SMAN 3 Batusangkar Rajai Olimpiade Akuntansi Bung Hatta
Padang - Olimpiade Akuntansi yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Akuntansi
Universitas Bung Hatta
dimenangkan oleh SMA Negeri 3 Batusangkar.
Bahkan sekolah ini menempatkan dua wakilnya di podium juara.
Sekolah yang langganan juara di ajang ini, kini seolah
makin merajai olimpiade mata pelajaran yang banyak dihindari siswa.
Wakilnya, Yolanda Fitrionita juara 1 dan Jihan Ninditami memperoleh
juara III.
"SMA 3 Batusangkar tiap tahun pasti mencatatkan nama
siswanya sebagai juara. Tahun ini sukses pula merebut dua gelar juara.
Sangat membanggakan kami karena akuntansi sepertinya sangat diminati di
sana, " ujar Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Bung Hatta,
Syaprizal Basri didampingi Koordinator Publikasi Harry Prasetyo, Sabtu
(5/11)
Syaprizal menyatakan kegembiraannya atas makin banyaknya
peminat di bidang akuntansi. Hal ini terlihat dari makin banyaknya
peserta dan sekolah yang mengikuti lomba memperebutkan tropi bergilir
dari Rektor Universitas Bung Hatta.
Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad Leon Muswara menyebutkan
SMA 3 Batusangkar selalu juara pada lomba yang mereka adakan. Mereka
selalu bersaing dengan SMA 1 Payakumbuh, SMA Don Bosco, SMA 2 Padang.
Hanya saja belum ada yang mampu menjadikan piala itu tetap berada di
sekolah mereka.
Baik Syaprizal maupun Leon menegaskan mereka mengadakan
olimpiade akuntansi dan seminar bagi guru akuntansi lantaran kecintaan
mereka pada bidang itu. Lewat lomba mereka ingin mempromosikan keasyikan
belajar dan keunggulan bila menguasai bidang ini. "Kampus pun
terpromosikan," ujar keduanya.
Wakil Rektor III, Dr Diana Kartika sangat mendukung
kegiatan mahasiswanya itu. Apa yang dilakukan mahasiswa amat baik dan
seperti itulah mahasiswa Universitas Bung Hatta yang dia harapkan.
Diana tak ingin mahasiswa yang berkutat dengan buku dan diktat. Tak mau mendengar mahasiswa hanya kuliah, ujian dan tamat.
Diana berharap lebih dari itu. Mahasiswa Bung Hatta harus
mampu menumbuhkan bakat dan minat bahkan kalau perlu berprestasi di
bidang tersebut. Mahasiswa hendaknya terbiasa mengadakan kegiatan baik
yang berhubungan dengan akademik maupun tidak.
"Olimpiade akuntansi antar SLTA tingkat Sumbar dan seminar
akuntansi bagi guru merupakan sarana efektif untuk mengasah keilmuan
sekaligus bisa mempromosikan kampus serta Mengangkat nama baik kampus
proklamator," ujar dosen yang banyak menulis buku pengajaran Bahasa
Jepang ini.
Jika mahasiswa mampu membuat bangga kampusnya, tentu pihak
kampus akan memberikan perhatian lebih. Pihak pimpinan universitas tentu
tanpa pikir panjang mendukung penuh kegiatan para mahasiswanya.
"Banyak membaca agar mampu memperbanyak kegiatan yang
bermanfaat ganda.Transparansi kegiatan juga jadi pertimbangan dalam
mendukung kegiatan tersebut ," ujar perempuan yang akrab dipanggil mami
oleh para mahasiswanya. (zul)
