Umat Buddha Berebut Bakti Kepada Sangha
Padang - Umat Buddha Kota Padang diajak untuk membangkitkan tekad,
menumbuhkan bakti yang akan disampaikan kepada Sangha. Umat diminta
benar-benar menyampaikan bakti tersebut dengan penuh ketulusan.
Diingatkan oleh YM Banthe Nyanakaruno Mahatera saat
menguraikan hikmah pada malam puncak peringatan Khatina di rumah
keluarga Liem Padang, Minggu (6/11). Tanpa ketulusan maka derma uang,
makanan, pakaian (jubah), tempat tinggal dan obat-obatan yang diberikan
bisa saja menimbulkan kekecewaan. Sebaliknya, ketulusan mendatangkan
kebahagiaan.
"Kebahagiaan akan datang jika berhasil memberikan sesuatu
yang paling dicintai dengan penuh ketulusan. Hal ini disebabkan diri
telah berhasil, melepaskan keterikatan dengan benda yang dicintai
tersebut," ujarnya di hadapan umat yang berdatangan dari seluruh wilayah
Sumbar, Riau dan Jambi.
Sebab tidak akan ada yang abadi di dunia ini. Makanya
setiap manusia khususnya umat Buddha harus mampu melepaskan segala
keterikatan kepada apapun, termasuk anak. Semua keterikatan itu hanya
mendatangkan kesedihan mendalam, padahal kita menginginkan kebahagiaan.
Apapun kebajikan yang dilakukan, hendaknya mampu memunculkan karma baik
dalam kehidupan kita.
"Caranya, jangan pikir panjang jika ingin melakukan
kebaikan. Perbanyak kebajikan yang penuh ketulusan sehingga karma baik
itu bisa mewarnai kehidupan kita. Hindari melakukan hal-hal salah. Jaga
perkataan, pikiran dan perbuatan, " urainya.
Menurut Nyanakaruno, kebajikan harus diniatkan sepenuh
hati. Jangan terpengaruh kepada pribadi Bikkhu, karena bakti ditunjukkan
kepada perkumpulan Bikkhu (Sangha). Sehingga tak usah bingung
memberikan derma itu kepada Bikkhu yang mana. Semua Bikkhu yang hadir di
altar mewakili Sangha.
"Bulan Khatina atau hari Khatina merupakan hari dimana umat
Buddha diberikan kesempatan untuk melakukan bhakti kepada Sangha, atau
perkumpulan para Bikkhu. Karena itu bangkitkan tekad anda semua dan
berlombalah berbuat kebajikan," ujarnya.
Diceritakan Nyanakaruno menegaskan bakti di Bulan Khatina
merupakan ajaran yang bersumber pada warisan Sang Buddha sejak dulu.
Tiga bulan sebelum Khatina, Bikkhu berdiam diri di vihara. Tiap saat
membaca kitab, melakukan meditasi dan ibadah yang dicontohkan Buddha.
Bikkhu pun mendoakan negara, agama dan umatnya. zul)