka menjadi pemimpin harapan bangsa,” ujar Komisaris Utama Bank Nagari ini.
Kompetisi 3R membuat peraga berbahan dasar sampah ini dimenangkan oleh SMA 4 Padang. Mereka berhak atas tropi dan hadiah uang pembinaan Rp3 juta.
Juara dua SMA 1 Sijunjung. Mereka memperoleh tropi dan uang Rp2 juta. Urutan ketiga SMA 1 Bukittinggi Selain tropi, berhak atas uang pembinaan Rp1,5 juta. (zul)
