Header Ads

  • Breaking News

    Memaksakan Calistung di PAUD Berarti Mempersiapkan Generasi Bermental Korup

    Padang - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang menerapkan anak-anak didik mereka harus pandai membaca, menulis dan berhitung (Calistung), berarti mempersiapkan generasi yang bermental korup.
    Hal ini diungkapkan oleh Dewi Utama Faiza dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sabtu (26/4).

    “Ada langkah-langkah yang tercerabut ketika kita memaksakan anak untuk pandai calistung dalam kerangka  orang dewasa. Berarti kita mempersiapkan orang yang pandai berhitung secara akademis, namun tidak pandai memperhitungkan masa depannya,” tegas Dewi.

    Dewi menyatakan, akibat anak tidak pandai memperhitungkan masa depannya, salah memilih jalan. Orang yang berurusan dengan KPK bukan orang bodoh, namun dia tidak pandai mengambil jalan hidup yang benar.

    Ini akibat anak tidak dipersiapkan sejak dini. Anak yang harusnya dipersiapkan untuk memahami dirinya lewat bermain, malah disuruh mengerjakan yang diinginkan orang dewasa. Anak direkayasa lewat Calistung.

    Memaksa anak untuk membaca dan menulis itu tindakan korup dalam dunia pendidikan anak usia dini.
    Walikota Padang diwakili Sekdako Nasir Ahmad pun menyayangkan masih banyak TK/PAUD di Padang yang berupaya peserta didiknya harus pandai membaca, menulis dan berhitung (calistung).

    Secara khusus, TK atau PAUD mengadakan program belajar calistung tersebut. “Harusnya, TK atau PAUD merupakan lembaga pendidikan yang bertanggungjawab terhadap penumbuhan karakter dan pengembangan potensi-potensi anak. Jika dalam proses bermain sambil belajar di TK atau PAUD tersebut anak bisa membaca, menulis atau berhitung, tentu menggembirakan kita semua. Namun jangan fokus mengupayakan anak pandai calistung itu,” tegas Nasir, di Palanta Kota Padang.

    Nasir berkata seperti itu lantaran TK atau PAUD lebih ditekankan untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi anak. Pemaksaan kecakapan calistung akan berdampak bagi anak dalam pendidikan selanjutnya.

    Namun dia tidak menyalahkan mereka, sebab pendidikan yang lebih tinggi (SD) tertentu memang mensyaratkan pula calistung bagi murid yang diterima di sekolah mereka. Akibatnya, orang tua pun memacu anaknya untuk pandai calistung.

    Kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Kota Padang, Musdek, mendukung pernyataan Sekdako itu. Dia bakal segera mempersiapkan draft peraturan walikota untuk mengatur agar PAUD atau TK tidak memaksa anak untuk calistung. SD pun diminta tidak menjadikan Calistung sebagai syarat masuk. Mudah-mudahan aturan itu bisa segera terealisasi. (zul)
    OKEBANA.COM merupakan anggota resmi dari Asosiasi Media Online Nusantara (DPN ASANTARA) dengan nomor register 003/REG/DPN-ASANTARA/VII/2026.

    Post Top Ad

    Post Bottom Ad

    ad728